
Kucing Kay yang sudah berubah menjadi Burung Elang Raksasa, merentangkan kedua sayapnya, untuk membawa Yasa dan teman-temannya pergi meninggalkan Padepokan Black.
Dengan usah yang sangat kuat. Burung Elang Raksasa berhasil membawa Yasa dan teman-temannya, ke atas punggung Burung Elang Raksasa. Meski ia harus menahan rasa sakit. Karena Burung Elang Raksasa juga terkena ilmu sihir Pemanggil Roh, membuat kekuatan Burung Elang Raksasa sedikit melemah.
"Aku harus kuat, dan bisa membawa mereka semua pergi dari Padepokan Black," gumam kucing Kay menguatkan dirinya. Untuk bisa berhasil kabur dari Padepokan Black.
Kegigihan kucing Kay yang sudah berubah menjadi Burung Elang Raksasa, membuat mereka semua berhasil kabur dari Padepokan Black.
Burung Elang Raksasa segera mengepakkan kedua sayapnya dengan sangat cepat. Untuk segera pergi meninggalkan Padepokan Black. Agar mereka semua tidak mendapatkan halangan dan gangguan lagi, dari Raja iblis yang membantu Rimba ketua Padepokan Black.
"Alhamdulillah, akhirnya aku berhasil kabur membawa mereka semua dari dalam Padepokan Black." Burung Elang Raksasa mengucapkan rasa syukur atas keberhasilannya, yang bisa kabur dari dalam Padepokan Black.
Burung Elang Raksasa sudah terbang jauh meninggalkan Padepokan Black. Akan tetapi, kekuatan Burung Elang Raksasa semakin menurun. Karena membawa beban berat Yasa dan juga teman-temannya, yang masih belum sadar dari pingsannya.
"Aku harus kuat, aaaaaaaaah," jerit Burung Elang Raksasa menahan rasa sakit. Hingga membuat ia akan terjatuh ke bawah. Karena kekuatan Burung Elang Raksasa semakin melemah, di tambah ia membawa Yasa dan teman-temannya, yang berada di atas punggungnya.
"Aku harus segera sampai ke penginapan Agung Sedayu terlebih dahulu. Untuk menolong orang-orang yang berada di dalam sana, yang berubah menjadi binatang peliharaan," lirih Burung Elang Raksasa. Menguatkan dirinya, agar bisa cepat sampai di penginapan Agung Sedayu.
Sesampainya di penginapan Agung Sedayu.
Burung Elang Raksasa segera meletakkan Yasa dan teman-temannya, di bawah tanah secara pelan-pelan dan hati-hati. Agar luka mereka semuanya tidak semakin parah.
"Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di penginapan ini," ucapnya terharu karena bisa berhasil membawa Yasa dan teman-temannya, kabur dari dalam Padepokan Black, dan bisa sampai ke penginapan Agung Sedayu.
"Aku harus segera memanggil Para Dewa. Untuk segera datang menolong Yasa dan teman-temannya yang terluka."
"Wahai Para Dewa datanglah menemui panggilanku. Karena aku butuh bantuan darimu," kucing Kay memanggil Para Dewa.
" A...ku, harus memberi perisai pelindung. A...gar, murid Padepokan Black dan penduduk kampung. Tidak bisa mendeteksi keberadaanku, serta Yasa dan teman-temannya," lirihnya sambil menahan rasa sakit.
Kucing Kay mengerahkan seluruh kekuatannya yang masih tersisa. Untuk membuat perisai pelindung. Agar mereka semua selamat dari gangguan murid Padepokan Black, dan juga penduduk kampung yang sudah menjadi pengikut Padepokan Black.
Tidak lama kemudian.
Para Dewa memenuhi panggilan dari kucing Kay, yang meminta bantuan kepada Para Dewa. Agar datang menemui kucing Kay, di penginapan Agung Sedayu.
__ADS_1
Sesampainya di penginapan Agung Sedayu.
Para Dewa sangat terkejut melihat Yasa dan teman-temannya terluka, dan belum sadar dari pingsannya.
"Ini kenapa! Mereka semua jadi lemah tak berdaya seperti ini?" tanya Dewa Air kepada kucing Kay.
"A...ku dan mereka semua terkena ilmu sihir Pemanggil Roh," jawab kucing Kay dengan tertatih menahan rasa sakit.
"Para Dewa, setelah menyembuhkan Yasa dan teman-temannya. Tolong rubah kembali, orang-orang yang berada di kamar sana," tunjuk kucing Kay ke kamar penitipan hewan. Setelah berusaha menahan rasa sakit, hingga membuat kucing Kay terjatuh pingsan.
Para Dewa yang melihat kucing Kay pingsan, segera bertindak menyelamatkannya. Serta mengobati Yasa dan juga teman-temannya.
"Kucing Kay serta Yasa dan teman-temannya, mereka semua terkena ilmu sihir Pemanggil Roh. Untungnya mereka semua tidak sampai di ambil rohnya oleh Raja iblis. Hanya saja! Kondisi kekuatannya melemah," tutur Dewa Tanah menjelaskan kepada Para Dewa. Tentang kondisi kucing Kay serta Yasa dan teman-temannya, yang kekuatan energinya telah di ambil oleh Raja iblis.
"Apakah? kekuatan energinya, bisa kembali pulih lagi?" tanya Dewa Angin.
"Tentu bisa pulih kembali kekuatan energinya. Jika kita bisa mendapatkan Bunga Red yang sangat langka. Karena keberadaan Bunga Red, hanya ada di perdalam Hutan Lembah Lereng," tutur Dewa Tanah.
"Bukannya! Hutan Lembah Lereng itu adalah tempat Para iblis?" ujar Dewa Air.
"Apakah? Kita semua bisa mengambil Bunga Red di tempat Para iblis?" tanya Dewa Angin.
"Kita pasti bisa mengambilnya! Jika kita semua pergi bersama-sama," jawab Dewa Tanah.
"Tapi! Rasanya itu akan sangat sulit sekali. Karena kita semua akan berhadapan dengan Para iblis, yang berada di Hutan Lembah Lereng." Dewa Air merasa tidak yakin bisa mendapatkan Bunga Red, yang berada di Hutan Lembah Lereng.
"Kita pasti bisa mengalahkan Para iblis, yang berada di Hutan Lembah Lereng. Demi bisa memulihkan kekuatan energi kucing Kay, serta Yasa dan juga teman-temannya." Dewa Tanah meyakinkan Para Dewa. Pasti mereka semua bisa mengalahkan Para iblis, dan pergi mencari Bunga Red. Meski harus bertarung melawan Para iblis yang berada di Hutan Lembah Lereng.
"Kalau begitu mari kita pergi mencari Bunga Red," ajak Dewa Api sangat bersemangat sekali.
"Sebelum kita mencari keberadaan Bunga Red, kita obati dulu Yasa dan teman-temannya." Dewa Air mencegah Dewa Api yang mengajak Para Dewa pergi mencari Bunga Red.
"Oh iya, aku sampai melupakan mereka semua. Hehehe," jawab Dewa Api sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Para Dewa menggelengkan kepalanya, karena tingkah Dewa Api yang selalu terburu-buru, mengajak Para Dewa pergi mencari Bunga Red, di perdalam Hutan Lembah Lereng.
__ADS_1
"Luka Yasa sangat parah! Karena ia terkena Mantra Kegelapan," ucap Dewa Tanah yang memeriksa keadaan Yasa. Karena Dewa Tanah mempunyai bermacam-macam ramuan, untuk menyembuhkan orang yang terluka.
"Kita harus menyelamatkan Yasa, jangan sampai ia juga tidak terselamatkan seperti Mahesa Mahendra ayahnya," cemas Dewa Angin, yang melihat kondisi tubuh Yasa yang terluka sangat parah.
"Kalau Teman-temannya bagaimana Dewa Tanah?" Dewa Air menanyakan kondisi teman-temannya Yasa.
"Teman-temannya sebentar lagi juga akan sadar. Sebaiknya kita semua segera pergi ke kamar yang ditunjuk oleh kucing Kay," ajak Dewa Tanah kepada Para Dewa.
"Kita tidak pergi mencari Bunga Red terlebih dahulu?" sahut Dewa Api mencegah Dewa Tanah, yang akan mengajak Para Dewa pergi ke dalam kamar yang di tunjukkan oleh kucing Kay, sebelum kucing Kay pingsan.
"Nanti kita semua pergi mencari Bunga Red. Untuk sekarang ini? Kita semua sebaiknya pergi ke dalam kamar itu," tunjuk Dewa Air ke sebuah kamar tempat penitipan hewan.
Setelah mengobati kucing Kay, serta Yasa dan teman-temannya. Para Dewa pergi ke kamar yang ditunjuk oleh kucing Kay.
Sesampainya di kamar penitipan hewan.
Lagi-lagi Para Dewa kaget, melihat orang-orang yang ada di dalam kamar ini berubah menjadi binatang.
"Kita harus merubah mereka semua menjadi manusia lagi," ucap Dewa Tanah.
"Iya," sahut Para Dewa.
Para Dewa segera mengeluarkan ilmu sihir perubahan. Agar orang-orang yang berubah menjadi binatang, bisa berubah kembali menjadi manusia.
Setelah orang-orang itu sudah berubah menjadi manusia kembali. Para Dewa mengeluarkan ilmu sihir pelupa ingatan. Agar jika orang-orang itu sadar, mereka semua tidak mengingat kejadian yang mereka alami. Selama orang-orang itu menjadi binatang.
"Orang-orang ini sudah berubah menjadi manusia, dan kondisi mereka semua masih pingsan. Mereka semua juga telah melupakan kejadian yang mereka alami selama menjadi binatang," tutur Dewa Angin.
"Kalau begitu mari kita semua pergi mencari Bunga Red. Untuk memulihkan kekuatan energi kucing Kay, serta Yasa dan juga teman-temannya." Dewa Tanah mengajak Para Dewa untuk pergi, meninggalkan penginapan Agung Sedayu.
"Baiklah," sahut Para Dewa
Semua Para Dewa yang datang ke penginapan Agung Sedayu. Mereka semua segera pergi, setelah mengobati kucing Kay, serta Yasa dan teman-temannya. Dan juga sudah merubah orang-orang yang menjadi binatang, menjadi manusia lagi. Para Dewa juga telah mengeluarkan ilmu sihir pelupa ingatan. Agar orang-orang itu bisa melupakan semua kejadian, yang mereka alami selama menjadi binatang.
Para Dewa segera pergi mencari Bunga Red yang sangat sulit didapatkan. Karena keberadaan Bunga Red yang sangat langka, dan hanya ada di perdalam Hutan Lembah Lereng, yang di kuasai oleh Para iblis. Para Dewa akan berusaha mendapatkan Bunga Red. Untuk memulihkan kekuatan energi kucing Kay, serta Yasa dan teman-temannya.
__ADS_1