MISI MENCARI PEDANG SAKTi

MISI MENCARI PEDANG SAKTi
BAB 13 Perintah Ratu Aurora


__ADS_3

Kesalah pahaman yang terjadi di antara yasa dan Riska, dengan murid Padepokan Elang Sakti, bisa di luruskan berkat kedatangan Ratu Aurora.


"Sekali lagi saya, sebagai ketua Padepokan Elang Sakti meminta maaf atas kesalah pahaman murid-murid saya. Yang telah menuduh kalian berdua sebagai seorang penyusup, dan mata-mata Padepokan Black," tutur Erlangga yang merasa bersalah telah menuduh Yasa dan Riska. Sebagai seorang penyusup, dan mata-mata Padepokan Black. Karena terhasut dengan ucapan murid-muridnya.


"Iya tidak apa-apa ketua Erlangga, aku juga merasa bersalah. Karena telah berani masuk ke dalam Padepokan Elang Sakti. Untuk pergi mengambil kucing peliharaan ku, yang masuk ke dalam kamar salah satu murid Padepokan Elang Sakti, tanpa meminta izin terlebih dahulu." Yasa juga merasa bersalah. Karena telah memasuki Padepokan Elang Sakti, yang di anggap Yasa hanya sebentar saja, tapi tidak tahunya malah terjadi ke salah pahaman seperti ini.


"Aku sebagai perwakilan murid Padepokan Elang Sakti, mau meminta maaf karena tidak percaya dengan ucapan mu," ucap Lutffy sambil bersalaman kepada Yasa dan Riska. Karena ia ingin meminta maaf kepada Yasa dan Riska, dan di ikuti oleh murid Padepokan Elang Sakti yang lainnya juga.


Yasa dan Riska pun memaafkan kesalah pahaman ini, karena mereka berdua juga merasa bersalah tidak meminta izin untuk masuk ke dalam Padepokan Elang Sakti terlebih dahulu.


"Kalau sudah saling memaafkannya, sekarang waktunya. Yasa dan Riska pergi mengobati semua luka kalian berdua." Ratu Aurora yang melihat luka Yasa dan Riska, menyuruh mereka berdua untuk mengobati lukanya.


Yasa dan Riska diantar oleh Lutffy murid Padepokan Elang Sakti. Bertemu dengan Tabib Padepokan Elang Sakti, untuk mengobati luka mereka berdua.


Sesampainya di ruangan Tabib Padepokan Elang Sakti. Tabib langsung memeriksa luka Yasa dan Riska secara bergantian, dan tidak menemukan luka yang cukup serius.


"Luka kalian berdua tidak ada yang serius, hanya luka ringan, dan setelah diberi ramuan obat ini. Kalian berdua akan merasa lebih baik dan lebih bertenaga. Karena aku telah memberikan ramuan stamina energi. Selain membuat luka kalian berdua cepat kering, ramuan stamina energi juga memberikan energi yang cukup kuat dan bertenaga. Ayo silahkan di minum ramuan stamina energinya," ucap Tabib sambil memberikan ramuan stamina energi kepada Yasa dan Riska.


Setelah meminum ramuan stamina energi, yang di buatkan oleh Tabib. Yasa dan Riska merasa sudah cukup sehat dan lebih bertenaga.


"Terima kasih Tabib, telah memberikan ramuan stamina energi ini. Sehingga membuat luka aku jadi tidak merasa sakti. Apalagi setelah meminum ramuan ini, membuat stamina energi aku. Jadi merasa lebih bertenaga, seperti yang telah Tabib sampaikan," ujar Yasa tersenyum senang. Karena merasa badannya lebih bertenaga.


"Iya sama-sama," sahut Tabib merasa senang melihat yasa dan Riska, yang sudah sembuh dari luka mereka berdua.


"Kalau begitu, kami berdua pergi dulu Tabib. Untuk bertemu dengan ketua Ratu, dan ketua Erlangga," Riska dan Yasa pun berpamitan kepada tabib.


Yasa dan Riska yang sudah berpamitan dengan Tabib, segera pergi bertemu dengan Ratu Aurora dan Erlangga.


Akan tetapi, langkah Yasa terhenti. Karena Riska menghentikan langkah Yasa, yang akan pergi menemui Ratu Aurora dan Erlangga.


"Yas." Riska mencekal tangan Yasa yang berada didepannya.

__ADS_1


"Iya Ris! Ada apa?" sahut Yasa sambil menengok ke belakang.


"Aku mau minta maaf. Karena dulu aku pernah menuduh kamu dan kedua sahabat mu. Rasanya di tuduh yang tidak kita perbuat itu, tidak enak juga yah hehehe," senyum Riska yang merasa bersalah, kepada Yasa dan kedua sahabatnya.


"Iya tidak apa-apa Ris, tapi aku harap kamu jangan melakukan hal itu lagi yah! Karena menurutku, semua itu bisa di bicarakan dengan baik-baik, atau di selidiki kebenarannya terlebih dahulu. Agar tidak terjadi kesalah pahaman yang berlanjut." Yasa menatap wajah Riska sambil tersenyum.


"Ayo kita pergi menemui Ketua Ratu dan Ketua Erlangga, pasti mereka berdua ingin bertemu dengan kita berdua," ajak Yasa kepada Riska sambil memegang erat tangannya.


Riska yang di pegang erat tangannya, terus menatap pegangan tangan dari Yasa. Dan membuat hatinya merasa senang berada didekat Yasa.


"Sepertinya? Aku mulai nyaman berada di dekatnya!" gumam Riska didalam hatinya, sambil terus tersenyum.


Sesampainya Yasa dan Riska di ruangan Ketua Erlangga, yang di beri tahu oleh murid Padepokan Elang Sakti, mereka berdua segera mengetuk pintu ruangan Ketua Erlangga.


"Tok-tok," suara ketukan pintu.


Tidak lama kemudian pintu ruangan Erlangga pun dibuka.


Yasa dan Riska masuk ke dalam, sambil memberi salam penghormatan kepada Ratu Aurora dan Erlangga.


"Salam hormat kepada Ketua Erlangga, dan Ketua Ratu," ucap Yasa dan Riska secara bersamaan.


"Yasa. Riska, sebelum aku bertanya kepada kalian berdua. Aku meminta Yasa untuk mengunakan ilmu telepati mu terlebih dahulu, memanggil Malik atau Firman. Agar mereka semua mengetahui keadaan kalian berdua yang baik-baik saja, dan suruh mereka semua untuk datang ke Padepokan Elang Sakti," perintah Ratu Aurora kepada Yasa.


"Baiklah ketua Ratu." Yasa pun segera mengunakan ilmu telepati nya. Untuk memanggil teman-temannya, agar mereka semua datang ke Padepokan Elang Sakti.


***


Robi dan yang lainnya terus mencari keberadaan Yasa dan Riska, dan mengkhawatirkan keadaan mereka berdua, yang kemungkinan di culik oleh Padepokan Black.


"Sepertinya Yasa dan Riska, benar-benar di culik oleh padepokan black. Karena sampai sekarang, kita semua belum menemukan keberadaan mereka berdua!," lirih Robi yang mengkhawatirkan Yasa dan Riska. Yang tak kunjung di temukan dimana pun, meski sudah mendapatkan bantuan dari murid Padepokan Singa Merah. Yang ikut membantu mencari keberadaan Yasa dan Riska.

__ADS_1


"Kalau begitu, lebih baik. Kita semua pergi ke Padepokan Black saja. Untuk menyelamatkan Yasa dan Riska, dan sekalian merebut Pedang Sakti yang berada di tangan Rimba ketua Padepokan Black," ajak Yudi kepada mereka semua untuk pergi ke Padepokan Black.


"Kita tidak boleh gegabah kak, kalau mau pergi ke sana," cegah Aira yang tak mengijinkan mereka semua. Untuk pergi ke Padepokan Black tanpa persiapan yang matang.


"Kita tidak bisa mencari seperti ini terus. Apalagi mencari tanpa tujuan yang pasti. Lebih baik kita pergi ke Padepokan Black saja, untuk mengetahuinya."  Malik yang setuju dengan pendapat Yudi. Untuk pergi ke Padepokan Black, meski Aira tidak memperbolehkan mereka semua, yang mau pergi ke Padepokan Black.


"Iya betul Ayo kita pergi ke..." Firman yang hendak menimpali ucapan Malik terhenti. Karena ia mendengarkan suara dari Yasa, yang memanggilnya dengan menggunakan ilmu telepati.


"Eeeh! Ini ada panggilan ilmu telepati dari Yasa," lanjut Firman yang senang mendapatkan panggilan ilmu telepati dari Yasa. Karena ketika Firman dan Malik mencoba menghubungi Yasa, dengan menggunakan ilmu telepati, tapi tidak bisa memanggilnya.


"Ya sudah, cepat kamu terima panggilan dari Yasa," sahut Robi yang bersemangat. Ketika mendapatkan panggilan dari Yasa, dan berharap mereka berdua baik-baik saja.


Firman pun segera menerima panggilan dari Yasa.


"Yas, kamu di mana?" tanya Firman antusias menanyakan keberadaan Yasa dan Riska.


"Aku dan Riska, Alhamdulillah baik-baik saja, kamu dan yang lainnya jangan mengkhawatirkan kami berdua."


"OOH iya, kalian semua di suruh ketua Ratu. Untuk pergi ke Padepokan Elang Sakti. Karena aku ada bersama dengan Ketua Ratu di Padepokan Elang Sakti, segera pergi ke sini!," tutur Yasa.


Panggilan ilmu telepati dari Yasa pun di hentikan oleh Yasa. Firman segera menceritakan semua yang di bicarakan Yasa kepada Robi dan yang lainnya.


"Alhamdulillah kalau mereka berdua baik-baik saja, ya sudah. Ayo kita semua pergi ke Padepokan Elang Sakti," ujar Robi


Mereka semua segera pergi ke Padepokan Elang Sakti. Untuk bertemu dengan Ratu Aurora, serta Yasa dan Riska yang berada di Padepokan Elang Sakti.


Sesampainya disana. Mereka semua di sambut baik oleh murid Padepokan Elang Sakti, dan langsung pergi menemui Ratu Aurora serta Yasa dan Riska. Yang berada di ruangan Erlangga ketua Padepokan Elang Sakti.


"Salam hormat kepada Ketua Ratu, dan Ketua Erlangga," mereka semua memberikan salam hormat kepada Ratu Aurora dan Erlangga.


Setelah itu, barulah mereka semua pergi menghampiri Yasa dan Riska. Karena senang melihat mereka berdua tidak di culik oleh Padepokan Black.

__ADS_1


"Mumpung kalian semua sudah ada di sini. Aku mau menyuruh kalian semua, untuk belajar di Padepokan Elang Sakti. Sebelum kalian semua, pergi menyerang Padepokan Black. Untuk merebut kembali pedang pusaka yang sangat sakti, yang sekarang ini. Sudah berada di tangan Rimba ketua Padepokan Black. Karena kalian semua, harus mempersiapkan diri dan kekuatan. Agar berhasil merebut Pedang Sakti, dan bisa mengalahkan Padepokan Black yang bersekutu dengan Raja iblis," tutur Ratu Aurora menyuruh murid Padepokan Singa Merah dan murid Padepokan Macan Putih. Untuk menghentikan perjalanan mereka semua, hanya untuk sementara waktu. Dan menyuruh mereka semua untuk belajar di Padepokan Elang Sakti, sebelum mereka semua pergi menyerang Padepokan Black.


__ADS_2