MISI MENCARI PEDANG SAKTi

MISI MENCARI PEDANG SAKTi
BAB 47 Bertemu Dengan Malik


__ADS_3

Yasa dan teman-temannya yang sedang mencari keberadaan kucing Kay, yang pergi entah kemana. Mengedarkan pandangan mereka semua ke sekeliling Desa Rindang ini.


Dan sepanjang perjalanan mencari keberadaan kucing Kay, mereka semua tiba-tiba saja mendengar suara seekor kucing yang terus mengeong.


" Itu suara kucing seperti suara kucing Kay saja " ucap Yasa yang mendengar suara seekor kucing yang sedang mengeong.


" Ya mungkin saja itu beneran kucing Kay, lebih baik kita semua pergi ke sana " ajak Firman kepada teman-temannya.


" Iya kita coba saja lihat ke sana " timpal Aira yang setuju dengan ajakan Firman. Yang menyuruh mereka semua untuk pergi ke sumber suara seekor kucing yang sedang mengeong.


" Ya semoga saja itu beneran kucing Kay. Jadi kita semua tidak perlu buang-buang waktu mencari hal yang tidak penting "  Riska menatap sinis ke arah Yasa.


" Kucing Kay itu kucing peliharaan ku. Jadi kalau kamu tidak mau ikut mencarinya, tidak masalah bagiku " Yasa mulai tersulut emosi dengan ucapan Riska, yang seperti tidak mau mencari kucing peliharaannya.


" Tenang Yasa, aku dan teman-teman yang lainnya. Pasti akan membantumu mencari kucing Kay. Riska kakak mohon jangan buat keributan " ucap Robi menenangkan Yasa yang tersulut emosi oleh ucapan adiknya. Dan meminta Riska untuk tidak memicu keributan dengan Yasa.


Riska tidak membalas ucapan dari kakaknya, ia lebih memilih diam dari pada membalas ucapan dari Robi kakaknya.


" Ayo kita semua pergi ke arah suara kucing itu " ajak Yasa kepada teman-temannya. Yasa berusaha untuk tidak tersulut emosi oleh ucapan Riska, dan memilih pergi mencari kucing peliharaannya.


Mereka semua pun pergi ke arah suara kucing yang sedang mengeong. Berharap suara itu adalah suara kucing peliharaannya Yasa.


" Meong " suara kucing yang terus mengeong.


Sesampainya di sumber suara seekor kucing yang terus mengeong itu. Mereka semua melihat kucing Kay, yang sedang mengeong di dekat seorang lelaki.


Dan akhirnya mereka semua berhasil menemukan keberadaan kucing peliharaannya Yasa.


" Itu kucing Kay, ayo kita pergi menghampirinya " Yasa sangat senang dan bersemangat sekali. Karena ia bisa menemukan keberadaan kucing peliharaannya.


Yasa dan teman-temannya segera pergi menghampiri kucing Kay, dan sesampainya di dekat kucing Kay. Yasa dan teman-temannya sangat terkejut melihat kucing Kay yang berhasil menemukan Malik.


" Meong " kucing Kay terus mengeong di dekat Malik yang terluka dan belum sadar dari pingsannya.


" Kay, kamu berhasil menemukan keberadaan Malik " Yasa bangga kepada kucing Kay, dan Yasa segera menggendong kucing Kay. Agar kucing Kay tidak terus mengeong di dekat Malik.


" Kondisi Malik penuh dengan luka, dan Malik  juga belum sadar dari pingsannya " ucap Aira yang tengah memeriksa keadaan Malik.

__ADS_1


" Kita harus memanggil Tabib untuk datang mengobati luka Malik " ujar Yudi memberi usul mendatangkan Tabib. Untuk mengobati luka Malik.


" Yasa. Firman, salah satu dari kalian berdua. Harus menghubungi ketua Markus, dengan menggunakan ilmu telepati. Agar ketua Markus datang membawa Tabib, untuk mengobati luka Malik " Robi menyuruh salah satu dari Yasa dan Firman. Untuk mengunakan ilmu telepati, memanggil Markus ketua Padepokan Macan Putih.


" Firman lebih baik kamu saja yang memanggil Guru Ketua, karena ini kucing Kay terus mengeong dan memberontak di gendongan ku " Yasa menyuruh Firman untuk memanggil Markus ketua Padepokan Macan Putih.


" Baiklah " sahut Firman yang bersiap-siap menggunakan ilmu telepati. Untuk memanggil Markus ketua Padepokan Macan Putih.


Saat Firman akan melakukan ilmu Telepati. Tiba-tiba saja Riska menghentikan Firman yang akan menggunakan ilmu telepati, untuk memanggil Markus ketua Padepokan Macan Putih.


" Jangan Firman deh, lebih baik kamu saja Yas " ucap Riska yang tidak setuju jika Firman yang memanggil Markus ketua Padepokan Macan Putih.


Firman yang sedang berkonsentrasi untuk melakukan panggilan ilmu telepati, terpaksa ia hentikan. Karena kesal dengan ucapan Riska.


" Kamu jadi wanita jangan suka buat keributan terus " Firman yang kesal dengan ucapan Riska. Berbicara dengan nada yang marah.


" Riska " Robi menatap tajam ke arahnya.


Riska tidak memperdulikan tatapan tajam mata Robi ke arahnya, dan juga ucapan Firman yang marah kepadanya.


" Bukannya kamu.... " ucapan Yasa terhenti. Karena Riska menyela ucapannya.


" Udahlah Yas, kamu sebaiknya cepat panggil ketua Markus. Lihat nih kucing Kay diam berada di pangkuan ku " Riska memperlihatkan kucing Kay yang diam berada di pangkuannya.


" Ya sudah " Yasa yang melihat kucing Kay diam berada di pangkuannya Riska. Memutuskan untuk segera melakukan ilmu telepati, memanggil Markus ketua Padepokan Macan Putih.


__________


Di ruangan Markus ketua Padepokan Macan Putih.


Markus yang sedang mengintrogasi murid Padepokan Macan Putih, yang ia perintahkan untuk mencari keberadaan Malik dan Sekar Wati ibunya Yasa.


Dan murid Padepokan Macan Putih yang Markus perintahkan. Mereka semua kini sedang berada di ruangannya Markus ketua Padepokan Macan Putih.


Mereka semua yang sedang berhadapan dengan Markus. Langsung memberikan salam hormat kepada Markus ketua Padepokan Macan Putih, yang sedang duduk di dalam ruangannya.


" Salam hormat kepada Guru Ketua " ucap murid Padepokan Macan Putih secara bersamaan.

__ADS_1


Markus menanggapi ucapan dari murid Padepokan Macan Putih, dengan tersenyum senang dan mengagukan kepalanya.


" Bagaimana apakah kalian semua, mendapatkan informasi tentang keberadaan Malik atau Sekar Wati " tanya Markus antusias.


" Maaf Guru Ketua, kami semua tidak mendapatkan informasi tentang keduanya. Tapi saat kami semua sedang mencari keberadaan Malik dan Sekar Wati. Kami semua di serang oleh murid Padepokan Ular Naga, dan beruntungnya ketua Ratu dan murid Padepokan Singa Merah datang menolong kami semua " tutur  Adit salah satu dari murid Padepokan Macan Putih. Yang mendapatkan perintah dari Markus. Untuk mencari keberadaan Malik dan juga Sekar Wati ibunya Yasa.


" Padepokan Ular Naga itu adalah padepokan yang sudah menjadi pengikut Padepokan Black " ucap Markus sambil mengepalkan tangannya.


" Iya betul Guru Ketua " sahut murid Padepokan Macan Putih.


" Ya sudah kalian semua pergi " Markus menyuruh murid-muridnya untuk pergi meninggalkan ruangannya.


" Baik Guru Ketua " murid Padepokan Macan Putih pun pergi meninggalkan ruangan Markus ketua Padepokan Macan Putih.


Setelah kepergian murid-muridnya, Markus akan menggunakan ilmu telepati. Untuk menghubungi Ratu Aurora ketua Padepokan Singa Merah.


Tapi saat Markus akan menghubungi Ratu Aurora. Yasa menghubunginya dengan menggunakan ilmu telepati. Markus pun segera menerima panggilan dari Yasa, dan menghentikan niatnya, yang akan menghubungi Ratu Aurora ketua Padepokan Singa Merah.


" Ada apa Yasa " tanya Markus yang sudah menjawab panggilan ilmu telepati dari Yasa.


" Guru Ketua, bisakah Guru Ketua dan Tabib datang kemari. Karena aku dan teman-teman berhasil menemukan Malik " jawab Yasa di sebrang sana.


" Alhamdulillah, kalau begitu aku dan Tabib akan segera ke sana " Markus senang mendapatkan panggilan dari Yasa. Yang mengatakan kalau Yasa dan teman-temannya, berhasil menemukan keberadaan Malik.


Markus pun menghentikan panggilan ilmu telepati dari Yasa. Karena ia sebelum pergi ke tempat Yasa dan teman-temannya. Markus akan menghubungi Ratu Aurora terlebih dahulu.


" Ratu " Markus memanggil Ratu Aurora dengan menggunakan ilmu telepati.


Ratu Aurora yang berada di Padepokan Singa Merah, yang mendapatkan panggilan dari Markus, segera menerima panggilan darinya.


" Ada apa Markus " tanya Ratu Aurora yang berada di Padepokan Singa Merah.


" Ada sesuatu hal yang ingin aku tanyakan kepadamu Ratu. Tapi sebaiknya kamu dan aku serta Tabib, pergi ke tempat Yasa dan teman-temannya " Markus mengajak Ratu Aurora untuk pergi bersamanya ke tempat Yasa dan teman-temannya.


" Baiklah, karena aku juga ingin mengatakan sesuatu kepadamu. Dan memang seharusnya kita membicarakan itu. Saat kita bertemu di tempat Yasa dan murid-murid ku, yang ikut pergi bersama dengan Yasa " Ratu Aurora pun bersedia pergi ke tempat Yasa dan teman-temannya.


Markus pun menghentikan panggilannya. Karena ia akan menemui Tabib Padepokan Macan Putih, untuk mengajaknya pergi ke tempat Yasa dan teman-temannya.

__ADS_1


__ADS_2