MISI MENCARI PEDANG SAKTi

MISI MENCARI PEDANG SAKTi
BAB 35 Panglima Langit Turun Ke Bumi


__ADS_3

Dewa Angin berusaha bangkit dengan sisa tenaga yang masih ada, untuk mengalahkan iblis Areng dan Para iblis yang berada di dalam Gua. Dengan mengeluarkan ilmu sihir Pancaran Sinar, karena ia yakin iblis Areng dan Para iblis, tidak suka dengan Cahaya yang menerangi Gua ini.


Apalagi ilmu sihir Pancaran Sinar, membuat mereka semua tidak bisa melihat dengan jelas. Dan Para iblis yang sedang memegang tangan dan kakinya Dewa Tanah. Melepaskan  begitu saja, saat Dewa Angin mengeluarkan ilmu Pancaran Sinar. karena Para iblis menghindar, dari serangan ilmu Pancaran Sinar.


Kesempatan seperti itu. Dewa Angin gunakan dengan baik, untuk segera menarik tangan Dewa Tanah. Agar mereka berdua bisa keluar dari dalam Gua ini.


" Ayo kita pergi " lirih pelan Dewa Angin sambil menahan rasa sakitnya, ia tetap berusaha untuk menyelamatkan dirinya dan Dewa Tanah. Agar mereka berdua bisa keluar dari dalam Gua.


Dewa Tanah hanya menjawab dengan mengagukan kepalanya. Mereka berdua pun bergegas pergi, meninggalkan iblis Areng dan Para iblis yang masih berada di dalam Gua. Sampai akhirnya mereka berdua bisa keluar dari dalam Gua.


Akan tetapi saat Dewa Angin dan Dewa Tanah tiba di pintu keluar Gua, mereka berdua langsung mendapatkan serangan, dari Para Siluman yang ada di Hutan Lembah Lereng.


Siluman Serigala berhasil mencakar punggung Dewa Angin, yang berusaha menarik Dewa Tanah. Agar tidak terkena serangan dari Siluman Serigala, akan tetapi Dewa Angin yang malah terkena serangan dari Siluman Serigala. Karena Dewa Angin tidak bisa menghindar serangan dari Siluman Serigala, yang menyerang mereka berdua secara tiba-tiba.


" Dewa Angin " teriak Dewa Tanah yang melihat Dewa Angin terluka. Dan terkulai lemah di bawah tanah.


Dewa Tanah pun segera menghampiri Dewa Angin, untuk menyelamatkannya dari Siluman Serigala, yang telah melukai Dewa Angin.


" Aaaauuuuuu " suara Auman Siluman Serigala sangat kencang, karena ia berhasil melukai Dewa Angin.


***


Suara Auman dari Siluman Serigala, menyadarkan iblis Areng dan Para iblis yang berada di dalam Gua. Karena mereka semua terkena ilmu sihir Pancaran Sinar, yang di keluarkan oleh Dewa Angin, hingga membuat mereka semua tidak bisa melihat dengan jelas. Iblis Areng dan Para iblis kini sudah bisa melihat dengan jelas lagi, dan iblis Areng menyuruh Para iblis untuk segera pergi dari dalam Gua, dan juga menyuruh Para iblis untuk membunuh Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang berani masuk ke dalam wilayah kekuasaannya.


" Ayo kita harus segera keluar dari dalam Gua ini " teriak iblis Areng menyuruh Para iblis. Untuk segera pergi menuju pintu keluar dari dalam Gua ini.


" Iya " sahut Para iblis.


" Pastikan kalian semua, membunuh Para Dewa dan Para Prajurit Langit " ucap iblis Areng.


" Baik iblis Areng " Para iblis pun bergegas pergi menuju pintu keluar Gua.


Sedangkan iblis Areng pergi masuk ke dalam Gua. Untuk memeriksa keadaan Bunga Red yang berada di dalam Gua.


Sesampainya di tempat Bunga Red.


Iblis Areng sangat senang melihat Bunga Red, yang masih utuh berada di dalam Gua.


" Hahaha, ternyata mereka semua belum mengambil Bunga Red " ucap senang iblis Areng.

__ADS_1


Setelah memastikan Bunga Red masih aman, iblis Areng segera pergi dari dalam Gua, untuk menuju pintu keluar Gua ini.


_______


Diluar Gua Hutan Lembah Lereng.


Para Dewa dan Para Prajurit Langit masih melawan Para iblis dan Para Siluman, yang ada di Hutan Lembah Lereng. Pertarungan yang begitu lama, membuat banyak dari Para Prajurit Langit dan Para Siluman terluka.


Sedangkan Para Dewa dan Para iblis masih terus bertarung. Mengeluarkan kekuatan yang mereka kuasai.


Dewa Api dan Dewa Air yang masih bertahan menghadapi Para iblis, termasuk iblis Walangan dan iblis Uleng, yang terus melakukan penyerangan kepada Dewa Api dan Dewa Air.


Disaat mereka berdua sedang bertarung melawan Para iblis, dan  melihat Dewa Angin terluka, akibat terkena cakaran dari Siluman Serigala. Dewa Api dan Dewa Air mengeluarkan jurus Api dan Air secara bersamaan, api dan air yang bersatu menjadi satu, hingga membuat sebuah Cahaya yang mengenai Para iblis dan Siluman.


" Aduh panas-panas, ehh dingin-dingin " jerit kesakitan Para iblis dan Siluman, yang kepanasan dan kedinginan. Karena terkena jurus Api dan Air, yang di keluarkan secara bersamaan oleh Dewa Api dan Dewa Air.


Keadaan yang lengah seperti itu, membuat Dewa Api mengajak Dewa Air. Untuk pergi dari Hutan Lembah Lereng, karena melihat kondisi Dewa Angin yang belum sadar dari pingsannya.


" Kita harus segera pergi dari sini, untuk mengobati Dewa Angin " ucap Dewa Api pada Dewa Air.


" Iya, tapi... bagaimana dengan Bunga Red. Kedatangan kita semua ke sini, hanya untuk mengambil Bunga Red " sahut Dewa Air bingung.


" Baiklah " lirih Dewa Air pasrah, karena tujuan Para Dewa yang mau mengambil Bunga Red tidak bisa terlaksana.


Mereka berdua segera bergegas pergi, menghampiri Dewa Tanah dan Dewa Angin.


" Dewa Tanah sebaiknya kita pergi saja dari sini " ajak Dewa Api.


" Iya, kita harus segera mengobati luka Dewa Angin, yang terkena cakaran dari Siluman Serigala. Dan juga tadi di dalam Gua. Dewa Angin tidak bisa menahan jurus ilmu Bayangan. Hingga membuatnya saat ini pingsan " jelas Dewa Tanah, dan setuju dengan ajakan Dewa Api. Yang mengajak pergi meninggalkan Hutan Lembah Lereng.


" Prajurit Langit ayo kita pergi dari sini " teriak Dewa Air.


" Iya " jawab salah satu dari Para Prajurit Langit.


Para Prajurit Langit yang sedang melawan Para Siluman, dan Para Prajurit Langit yang terluka. Mengumpulkan sisa tenaganya, untuk bisa pergi dari Hutan Lembah Lereng.


Akan tetapi langkah Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang akan pergi dari Hutan Lembah Lereng. Segera di cegah oleh iblis Areng, yang sudah keluar dari dalam Gua.


" Tidak akan aku biarkan, kalian semua bisa pergi hidup-hidup dari sini " ucap geram iblis Areng. Yang melihat Para Dewa dan Para Prajurit Langit, akan kabur dari Hutan Lembah Lereng.

__ADS_1


Iblis Areng pun mengeluarkan ilmu Bayangannya lagi, untuk menarik paksa Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang mencoba untuk pergi dari Hutan Lembah Lereng.


Iblis Walangan dan iblis Uleng juga membantu iblis Areng, agar berhasil mencegah Para Dewa dan Para Prajurit Langit. Dengan menggunakan ilmu sihir Penarik, dan Para Dewa dan Para Prajurit Langit tidak bisa kabur dari Hutan Lembah Lereng.


" Hahaha " suara tawa Para iblis yang melihat Para Dewa dan Para Prajurit Langit, telah gagal kabur dari Hutan Lembah Lereng.


" Sudah aku bilang berapa kali, kalau kalian semua tidak akan bisa pergi dari sini. Apalagi mencoba untuk mengalahkan aku dan Para iblis, karena Hutan Lembah Lereng adalah wilayah kekuasaan Para iblis " ucap iblis Areng memperingati Para Dewa dan Para Prajurit Langit.


Para Dewa dan Para Prajurit Langit tidak menjawab ucapan dari iblis Areng. Karena kekuatan ilmu Bayangan dan ilmu sihir Penarik. Membuat mereka semua terkulai lemah, dan energi kekuatan Para Dewa dan Para Prajurit Langit sedikit menurun.


Di saat keadaan seperti itu.


Datang Panglima Langit Turun ke Bumi, untuk menolong Para Dewa dan Para Prajurit Langit, agar bisa pergi meninggalkan Hutan Lembah Lereng.


" Ada Panglima Langit " lirih Rajesh Siluman Ular Kobra, yang melihat kedatangan Panglima Langit.


" Aku rasa Para iblis tidak akan bisa mengalahkan Panglima Langit " ujar pelan Siluman Serigala, yang berada tidak jauh dari tempat Siluman Ular Kobra.


" Sebaiknya kita pergi dari sini, aku tidak mau terluka lagi " ajak  William Siluman Ular Kobra kepada Para Siluman.


Para Siluman yang melihat kedatangan Panglima Langit, langsung pergi menyelamatkan diri.


Sedangkan Para iblis tidak takut, dengan kedatangan Panglima Langit yang turun ke bumi.


" Lihatlah Panglima Langit, Para Dewa dan Para Prajurit Langit sudah lemah tidak berdaya, hahaha "  iblis Areng memperlihatkan kepada Panglima Langit. Agar melihat Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang terkulai lemah. Karena mereka semua terkena ilmu Bayangan dan ilmu sihir Penarik. Hingga membuat Para Dewa dan Para Prajurit Langit, gagal pergi dari Hutan Lembah Lereng.


" Sombong " jawab angkuh Panglima Langit sambil melipatkan kedua tangannya.


" Ayo kita serang Panglima Langit " geram iblis Walangan yang mendengar suara angkuh Panglima Langit.


Para iblis menyerang Panglima Langit, dengan kekuatan yang mereka kuasai. Tapi serangan dari Para iblis tidak membuat Panglima Langit terluka, bahkan Panglima Langit hanya menangkis, semua serangan dari Para iblis dengan pedangnya saja.


" Hanya segitu saja kekuatan kalian " ejek Panglima Langit kepada Para iblis.


" Jangan harap kalian semua bisa pergi dari wilayah kekuasaan ku " Geram iblis Areng. Dan langsung menyerang kembali Panglima Langit.


Panglima Langit tidak menjawab ucapan dari iblis Areng, ia tidak membutuhkan waktu yang lama, untuk menyerang Para iblis yang ada di Hutan Lembah Lereng.


Panglima Langit segera menggerakkan kekuatan Pedangnya, sehingga dengan mudahnya membuat Para iblis langsung terluka, dan tidak bisa menyerangnya lagi.

__ADS_1


Setelah melihat Para iblis sudah tidak berdaya lagi. Panglima Langit langsung membawa Para Dewa dan Para Prajurit Langit, dengan menggunakan ilmu sihir Penyerap tubuh. Sehingga Panglima Langit dengan mudahnya, membawa semua Para Dewa dan Para Prajurit, yang sedang terkulai lemah menuju Istana Langit.


__ADS_2