MISI MENCARI PEDANG SAKTi

MISI MENCARI PEDANG SAKTi
BAB 43 Menyelidiki


__ADS_3

Robi dan teman-temannya sedang mencari keberadaan Yasa dan Riska. Setelah Aira menyuruh Yasa untuk menenangkan kucing Kay, yang terus mengeong dan memberontak. Dan Riska juga ikut bersama dengan Yasa dan kucing Kay.


" Ini Yasa sama Riska pada kemana sih perginya " ucap Firman yang tidak melihat keberadaan Yasa dan Riska, serta tidak mendengar suara kucing Kay yang terus mengeong.


" Iya kemana yah mereka berdua itu. Kita semua harus segera menemukan Yasa dan Riska, jangan sampai kita semua pergi secara berpencar " Robi mencemaskan adiknya dan Yasa. Karena ia mengingat nasihat dari Ketua Markus, yang menyuruh mereka semua untuk selalu pergi bersama-sama.


" Coba kamu gunakan ilmu telepati Fir " Aira menyuruh Firman untuk mengunakan ilmu telepati. Agar mereka semua mengetahui keberadaan Yasa dan Riska.


" Oh iya yah, kok aku tidak kepikiran sampai ke situ  " sahut Firman sambil menepuk keningnya.


" Ya sudah ayo Fir gunakan ilmu telepatimu sebelum hujan turun " Robi menyuruh Firman untuk segera menggunakan ilmu telepatinya. Karena cuaca di sini sudah mendung seperti akan turun hujan.


" Baiklah kak " Firman pun langsung mengunakan ilmu telepatinya. Untuk mencari tahu keberadaan Yasa dan Riska.


Akan tetapi saat Firman hendak mengunakan ilmu telepatinya. Suara petir dan hujan yang sangat deras, membuat Firman mengurungkan niatnya untuk menggunakan ilmu telepati. Karena Firman dan teman-temannya segera pergi mencari tempat untuk berteduh.


" Firman ayo kita mencari tempat untuk berteduh dulu " Yudi menarik tangan Firman yang sedang melakukan panggilan ilmu telepati.


" Iya kak " Firman pun langsung mengikuti jejak Yudi dan teman-temannya.


Karena hujan sangat deras, dan mereka semua mencari tempat untuk berteduh. Bahkan suara petir juga terdengar oleh Robi dan teman-temannya.


" Itu di sana ada sebuah gubuk, ayo cepat kita semua pergi ke sana " Robi mengajak teman-temannya untuk berteduh di gubuk itu.


" Iya " sahut Firman dan Aira serta Yudi secara bersamaan.


Mereka semua pun berteduh di sebuah gubuk rumah yang tidak terpakai. Menunggu hujan reda, sebelum mereka semua pergi mencari Yasa dan Riska.


____________

__ADS_1


Yasa dan Riska yang sedang mengobati luka Rangga. Seorang anak kecil yang di pukul oleh pemuda kampung Desa Rindang.


" Kalau kakak boleh tahu, kenapa orang-orang itu tadi memukulmu " tanya Riska sambil mengobati luka Rangga.


" Mereka semua orang-orang jahat kak, aku di pukul oleh mereka semua. Karena aku tadi berhasil menggagalkan rencana mereka semua, yang akan membawa pergi teman-temanku " jawab Rangga menjelaskan kepada Yasa dan Riska.


" Kamu memang anak yang hebat dan kuat, bisa menggagalkan rencana orang-orang itu " ucap Yasa bangga kepada Rangga.


" Iya dong kak. Aku tidak tega melihat temanku yang terus menangis, maka dari itu aku ingin menyelamatkan teman-temanku. Aduh, aduh kak perih sekali " Rangga meringis menahan rasa sakit di bagian kepala dan perutnya. Karena Riska sedang membalurkan obat untuk menyembuhkan luka Rangga.


" Tahan sebentar ya Rangga, nanti lukamu bisa segera sembuh " ujar Riska sambil tersenyum ke arah Rangga.


" Iya kak " sahutnya sambil menahan rasa sakit.


" Tapi memangnya mereka semua mau menjual teman-teman kamu kemana " Riska menanyakan tentang tujuan pemuda kampung yang mau mengambil teman-temannya Rangga.


" Aku tidak tahu kak, makannya tadi aku mengikuti orang-orang jahat itu. Agar aku bisa tahu rencana mereka semua, yang mau membawa pergi teman-temanku. Tapi saat mereka semua sedang lengah dalam menjaga temanku. Aku segera membuka ikatan teman-temanku yang di ikat oleh orang jahat itu, dan semua teman-temanku berhasil kabur. Aku yang sedang mengintip dari balik pohon, ketahuan oleh salah satu dari orang-orang jahat itu, jadinya aku terluka seperti ini. Hehehe aku hebat kan kak, bisa membebaskan teman-temanku " Rangga yang menceritakan semua kejadian itu. Sambil tersenyum bahagia, karena ia berhasil menolong teman-temannya.


" Iya kak " jawab Rangga sambil tersenyum. Karena lukanya yang sudah di obati oleh Riska sudah tidak sesakit seperti sebelumnya.


" Tapi Yas, kak Robi dan teman-teman yang lainnya bagaimana. Pasti mereka semua mencari kita berdua " Riska yang merasa yakin kalau kakak dan teman-temannya mengkhawatirkan mereka berdua.


" Kita tidak mungkinkan membiarkan Rangga pulang sendirian Ris, lukanya saja belum sembuh. Nanti setelah kita mengantarkan Rangga pulang. Barulah kita mencari kucing Kay, dan sekaligus menemui kak Robi dan teman-teman yang lainnya. Agar mereka semua juga membantu mencari keberadaan kucing Kay " tutur Yasa menjelaskan.


" Iya deh " lirih Riska yang pasrah mengikuti ucapan Yasa.


Riska pun mengikuti apa yang di katakan oleh Yasa. Dan mereka bertiga pergi ke rumah Rangga. Untuk mengantarkannya pulang dengan selamat. Akan tetapi saat mereka sedang pergi ke rumah Rangga, cuaca hari ini sangat mendung dan hembusan angin sangat kencang.


" Yas sepertinya akan turun hujan, lebih baik kita semua pergi dari sini. Untuk mencari tempat berteduh, kamu gendong Rangga " Riska mengajak Yasa dan Rangga untuk mencari tempat berteduh. Karena cuacanya mendung seperti akan turun hujan. Dan suara petir juga terdengar oleh mereka bertiga.

__ADS_1


" Kita pergi ke arah sana saja kak " tunjuk Rangga ke arah jalan.


" Ya sudah ayo kita pergi dari sini sebelum hujan turun " Yasa segera menggendong Rangga. Dan mereka bertiga mencari tempat untuk berteduh.


Mereka semua menemukan sebuah gua dan masuk ke dalamnya. Agar mereka bertiga bisa berteduh di dalam gua.


" Hujannya deras sekali, pasti kak Robi dan teman-teman yang lainnya mengkhawatirkan kita berdua Yas " lirih Riska yang yakin kalau kakaknya dan juga Teman-temannya mencemaskan mereka berdua.


" Kita tunggu hujan reda dulu. Setelah itu kita mengantarkan Rangga pulang. Barulah kita pergi mencari kucing Kay, dan menemui kak Robi dan teman-teman yang lainnya " ucap Yasa menenangkan Riska, yang mencemaskan kakak dan teman-temannya. Karena keadaan cuaca di luar gua sedang hujan deras.


" Ini semua gara-gara kucing kamu itu Yas. Lagi-lagi aku terjebak di sini bersamamu " gerutu kesal Riska kepada Yasa dan kucing peliharaannya.


" Ya mulai kumat lagi deh sikap menyebalkannya. Padahal tadi aku tidak menyuruhnya untuk ikut pergi bersamaku " gumam Yasa di dalam hatinya yang kesal dengan sikap Riska.


" Kak Yasa dan kak Riska, aku tidak apa-apa kok jika pulang sendirian. Aku kan anak yang hebat dan kuat " Rangga yang melihat perdebatan di antara Yasa dan Riska. Tidak ingin merepotkan mereka berdua lagi.


" Kakak akan tetap mengantar kamu pulang Rangga, biarkan saja kak Riska menunggu di sini " sindir Yasa pada Riska. Karena sikap menyebalkannya mulai kumat lagi.


Riska yang mendengarkan sindiran dari Yasa, langsung angkat bicara dengan nada marah.


" Baru juga pulih kekuatan energinya, udah belagu banget " Riska mulai terbawa emosi dengan ucapan Yasa.


Yasa tidak menanggapi ucapan dari Riska, ia lebih memilih untuk menanyakan tentang pemuda kampung yang memukul Rangga.


" Rangga kalau kakak boleh tau. Nama orang yang memukul kamu itu siapa " tanya Yasa penasaran.


" Nama ketuanya Edi kak Yasa. Aku hanya tahu nama ketuanya saja, tapi tidak tahu tujuan mereka semua. Yang menculik anak perempuan di kampung ku ini " jawab Rangga yang mengetahui nama ketua dari pemuda kampung yang memukulnya.


" Emangnya hanya anak perempuan saja yang di culik oleh mereka semua " tanya Yasa lagi.

__ADS_1


" Iya kak, banyak orang tua yang mencari keberadaan putrinya yang hilang. Penduduk kampung ku juga baru sekarang ini mengetahui kebenarannya, kalau ketua Edi lah yang selama ini menculik anak perempuan di kampung ku " tutur Rangga menjelaskan.


" Aku harus menyelidiki orang-orang itu. Agar tidak ada lagi anak perempuan yang di culik oleh mereka semua " gumam Yasa di dalam hatinya, yang geram kepada pemuda kampung itu.


__ADS_2