
Yasa dan Riska yang dikurung, di ruang bawah tanah, sedang memikirkan cara untuk bisa keluar dari ruangan ini.
"Yas, gimana nih! Apakah kamu punya cara? Agar kita bisa keluar dari sini, pasti kak Robi dan yang lainnya, sedang mengkhawatirkan kita berdua," ujar Riska, ingin segera keluar dari ruangan bawah tanah.
"Aku juga tidak tahu Riska? Dari tadi aku mencoba menggunakan ilmu telepati. Untuk memanggil Guru ketua, dan kedua sahabatku. Tapi tidak bisa Ris, sepertinya ruangan bawah tanah ini. Sudah di rancang dengan baik, sehingga tidak bisa menggunakan kekuatan ilmu sihir." sahut Yasa, yang sudah berusaha menggunakan kekuatan yang ia kuasai. Agar mereka berdua bisa bebas dari ruangan bawah tanah Padepokan Elang Sakti.
Riska mendengus kesal, karena tidak bisa keluar dari ruangan bawah tanah Padepokan Elang Sakti.
Disaat mereka berdua yang sedang bingung mencari jalan keluar dari ruangan bawah tanah ini. Tiba-tiba saja di kejutkan oleh kehadiran kucing Kay, yang datang menghampiri mereka berdua.
"Meong, meong," suara kucing Kay, datang menghampiri Yasa, dan bergelayut manja di dekatnya.
"Aduh Kay, kamu jangan pergi jauh-jauh seperti ini! Jadinya kita semua dikurung, di ruang bawah tanah inikan," celoteh Yasa kepada kucing Kay.
"Meong, meong,"
"Huuuh dasar kucing Kay menyebalkan, gara-gara kucing kamu Yas, aku juga malah ikut terkurung didalam sini," gerutu Riska, yang menyalakan semuanya kepada Yasa dan kucing Kay.
"Iya maaf Ris," ucap Yasa sambil memegang tangan Riska.
Yasa yang memegang tangan Riska, lalu menatap wajah Riska, dan mereka berdua kini saling beradu pandang.
"Yasa tampan juga yah, seneng banget rasanya bisa berduaan seperti ini, membuat aku..." Gumam Riska di dalam hatinya, sambil memandang Yasa dengan tersenyum senang. Tapi ucapannya tidak ia teruskan, karena kucing Kay meloncat ke arahnya, dan membuat Riska berteriak sangat kencang karena kaget.
"Aaah," jerit Riska yang kaget. Karena kucing Kay, tiba-tiba saja meloncat kearahnya.
"Hey Ris!. Kamu kenapa?" ucap Yasa, memperhatikan Riska yang tiba-tiba menjerit, dan bangun dari tempat duduknya.
"Kalian berdua jangan berisik!" teriak murid Padepokan Elang Sakti, yang bertugas menjaga mereka berdua di ruangan bawah tanah, dan datang menghampiri mereka berdua, karena suara teriakan Riska.
"Tolong lepasin kami," teriak Riska, memohon kepada murid Padepokan Elang Sakti, untuk membebaskan mereka berdua.
Murid Padepokan Elang Sakti, tidak memperdulikan suara teriakan Riska, ia malah pergi meninggalkan mereka berdua.
"Huuuh," geram Riska, sambil menghentakkan kakinya.
"Udahlah Ris, kamu duduk saja. Percuma juga kamu berteriak meminta tolong, mereka tidak bakalan mengeluarkan kita dari sini," tutur Yasa, yang mencoba menenangkan Riska.
__ADS_1
"Asal kamu tahu saja ya? Aku tadi teriak kaget juga! Karena si Kay, kucing peliharaan mu yang nyebelin itu, mengagetkan aku." Riska yang kesal kepada kucing Kay, langsung memberikan kucing Kay kepada Yasa.
"Nih ambil kucing menyebalkan mu itu."
Yasa segera mengambil kucing Kay, yang berada tidak jauh dari tempat Riska berdiri.
"Hmmmz! Padahal tadi aku sudah senang bisa melihat senyum manis Riska, eeeh sekarang malah muncul lagi deh sikap menyebalkan nya," gumam Yasa dalam hatinya.
"Meong, meong,"
"Kamu jangan nakal dong Kay!" Yasa mengusap-usap bulu kucing Kay, yang sangat menggemaskan.
Sudah hampir tengah malam, mereka berdua dikurung, di ruangan bawah tanah dengan saling berdiam diri. Tanpa mengeluarkan ucapan sepatah kata pun, hanya saling lirik dan memperhatikan yang mereka lakukan.
***
Pagi-pagi sekali Ratu Aurora segera pergi, melanjutkan kembali perjalanannya menuju Padepokan Elang Sakti, untuk bertemu dengan Erlangga ketua Padepokan Elang Sakti.
Meski semalam, Ratu Aurora sudah sampai di Padepokan Elang Sakti. Tapi ia tidak bertemu dengan Erlangga ketua Padepokan Elang Sakti. Karena Erlangga belum kembali pulang ke Padepokan Elang Sakti.
Maka dari itu. Ratu Aurora memutuskan pergi pagi-pagi sekali, untuk menunggu kedatangan Erlangga ketua Padepokan Elang Sakti.
"Selamat datang ketua Ratu di Padepokan Elang Sakti," ucap murid Padepokan Elang Sakti menyambut ramah atas ke datangannya, karena semua murid Padepokan Elang Sakti, sudah mengenal Ratu Aurora sebagai ketua Padepokan Singa Merah.
"Iya terima kasih. Apakah ketua Erlangga sudah kembali?" tanya ramah Ratu Aurora, kepada murid Padepokan Elang Sakti yang berada di hadapannya.
"Mungkin sebentar lagi, ketua Erlangga akan datang. Sebaiknya ketua Ratu, menunggu kedatangan ketua Erlangga di dalam," sahut murid Padepokan Elang Sakti, yang menyuruh Ratu Aurora. Untuk masuk ke dalam Padepokan Elang Sakti.
Ratu Aurora pun yang di persilahkan masuk ke dalam, mengikuti langkah murid padepokan elang sakti.
"Silahkan duduk Ketua Ratu," murid Padepokan Elang Sakti, mempersilahkan Ratu Aurora untuk duduk di ruangannya Erlangga.
Ratu Aurora pun duduk, menunggu kedatangan Erlangga ketua Padepokan Elang Sakti.
Tidak lama kemudian Erlangga ketua Padepokan Elang Sakti yang baru saja datang. Langsung pergi menghampiri Ratu Aurora, yang sedang menunggu kedatangannya.
"Maaf Ratu. Telah membuatmu, menungguku terlalu lama," ucap Erlangga yang sudah berada didekat Ratu Aurora.
__ADS_1
"Iya tidak apa-apa Erlangga," sahut Ratu Aurora sambil tersenyum.
"Ada apa? Kamu datang ke sini! Menemui aku?" Erlangga menanyakan itu kepada Ratu Aurora. Karena merasa heran dengan kedatangan Ratu Aurora, yang ingin bertemu dengannya. Karena tidak biasanya Ratu Aurora datang menemuinya, jika tidak ada hal penting yang akan dibicarakan.
"Aku datang ke sini, mau meminta bantuan kamu. Untuk..." Ucapannya terhenti, karena ada keributan di luar pintu ruangan Erlangga.
"Maaf Ratu, aku tinggal dulu sebentar ya. Aku mau pergi menemui murid-murid ku terlebih dahulu," ujar Erlangga yang meminta maaf, dan persetujuan dari Ratu Aurora. Karena Erlangga akan pergi meninggalkan Ratu Aurora sebentar, untuk menemui murid-muridnya.
Ratu Aurora pun mempersilahkan Erlangga pergi, dengan cara mengagukan kepalanya.
Erlangga yang mendapatkan persetujuan dari Ratu Aurora, segera pergi meninggalkan Ratu Aurora. Untuk pergi menghampiri murid-muridnya, yang sedang membuat keributan di luar pintu ruangannya.
"Ada apa? Sampai kalian semua, ribut di depan pintu ruangan ku?" tanya Erlangga yang sudah berada di dekat murid-muridnya.
"Maaf ketua Erlangga, kami datang ke sini. Mau memberitahukan kepada ketua Erlangga, bahwa ada dua orang penyusup yang berani masuk ke dalam Padepokan Elang Sakti," sahut Lutffy yang membawa Yasa dan Riska ke hadapan Erlangga ketua Padepokan Elang Sakti.
Erlangga pun memperhatikan kedua orang, yang di anggap sebagai seorang penyusup oleh murid-muridnya.
"Ada tujuan apa? Kalian berdua datang ke Padepokan Elang Sakti?" tanya tegas Erlangga sambil menatap tajam ke arah Yasa dan Riska.
"Aku pergi ke sini! Karena sedang mencari kucing peliharaan ku, yang pergi ke arah sini. Dan sekali lagi! Aku tegaskan kepada kalian semua. Kalau aku dan temanku itu, bukan seorang penyusup seperti yang kalian tuduhkan pada kami berdua," bantah Yasa, yang tidak terima di tuduh sebagai seorang penyusup.
"Alah mana mungkin! Mereka berdua mau mengaku ketua Erlangga, soalnya mereka berdua datang ke sini. Saat keadaan seluruh murid Padepokan Elang Sakti, tidak ada di Padepokan Elang Sakti. Karena sedang mengikuti pelajaran yang di adakan di luar Padepokan Elang Sakti. Kalau bukan penyusup terus apa?" Rizal menatap tajam ke arah Yasa dan Riska.
"Mungkin mereka berdua! Adalah mata-mata Padepokan Black Ketua Erlangga," sahut Lutffy yang geram kepada Yasa dan Riska.
"Kami berdua, bukan seorang penyusup. Dan mata-mata Padepokan Black," teriak Riska sangat kencang. Karena ia tidak terima di tuduh yang tidak ia lakukan.
Teriakan Riska yang sangat kencang. Membuat Ratu Aurora yang berada di dalam ruangannya Erlangga, ingin pergi menghampiri mereka semua, yang berada di depan pintu masuk ruangan Erlangga ketua Padepokan Elang Sakti.
"Itu seperti suara Riska saja?" lirih Ratu Aurora, dan bangun dari tempat duduknya, untuk mengetahui ada keributan apa yang terjadi, di luar pintu ruangan Erlangga ketua Padepokan Elang Sakti.
Sesampainya di luar pintu ruangan Erlangga, Ratu Aurora sangat kaget melihat Riska dan Yasa, di bawa paksa oleh murid Padepokan Elang Sakti.
"Stop, berhenti!" teriakan Ratu Aurora, membuat semua murid Padepokan Elang Sakti menengok ke arahnya.
"Ada apa Ratu?" tanya Erlangga yang heran, melihat Ratu Aurora yang menyuruh murid-muridnya, yang sedang membawa dua orang penyusup.
__ADS_1
"Mereka berdua itu adalah, murid Padepokan Singa Merah dan murid Padepokan Macan Putih," ucap Ratu Aurora menjelaskan.
Erlangga dan murid-muridnya kaget, mendengarkan penjelasan dari Ratu Aurora. Dan kemudian mereka semua meminta maaf kepada Yasa dan Riska, atas semua ke salah pahaman ini.