
Keesokan harinya.
Aira dan Riska pergi ke dalam kamar penginapan Malik. Karena mereka berdua akan mengantarkan makanan dan minuman untuk Malik.
Tok-tok Riska mengetuk pintu kamar Malik.
" Kak pintu kamarnya tidak di kunci " ucap Riska yang memberitahukan kepada Aira.
" Ya sudah, ayo kita masuk saja ke dalam kamar Malik " Aira mengajak Riska, untuk langsung masuk ke dalam kamar penginapan Malik.
Riska dan Aira pun langsung masuk ke dalam kamar penginapan Malik.
" Selamat pagi Malik " ucap Riska dan Aira secara bersamaan. karena mereka berdua melihat Malik, seperti baru saja bangun dari tidurnya.
" Iya " sahutnya singkat. Sambil memaksakan senyuman manis ke arah Riska dan Aira.
" Ini di makan sarapannya " Aira memberikan makanan yang ia bawa kepada Malik.
" Terima kasih " jawab Malik dan mengambil makanan yang di bawa oleh Aira.
" Dan ini minumannya, di minum yah Lik. Karena itu adalah ramuan dari Tabib, agar kamu cepat sembuh " Riska yang membawa air minum dan juga ramuan dari Tabib. Meletakkan air minum dan juga ramuan di dekat Malik.
Malik menganggukkan kepalanya, dan mulai memakan makanan yang sudah di bawa oleh Aira. Serta meminum ramuan yang Riska bawa.
" Sekali lagi aku mengucapkan terima kasih, karena sudah mengantarkan makanan dan minuman ini " ucap Malik yang sudah selesai makan dan meminum ramuan, yang di buatkan oleh Tabib Padepokan Macan Putih.
Karena Riska dan Aira menunggu Malik, hingga sampai Malik menghabiskan makanan dan minumannya.
" Iya sama-sama " sahut Riska dan Aira berbarengan.
Tok-tok suara ketukan pintu dari luar kamar Malik.
__ADS_1
Markus dan yang lainnya segera masuk ke dalam kamar penginapan Malik. Karena pintu kamar ini tidak di kunci, mereka semua ingin melihat kondisi Malik dan berharap Malik sudah sembuh.
" Aku cek kondisi kamu dulu ya " ucap Tabib yang akan memeriksa keadaan luka Malik.
Malik hanya menjawab dengan mengagukan kepalanya saja.
Tabib yang sudah selesai memeriksa keadaan luka Malik, menjelaskan semuanya kepada semua orang yang berada di dalam kamar penginapan Malik.
" Semua lukamu sudah mulai mengering, tinggal masa pemulihannya saja " tutur Tabib menjelaskan kondisi Malik yang sudah membaik.
" Terima kasih Tabib, aku juga sudah merasa cukup lebih sehat. Setelah meminum ramuan yang telah Tabib buatkan untukku " Malik tersenyum senang. Karena keadaannya sekarang sudah membaik.
" Alhamdulillah, syukurlah kalau kamu sudah sembuh " ucap Yasa senang. Mendengarkan tentang kesehatan Malik yang sudah sembuh.
Firman pergi menghampiri Malik dan memeluknya.
" Aku bersyukur bisa bertemu dengan kamu lagi Lik, cepat sembuh ya. Aku kangen latihan bareng sama kamu " Firman mengepalkan tangannya ke arah Malik, melakukan salam persahabatan di antara mereka berdua.
Yasa dan yang lainnya juga mengikuti gerakan yang sama seperti Firman, ke arah Malik yang masih duduk di tempat tidurnya. Mereka semua pun tertawa bersama-sama.
" Sepertinya keadaan Malik sudah sembuh, sebaiknya aku coba bertanya kepadanya " gumam Ratu Aurora yang ingin mempertanyakan tentang kejadian yang Malik alami, selama Malik berada di Desa Rindang ini. Apalagi Ratu Aurora sangat penasaran, dengan semua luka Malik yang seperti sedang berkelahi dengan seseorang.
" Malik aku ingin bertanya, apakah kamu kemarin bertarung melawan seseorang " tanya Ratu Aurora. Menghentikan tertawa Malik dan teman-temannya.
" Aku kemarin itu, bertemu dengan pemuda kampung Desa Rindang ini, dan melihat orang-orang itu yang hendak menculik seorang gadis. Aku bertarung melawan mereka semua. Untuk menolong gadis itu, agar ia tidak di culik oleh pemuda kampung Desa Rindang ini. Akan tetapi jumlah mereka yang lumayan banyak, membuat aku kalah oleh mereka semua, dan aku tidak bisa menyelamatkan gadis itu " jawab Malik sambil menundukkan kepalanya ke bawah.
" Sepertinya pemuda kampung Desa Rindang ini, sering menculik para gadis yang ada di dalam desanya. Aku dan Riska juga pernah berkelahi dengan pemuda kampung, yang saat itu sedang memukul anak kecil. Karena anak kecil itu telah membebaskan teman-temannya, yang sedang di sandera oleh pemuda kampung itu " ucap Yasa yang baru menceritakan tentang kejadian. Saat ia dan Riska bertemu dengan Rangga.
" Pemuda kampung itu hanya menculik para gadis saja, tapi tidak menculik anak kecil. Padahal kalau mereka semua benar-benar seorang penculik, pasti akan menculik anak kecil juga, tapi mereka semua hanya menculik para gadis saja " timpal Riska yang menceritakan tentang pemuda kampung Desa Rindang. Yang hanya menculik para gadis di desanya.
" Semua yang diucapkan Malik, bisa berkaitan dengan cerita Yasa dan Riska. Apakah saat aku melihat itu... hanya salah melihat saja " gumam Tabib di dalam hatinya. Sambil berpikir tentang bagian tubuh Malik yang ia lihat. Saat Tabib tengah memeriksa keadaan luka Malik.
__ADS_1
" Yasa apakah kamu dan Riska sudah mengetahui tujuan pemuda kampung, yang telah menculik para gadis di desanya " tanya Markus.
" Aku hanya mengetahui namanya saja Guru Ketua. Tapi tidak mengetahui tujuan mereka semua. Karena penduduk kampung Desa Rindang ini, belum lama mengetahui tentang penculikan gadis di desanya. Yang ternyata baru mereka ketahui, kalau orang yang menculik para gadis adalah Edi pemuda kampung Desa Rindang " jawab Yasa menjelaskan tentang pemuda kampung yang bernama Edi. Yang telah menculik para gadis di desanya.
" Apakah kita akan menyelidiki kasus penculikan ini, sebelum kita pergi mencari keberadaan ibunya Yasa " tanya Robi pada Markus dan Ratu Aurora.
" Kalian semua tetap pergi mencari keberadaan Sekar Wati, masalah penculikan gadis yang berada di Desa Rindang ini. Bisa aku perintahkan murid Padepokan Macan Putih atau murid Padepokan Singa Merah " Markus menjawab pertanyaan dari Robi. Dan tetap menyuruh Yasa dan teman-temannya, untuk terus melanjutkan kembali perjalanan mereka semua, yang mencari keberadaan Sekar Wati ibunya Yasa.
" Guru Ketua, apakah aku boleh ikut mencari keberadaan ibunya Yasa " tanya Malik antusias.
" Kamu belum sembuh benar Lik, sebaiknya kamu pulihkan terlebih dahulu lukamu itu " ucap Firman yang tidak mengijinkan Malik ikut pergi mencari keberadaan Sekar Wati ibunya Yasa.
" Yang di katakan oleh Firman benar Malik, meski luka kamu sudah ada yang mengering. Tetap saja, luka itu akan kembali mengeluarkan darah lagi. Jika kamu banyak bergerak, karena perjalanan mencari keberadaan Sekar Wati, pasti akan membuat bagian luka yang sebagian yang belum mengering sepenuhnya itu. Akan mengeluarkan darah lagi " tutur Tabib Padepokan Macan Putih.
" Kalau begitu kalian semua lanjutkan kembali perjalanan mencari keberadaan Sekar Wati. Malik akan di urus oleh Tabib di sini, dan masalah pemuda kampung di Desa Rindang. Aku akan memerintahkan murid Padepokan Macan Putih dan murid Padepokan Singa Merah, untuk menyelidiki kasus tentang penculikan gadis di Desa Rindang " Markus memberikan perintah kepada Yasa dan teman-temannya. Untuk melanjutkan perjalanan mencari keberadaan Sekar Wati ibunya Yasa. Agar mereka semua bisa mengetahui cara mengaktifkan Pedang Sakti. Jika Yasa dan teman-temannya berhasil menemukan keberadaan ibunya Yasa.
" Kalau begitu kami semua pamit Guru Ketua, Tabib dan Ketua Ratu " ucap Yasa berpamitan kepada Markus dan Tabib serta Ratu Aurora.
" Markus aku sebaiknya ikut pergi bersama dengan mereka semua " ucap Ratu Aurora, yang ingin pergi mencari keberadaan Sekar Wati.
" Ya sudah silahkan Ratu " Markus mengijinkan Ratu Aurora ikut pergi bersama dengan Yasa dan teman-temannya.
Ratu Aurora dan Yasa serta Teman-temannya, pergi meninggalkan Markus dan Tabib serta Malik di kamar penginapan Rumah Indah.
Setelah kepergian Ratu Aurora serta Yasa dan teman-temannya. Markus dan Tabib juga pergi meninggalkan Malik di dalam kamarnya.
" Malik kamu istirahatlah " ucap Markus sebelum pergi meninggalkan Malik.
" Iya Guru Ketua '' sahutnya.
Markus dan Tabib pun pergi meninggalkan Malik.
__ADS_1
Malik yang merupakan murid Padepokan Black tersenyum senang. Setelah kepergian mereka semua, yang pergi meninggalkannya di dalam kamar penginapan.
" Ternyata mereka semua percaya dengan semua yang aku ceritakan. Hahaha " ucapnya sambil tertawa bahagia. Karena mereka semua percaya dengan cerita Malik yang merupakan murid Padepokan Black.