
Markus dan Tabib yang pergi ke Padepokan Macan Putih. Untuk mengecek keadaan murid Padepokan Macan Putih, yang kemungkinan terkena pengaruh ilmu sihir dari murid Padepokan Ular Naga.
Sesampainya Markus dan Tabib di Padepokan Macan Putih. Mereka berdua melihat kondisi Padepokan Macan Putih yang sangat berantakan sekali, dan banyak murid Padepokan Macan Putih yang tidak sadarkan diri di depan halaman Padepokan Macan Putih.
"Guru Herion kemana Tabib?" tanya Markus yang tidak melihat keberadaan guru Herion.
"Bukannya ketua Markus menyuruh guru Herion. Untuk pergi ke Desa Rindang bersama dengan murid Padepokan Macan Putih yang lainnya," jawab Tabib yang mengingatkan Markus tentang perintahnya, yang menyuruh guru Herion dan murid Padepokan Macan Putih. Untuk pergi ke Desa Rindang, menyelidiki kasus para gadis yang di culik.
"Oh iya, aku lupa. Tabib kamu segera obati luka murid-murid Padepokan Macan Putih. Setelah itu, barulah kita pergi ke penginapan Lintang. Untuk mengobati luka Malik, dan aku juga ingin mengetahui. Apakah yang Yasa temukan kali ini? Malik murid Padepokan Macan Putih, atau! Murid Padepokan Black yang menyamar menjadi Malik." Markus menyuruh Tabib untuk mengobati luka murid Padepokan Macan Putih yang terluka.
"Baik, ketua Markus." Tabib pun segera memeriksa satu persatu murid Padepokan Macan Putih yang terluka.
Saat Tabib sedang memeriksa keadaan murid Padepokan Macan Putih yang terluka. Markus mendapatkan suara panggilan ilmu telepati dari Ratu Aurora.
"Ada apa? Ratu Aurora memanggilku?" batin Markus sebelum ia menerima panggilan ilmu telepati dari Ratu Aurora.
"Markus, kenapa kamu belum kembali ke sini?" tanya Ratu Aurora. Ketika Markus menerima panggilan ilmu telepati dari Ratu Aurora.
"Keadaan di Padepokan Macan Putih sangat berantakan Ratu. Karena murid Padepokan Ular Naga datang menyerang Padepokan Macan Putih, saat ini Tabib sedang mengobati luka murid Padepokan Macan Putih yang terluka." Markus menceritakan tentang keadaan Padepokan Macan Putih, dan itu penyebab ia tidak bisa pergi ke penginapan Lintang untuk saat ini.
"Tapi kamu dan Tabib tidak terluka kan?" Ratu Aurora mencemaskan keadaan Markus dan Tabib.
"Aku tidak kenapa-kenapa. Tapi tadi saat aku datang ke ruangan Tabib. Murid Padepokan Ular Naga keluar dari dalam ruangan Tabib, dan mereka semua mau membawa Tabib yang saat itu tidak sadarkan diri. Untung aku datang tepat waktu, dan bisa menyelamatkan Tabib yang akan di bawa pergi oleh murid Padepokan Ular Naga. Tapi sekarang ini Tabib sudah tidak kenapa-kenapa, ia sedang mengobati luka murid Padepokan Macan Putih secara bergantian. Sepertinya aku dan Tabib tidak bisa sekarang pergi ke penginapan Lintang. Karena aku akan mengecek keadaan di dalam Padepokan Macan Putih, sedangkan Tabib akan mengobati luka murid Padepokan Macan Putih yang terluka." jelas Markus.
"Ya sudah, kamu bereskan saja urusan di Padepokan Macan Putih. Yasa sudah menyuruh pelayanan penginapan. Untuk mencarikan Tabib yang ada di Desa Walarijo," panggilan ilmu telepati pun berhenti. Karena Ratu Aurora yang menghentikan panggilan ilmu telepatinya.
Markus yang sudah selesai menerima panggilan ilmu telepati dari Ratu Aurora, ia segera pergi menghampiri Tabib, yang sedang mengobati luka murid Padepokan Macan Putih.
"Tabib. Aku akan masuk ke dalam ruanganku. Untuk mengecek keadaan di dalam sana," pamit Markus kepada Tabib.
"Iya," sahutnya sambil terus memeriksa keadaan luka murid Padepokan Macan Putih.
__ADS_1
Markus pun bergegas pergi ke dalam ruangannya.
_________
Sementara itu.
Ratu Aurora yang sudah mengetahui alasan Markus, yang tidak bisa cepat datang ke penginapan Lintang, ia pun memberitahukan semua itu kepada Yasa dan teman-temannya.
"Kenapa saat keadaan seperti ini, murid Padepokan Ular Naga malah menyerang Padepokan Macan Putih. Apa jangan-jangan! Mereka semua mendapatkan perintah dari Rimba ketua Padepokan Black. Karena murid Padepokan Black sudah memberitahukan kepada Rimba, tentang Malik yang kabur dari ruang bawah tanah Padepokan Black," batin Yasa yang mendengarkan cerita dari Ratu Aurora, dan ia juga menduga penyebab penyerangan murid Padepokan Ular Naga, yang menyerang Padepokan Macan Putih. Karena Rimba sudah mengetahui tentang Malik, yang sudah berhasil kabur dari ruang bawah tanah Padepokan Black.
"Ketua Ratu. Apakah yang terjadi di Padepokan Macan Putih itu, adalah perintah dari Rimba? Karena setahuku murid Padepokan Ular Naga adalah pengikut Padepokan Black." tanya Robi kepada Ratu Aurora. Ketika Ratu Aurora selesai menceritakan tentang kondisi di Padepokan Macan Putih.
"Semua itu pasti atas perintah dari Rimba. Jadi kita semua harus selalu berhati-hati, jangan mudah percaya dengan orang yang belum tentu berada di pihak kita." Ratu Aurora menjawab pertanyaan dari Robi, sambil melirik ke arah Malik.
Yasa yang melihat tatapan mata Ratu Aurora ke arah Malik, langsung membela Malik sahabatnya yang baru saja ia dan kucing Kay temukan.
"Ketua Ratu, dia itu Malik sahabat baikku. Aku sudah menceritakan semuanya, tapi ketua Ratu dan teman-teman semuanya. Seperti tidak percaya dengan ucapanku," ucap Yasa yang membela Malik. Karena ia dan kucing Kay, yang sudah berusaha membuat Malik terbebas dari ruang bawah tanah Padepokan Black.
"Aku percaya kok Yas," sahut Firman yang berada di dekat Yasa.
"Alhamdulillah. Ayo Tabib tolong cek kondisi luka Malik dan kucing peliharaanku yang belum sadar dari pingsannya." Yasa senang melihat kedatangan Tabib, yang akan mengobati luka Malik dan kucing Kay.
Tabib menjawab pertanyaan dari Yasa, dengan cara menganggukkan kepalanya. Tabib pun langsung memeriksa keadaan luka Malik, dan setelah itu barulah kucing peliharaannya Yasa.
Ketika Tabib sudah selesai mengobati luka di kaki Malik, dan kini Tabib akan mengobati kondisi kucing Kay yang belum sadar.
"Maaf Tabib. Apakah tidak memeriksa luka yang berada di dalam tubuh Malik?" tanya Ratu Aurora mencegah Tabib, yang akan mengobati kucing Kay. Karena Ratu Aurora mengingat ucapan Tabib Padepokan Macan Putih, yang mengobati luka Malik. Tapi Tabib Padepokan Macan Putih, tidak melihat tanda lahir di tubuh Malik.
"Memangnya kondisi tubuh kamu juga terluka?" tanya Tabib kepada Malik. Sebelum Tabib memeriksa tubuh Malik.
"Iya Tabib. Karena ketika aku dikurung di dalam penjara Padepokan Black, murid Padepokan Black mencambuk tubuhku." Malik menjawab pertanyaan dari Tabib.
__ADS_1
"Kalau begitu buka baju kamu," titah Tabib kepada Malik. Untuk membuka bajunya, karena Tabib akan mengobati luka di tubuh Malik.
"Aku akan mencari tanda lahir di tubuh Malik. Jika tidak ada tanda lahir di tubuhnya, sudah bisa di pastikan. Kalau dia adalah murid Padepokan Black, yang menyamar menjadi Malik." Ratu Aurora membatin sambil tersenyum miring. Karena setelah Malik membuka bajunya, ia akan mencari tanda lahir di tubuh Malik.
Ketika Malik akan membuka bajunya, kucing Kay perlahan-lahan membuka matanya.
"Meong," suara kucing Kay yang mengeong pelan. Karena kondisinya masih lemah. Setelah ia menyalurkan kekuatan energinya kepada Malik, yang memang belum pernah diobati. Selama Malik dikurung di dalam ruang bawah tanah Padepokan Black.
"Kay. Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar juga." Yasa terharu melihat kucing Kay, yang sudah sadar dari pingsannya.
"Tapi meski kucing peliharaan kamu sudah sadar. Aku akan memeriksa keadaannya. Agar aku bisa mengetahui penyebab dia pingsan," ucap Tabib.
"Iya Tabib," sahut Yasa yang sudah tenang melihat kucing Kay sudah sadar.
Malik yang sudah selesai membuka bajunya. Melihat Ratu Aurora yang terus memperhatikan bagian tubuhnya.
"Ketua Ratu. Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Malik yang ingin mengetahui tujuan Ratu Aurora, yang melihat bagian dari tubuhnya.
"Itu.... Ada tanda lahir!" lirih Ratu Aurora yang kaget melihat tanda lahir di tubuh Malik.
"Memangnya kenapa dengan tanda lahir di tubuhku?" Malik bertanya lagi.
"Ka...kamu beneran Malik murid Padepokan Macan Putih." Ratu Aurora menjawab dengan terbata-bata. Karena ia sudah melihat tanda lahir yang berada di tubuh Malik.
"Cepat Tabib obati lukanya," lanjut Ratu Aurora yang menyuruh Tabib. Untuk segera mengobati luka di tubuh Malik, yang di cambuk oleh murid Padepokan Black.
"Iya." Tabib pun segera membalurkan ramuan ke tubuh Malik. Agar luka Malik cepat sembuh. Karena Malik belum pernah diobati, selama di kurung di dalam ruang bawah tanah Padepokan Black.
"Ramuan yang aku buat tinggal sedikit lagi. Karena luka di tubuhnya sudah lama, dan seperti belum pernah diobati. Kalau begitu, aku akan menyuruh murid ku. Untuk mengambil ramuan di dalam ruanganku," ucap Tabib. Setelah Tabib mengatakan itu semua, ia segera melakukan panggilan ilmu telepati kepada muridnya. Untuk membawa ramuan di dalam ruangan Tabib.
Tidak lama kemudian.
__ADS_1
Murid Tabib sudah datang menghampiri mereka semua, sambil membawa ramuan yang di perintahkan oleh Tabib.
Yasa dan Ratu Aurora kaget melihat kedatangan murid Tabib, dan murid Tabib juga kaget melihat Yasa dan Ratu Aurora.