MISI MENCARI PEDANG SAKTi

MISI MENCARI PEDANG SAKTi
BAB 33 Bertarung


__ADS_3

Para iblis dan William si Siluman Ular Kobra, sudah sampai di tempat Gua, yang berada di pedalaman Hutan Lembah Lereng. Dan kini William dan Para iblis tidak jauh dari depan pintu masuk Gua, kedatangan mereka semua sudah di tunggu oleh Rajesh, dan Para Siluman Ular Kobra temannya.


"Salam hormat kepada Para iblis." Rajesh dan teman-teman siluman ular kobra, membungkukkan badannya, lalu memberikan salam hormat kepada Para iblis yang sudah datang.


"Kalian semua, kenapa hanya berdiam diri di sini saja? Bukannya menyerang mereka semua!" ucap geram  iblis Areng, kepada Rajesh dan teman Siluman Ular Kobra. Bahkan sambutan dan salam hormat dari Rajesh, dan teman-temannya ia hiraukan.


"Kami menunggu kedatangan Para iblis terlebih dahulu. Sebelum pergi menyerang mereka semua," sahut salah satu temannya Rajesh, yang bangsa Siluman Ular Kobra juga.


"Harusnya kalian semua serang saja mereka semua. Jangan membiarkan mereka masuk ke dalam Gua," iblis Areng bener-bener marah, kepada Para Siluman Ular Kobra yang ada di hadapannya.


"Itu semua atas perintahku iblis Areng. Untuk menunggu kedatangan Para iblis datang terlebih dahulu. Sebelum pergi menyerang Para Dewa dan Para Prajurit Langit," tutur William membela temannya.


"Sudah Areng, kamu simpan saja amarah dan energi mu itu. Untuk melawan Para Dewa dan Para Prajurit Langit. Jangan biarkan mereka semua bisa mengambil Bunga Red, yang ada di dalam Gua sana!" ujar iblis Uleng sambil menunjuk ke arah pintu masuk Gua. Dan berusaha mencegah iblis Areng yang sedang emosi. Karena Para Siluman Ular Kobra tidak menyerang Para Dewa dan Para Prajurit Langit.


"Itu bukannya! Para Prajurit Langit yang berada di depan pintu masuk Gua?" ucap iblis Walangan yang melihat Para Prajurit Langit.


"Benar iblis Walangan. Para Prajurit Langit tidak masuk ke dalam Gua semuanya. Hanya  Dewa Tanah dan dua Prajurit Langit yang masuk ke dalam Gua," jelas Rajesh.


"Kalau begitu, jangan menunggu terlalu lama! Sekarang juga, kita harus menyerang mereka semua. Jangan sampai Dewa Tanah bisa mengambil Bunga Red, yang berada di wilayah kekuasaan ku," geram iblis Areng.


"Ayo kita pergi ke sana!" iblis Uleng mengajak Para iblis dan Siluman Ular Kobra. Untuk pergi ke depan pintu masuk Gua, yang di jaga oleh Para Prajurit Langit.


Para iblis dan Siluman Ular Kobra, segera datang menyerang Para Prajurit Langit, yang sedang berjaga-jaga di depan pintu masuk Gua.


Para Prajurit Langit yang melihat kedatangan, Para iblis dan Siluman Ular Kobra, yang akan datang menyerang mereka semua.


"Yang di khawatirkan oleh Dewa Tanah kini sudah datang! Kita semua harus bersiap-siap melawan mereka semua," ucap salah satu dari Para Prajurit Langit.


"Iya siap," jawab serempak Para Prajurit Langit.


Para Prajurit Langit pun bersiap-siap melawan Para iblis dan Siluman Ular Kobra, yang sudah datang ke depan pintu masuk Gua, tempat Para Prajurit Langit yang sedang berjaga-jaga di depan pintu masuk Gua.


Tidak ada ucapan sepatah kata pun dari Para iblis dan Siluman Ular Kobra, mereka semua langsung bertarung melawan Para Prajurit Langit, yang ada di depan pintu masuk Gua.


______

__ADS_1


Di dalam Gua.


Dewa Tanah dan dua Para Prajurit Langit, yang bertugas masuk ke dalam Gua. Untuk mencari keberadaan Bunga Red.


"Kita masuk ke dalam Gua ini secara berpencar saja. Agar memudahkan kita dalam mencari Bunga Red, dan tidak memakan waktu yang sangat lama," ucap Dewa Tanah.


"Baik Dewa Tanah," sahut kedua Prajurit Langit yang ikut bersamanya.


Mereka bertiga mencari secara berpencar, ke setiap sudut yang ada di dalam Gua. Agar tidak terlalu lama di dalam Gua, dan bisa cepat menemukan keberadaan Bunga Red.


"Dewa Tanah!" teriak Prajurit Langit yang melihat Bunga Red.


"Iya ada apa Prajurit Langit?" sahut Dewa Tanah, sambil terus mencari keberadaan Bunga Red, tanpa menengok ke arah Prajurit Langit yang memanggil namanya.


"Apakah ini Bunga Red?" tunjuk salah satu dari Para Prajurit Langit, yang ikut masuk ke dalam Gua, dan memberitahukan kepada Dewa Tanah bahwa ia melihat Bunga Red.


Dewa Tanah yang sedang mencari Bunga Red di dalam Gua, langsung menghampiri ke arah suara salah satu dari Para Prajurit Langit, yang kemungkinan sudah menemukan keberadaan Bunga Red di dalam Gua.


"Iya benar, ini Bunga Red yang aku cari." Dewa Tanah tersenyum senang. Karena telah menemukan Bunga Red, yang ternyata ada di dalam Gua.


Ketika dua Prajurit Langit, akan mengambil Bunga Red yang berada di dalam Gua. Tiba-tiba terdengar suara keributan di luar Gua.


"Itu seperti ada orang yang sedang berkelahi saja!" lirih salah satu dari Para Prajurit Langit, yang ikut bersama Dewa Tanah ke dalam Gua.


"Iya benar!" timpal Dewa Tanah dan temannya Prajurit Langit secara bersamaan. Karena mereka berdua juga mendengar suara keributan di luar Gua.


"Apa jangan-jangan! Kekhawatiran ku benar terjadi?" gumam Dewa Tanah dalam hatinya.


"Sebaiknya kita segera pergi mengambil Bunga Red. Setelah itu, barulah kita pergi keluar." Dewa Tanah dan dua Prajurit Langit, segera pergi mengambil Bunga Red yang ada di dalam Gua.


Para Prajurit Langit dan Dewa Tanah, yang sudah berhasil mengambil Bunga Red, bergegas pergi menuju pintu keluar Gua. Dan Dewa Tanah menyimpan Bunga Red dengan baik. Agar tidak sampai ketahuan oleh Para iblis.


Sesampainya di depan pintu masuk. Dewa Tanah dan dua Prajurit melihat perkelahian, di antara Para iblis dan Siluman Ular Kobra, yang melawan Para Prajurit Langit yang bertugas menjaga di depan pintu masuk Gua.


"Ayo kita lawan Para iblis dan Para Siluman!" titah Dewa Tanah.

__ADS_1


"Baik," sahut dua Prajurit Langit secara bersamaan. Dan mereka berdua pun segera pergi menyerang Para iblis dan Para Siluman, yang akan menyerang Para Prajurit Langit temannya.


"Aku harus memberikan sinyal kepada Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang sedang berpencar mencari Bunga Red," batin Dewa Tanah.


Dewa Tanah segera menghentakkan kakinya ke tanah, hingga membuat goncangan yang sangat besar. Sampai Para iblis dan Para Siluman yang sedang berkelahi melawan Para Prajurit Langit bergoyang-goyang. Karena terjadi guncangan yang sangat kencang seperti terjadi gempa.


Saat bumi sedang berguncang dan belum berhenti, kesempatan itu Dewa Tanah gunakan dengan baik. Untuk terus menghentakkan kakinya, dan memberikan sinyal pada Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang sedang berpencar mencari Bunga Red.


*****


Di tempat yang berbeda-beda.


Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang sedang berpencar mencari Bunga Red. Mendapatkan sinyal dari Dewa Tanah, yaitu sebuah guncangan kencang yang seperti gempa.


Ketika Para Dewa dan Para Prajurit Langit, memutuskan untuk pergi secara berpencar. Mereka semua sudah sepakat, jika di antara mereka semua sudah menemukan keberadaan Bunga Red. Maka Para Dewa akan memberikan sinyal, dengan menggunakan kekuatan yang mereka kuasai.


"Ini seperti sinyal dari Dewa Tanah! Yang sudah berhasil menemukan keberadaan Bunga Red," ucap Dewa Angin yang merasakan guncangan, yang seperti sebuah sinyal dari Dewa Tanah.


"Iya benar," sahut Para Prajurit Langit, yang ikut bersama Dewa Angin.


"Tapi kenapa! Guncangannya tidak berhenti?" Dewa Angin sangat heran, dengan sinyal guncangan dari Dewa Tanah.


"Apa jangan-jangan! Para iblis sudah mengetahui kedatangan kita semua. Karena aku melihat di belakang kita semua, ada banyak Para Siluman di sini," ujar salah satu Prajurit Langit yang melihat Para Siluman, yang ada di Hutan Lembah Lereng, di tempat mereka semua yang sedang mencari keberadaan Bunga Red.


Dewa Angin dan Para Prajurit Langit, segera menengok ke belakang. Untuk memastikan kebenarannya, dan yang di katakan oleh Prajurit Langit yang melihat Para Siluman benar adanya.


"Ternyata benar! Ada Para Siluman di sini, dan guncangan yang tidak berhenti ini mungkin pertanda dari Dewa Tanah. Kalau ia dan Para Prajurit Langit yang ikut bersamanya, sedang dalam bahaya," gumam Dewa Angin dalam hatinya.


"Ayo kita semua pergi, ke tempat Dewa Tanah dan Para Prajurit Langit." Dewa Angin mengajak Para Prajurit Langit, untuk pergi ke tempat Dewa Tanah.


"Kita tidak mungkin bisa pergi ke sana Dewa Angin. Karena guncangan ini belum berhenti, bagaimana caranya? Kita semua bisa berjalan menuju tempat Dewa Tanah?" tutur salah satu dari Para Prajurit Langit.


"Kalian semua, tidak perlu khawatirkan tentang itu." Dewa Angin segera mengeluarkan kekuatan Anginnya. Hingga membuat Para Prajurit Langit bisa terbang, tanpa merasakan guncangan di tanah lagi.


Dewa Api dan Dewa Air, serta Para Prajurit Langit yang ikut bersamanya. Merasakan guncangan yang tidak biasa. Maka dari itu mereka semua memutuskan untuk pergi ke tempat Dewa Tanah, yang berada di sebuah Gua yang ada di pedalaman Hutan Lembah Lereng.

__ADS_1


Karena mereka semua juga melihat banyak Para Siluman, yang sedang mengintai mereka semua. Tapi tidak bisa menghadang mereka semua. Karena guncangan yang sangat kencang, yang telah di keluarkan oleh Dewa Tanah.


__ADS_2