MISI MENCARI PEDANG SAKTi

MISI MENCARI PEDANG SAKTi
BAB 65 Yasa menemukan Malik


__ADS_3

Malik yang melihat kucing Kay, ia berusaha jalan pelan-pelan pergi menghampiri kucing Kay.


"Kay ini beneran kamu?" tanya Malik yang sudah berada di dekat kucing Kay.


"Meong,"


"Ternyata kamu beneran kucing Kay." Malik terharu sampai meneteskan air matanya. Karena ia tidak sendirian lagi, terkurung di dalam ruang bawah tanah Padepokan Black.


"Andai saja kamu bisa menolong aku yang terkurung di dalam sini," ucap parau Malik, yang ingin pergi meninggalkan ruang bawah tanah Padepokan Black.


"Aku akan membantumu Malik," jawab kucing Kay di dalam hatinya.


"Kay, aku senang bisa bertemu dengan kamu." Malik mengusap pelan bulu kucing Kay, dan menaruh kucing Kay di pangkuannya.


"Bagaimana pun caranya. Aku harus bisa membawa Malik pergi dari sini. Tapi! Kekuatan ilmu sihir itu, tidak akan bertahan lama. Pasti murid Padepokan Black yang bertugas menjaga ruang bawah tanah ini, akan segera bangun dari tidurnya. Aku harus menyatukan tubuh aku, yang sedang berada bersama Yasa. Agar kekuatan energi aku menjadi maksimal, dan bisa membawa Malik pergi dari dalam sini," batin kucing Kay sambil menarik kekuatan ilmu sihir pengubah wujud. MembuatĀ  wujud kucing Kay yang berada bersama Yasa, jiwanya akan masuk ke dalam jiwa kucing Kay, yang berada di tempat ruang bawah tanah Padepokan Black.


________


Yasa dan teman-temannya, yang sedang berkumpul bersama dengan Markus dan Tabib serta Ratu Aurora. Belum melanjutkan kembali perjalanan mereka semua.


"Bagaimana Markus rencana kita selanjutnya?" tanya Ratu Aurora.


"Kita masih tetap harus mencari Sekar Wati. Untuk mengetahui cara mengaktifkan Pedang Sakti, dan sekalian mencari Malik. Karena Malik yang pernah kita temukan waktu itu. Kemungkinan terbesar dia itu bukanlah Malik murid Padepokan Macan Putih," jawab Markus.


"Iya kita harus mencari keberadaan ibuku dan juga Malik sahabatku. Karena aku sangat merindukan mereka berdua, apalagi penyebab Malik menghilang adalah kesalahanku." Yasa yang masih merasa bersalah atas kehilangannya Malik. Membuat ia sampai meneteskan air mata.


"Yas, kamu jangan menyalahkan diri kamu terus." Firman mengusap punggung Yasa. Mencoba menenangkan Yasa, yang sedang sedih dan terus menyalahkan dirinya sendiri.


"Sudahlah Yas, semua ini sudah terjadi. Yang terpenting saat ini adalah, kita semua harus segera menemukan mereka berdua. Ayo kita pergi sekarang!" ajak Markus kepada Ratu Aurora serta Yasa dan teman-temannya.


"Ketua Markus."Tabib menghentikan perjalanan Markus, yang mengajak Ratu Aurora serta Yasa dan teman-temannya mencari keberadaan Sekar Wati dan Malik.


"Iya ada apa Tabib?" tanya Markus sambil membalikkan badannya ke arah Tabib Padepokan Macan Putih.


"Aku mau bertanya? Apakah aku harus ikut pergi bersama ketua Markus. Atau aku harus balik lagi ke Padepokan Macan Putih?" jawab Tabib sambil mempertanyakan tentang tugas yang akan di berikan oleh Markus ketua Padepokan Macan Putih.


"Kamu sebaiknya pergi ke Padepokan Macan Putih, dan apakah? Tabib sudah memberitahukan kepada guru Herion dan murid Padepokan Macan. Untuk menyelidiki kasus di Desa Rindang?" Markus kembali bertanya lagi kepada Tabib.

__ADS_1


"Aku sudah memberitahukannya kepada guru Herion. Kalau begitu aku pamit pulang ke Padepokan Macan Putih," pamit Tabib kepada Markus dan Ratu Aurora serta Yasa dan teman-temannya. Tabib pergi menuju Padepokan Macan Putih dengan menggunakan ilmu menghilang.


Setelah kepergian Tabib Padepokan Macan Putih. Mereka semua melanjutkan kembali perjalanannya, dalam mencari keberadaan Sekar Wati dan juga Malik.


Perjalanan yang sudah lumayan jauh dan hari sudah semakin sore, membuat Robi menghentikan perjalanan ini.


"Ketua Markus dan ketua Ratu, hari sudah mau menjelang malam. Apakah kita semua tidak mencari penginapan?" tanya Robi yang membuat Markus dan Ratu Aurora serta Yasa dan teman-temannya berhenti.


"Kita akan berhenti. Jika kita semua sudah menemukan penginapan, untuk bermalam di sana. Jadi kita semua tetap pergi, sambil mencari tempat penginapan," jawab Markus.


"Ya sudah. Ayo kita pergi mencari tempat penginapan?" Ratu Aurora mengajak Markus serta Yasa dan teman-temannya. Untuk pergi mencari tempat penginapan.


Mereka semua pun terus pergi mencari keberadaan Sekar Wati dan juga Malik, sambil mencari tempat penginapan.


Markus yang memimpin perjalanan mereka semua, menemukan penginapan yang berada di Desa Walarijo.


"Di sana ada sebuah penginapan," tunjuk Markus ke tempat penginapan yang bernama Lintang.


"Oh iya, untung saja kita semua sudah menemukan penginapan. Aku sudah ingin segera membaringkan tubuhku ke tempat tidur, untuk beristirahat," ucap Firman yang senang bisa menemukan penginapan.


Mereka semua pun pergi menuju penginapan yang bernama Lintang, dan bermalam di sana. Karena saat mereka semua menemukan penginapan, sudah menjelang malam hari.


Setelah memesan penginapan. Mereka semua langsung masuk ke dalam kamar penginapan masing-masing. Untuk beristirahat, sebelum melanjutkan kembali perjalanan mereka semua.


Yasa yang sudah tidur di dalam sebuah penginapan sambil memeluk kucing Kay, ia merasakan kucing Kay akan membawanya terbang.


"Kenapa aku seperti akan terbang? Mungkin saja ini hanya mimpi," ucap Yasa yang tidak sampai membuka matanya, dan merasakan ia seperti akan terbang sambil memeluk kucing Kay.


Yasa yang merasa itu hanya sebuah mimpi, ia pun melanjutkan kembali tidurnya. Karena Yasa sudah sangat mengantuk sekali, ia pun tidur sambil memeluk kucing Kay.


Yasa yang tidak menyadari bahwa dirinya terbawa terbang bersama dengan jiwa kucing Kay, yang akan pergi menuju ruang bawah tanah Padepokan Black. Dan orang-orang yang berada di dalam penginapan, tidak ada yang bisa melihat Yasa dan kucing Kay terbang. Karena hanya jiwanya saja yang ikut terbang bersama dengan jiwa kucing Kay.


Jiwa kucing Kay dan jiwa Yasa sangat mudah memasuki ruang bawah tanah Padepokan. Karena murid Padepokan Black, yang bertugas menjaga ruang bawah tanah Padepokan Black masih tertidur pulas.


Kucing Kay yang melihat jiwanya terbang bersama jiwa Yasa sangat terkejut.


"Astaghfirullah, kenapa Yasa bisa ikut terbang ke sini?" gumam kucing Kay.

__ADS_1


Malik yang sedang mengusap kucing Kay, ia merasakan keberadaan Yasa yang berada di dekatnya.


"Yasa!" teriak Malik memanggil Yasa. Karena Malik merasakan seperti ada Yasa disini.


"Apakah? Malik juga bisa melihat jiwa Yasa, yang ikut pergi bersama dengan jiwaku?" kucing Kay kaget mendengar Malik berteriak memanggil Yasa.


"Tidak ada Yasa disini." Malik yang bangun mencoba mencari Yasa. Karena tadi dia merasakan kehadiran Yasa.


"Oh syukurlah, ternyata Malik tidak bisa melihat jiwa Yasa. Tapi sekarang ini, aku harus segera membangunkan Yasa, jangan sampai murid Padepokan Black mengetahui keberadaannya," kucing Kay segera keluar dari tempat Malik yang terkurung.


"Meong," kucing Kay terus mengeong. Agar Yasa segera bangun dari tidurnya.


Yasa yang mendengar suara kucing Kay yang terus mengeong, segera bangun dari tidurnya.


"Dimana aku!" lirih Yasa sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat ruang bawah tanah Padepokan Black.


"Yasa. Kenapa aku merasakan, kalau kamu berada tidak jauh dari tempatku sekarang ini," ucap Malik sambil bersedih. Karena ia bisa merasakan Yasa berada di sekitarnya, tapi tidak bisa melihat jiwa Yasa.


Yasa pun menengok ke arah suara, yang memanggil namanya.


"Malik, ini beneran kamu?" tanya Yasa yang ingin memastikan. Kalau yang ia lihat adalah Malik sahabat baiknya.


"Meong," kucing Kay pun mengeong dan pergi menghampiri Yasa.


"Kay, kamu mau pergi kemana? Jangan tinggalkan aku sendiri, bawalah aku pergi dari sini!" ujar Malik yang melihat kucing Kay akan pergi meninggalkannya.


"Malik ini beneran kamu? Kenapa kondisi kamu bisa seperti ini?" tanya Yasa.


"Malik!" Yasa terus memanggil nama Malik. Agar Malik menjawab pertanyaannya.


Malik yang tidak bisa mendengar suara Yasa, dan ia juga tidak bisa melihat jiwa Yasa, yang berada di dalam ruang bawah tanah Padepokan Black.


"Meong, meong" kucing Kay pun bingung melihat situasi seperti ini. Karena kucing Kay tidak tahu. Kalau jiwa Yasa bisa ikut pergi bersama jiwanya, yang akan pergi ke ruang bawah tanah Padepokan Black. Untuk memaksimalkan kekuatannya, agar bisa membebaskan Malik di ruang bawah tanah Padepokan Black.


"Hey, kalian semua kenapa malah tidur di sini?" ucap murid Padepokan Black, yang berada di luar pintu masuk ruang bawah tanah Padepokan Black.


"Itu seperti suara murid Padepokan Black, yang akan membangunkan temannya," batin Kucing Kay yang kaget dan bingung, mendengarkan suara murid Padepokan Black yang membangunkan temannya.

__ADS_1


__ADS_2