
Malik yang merupakan Henry murid Padepokan Black, keluar dari dalam kamarnya. Dan ia melihat Indra yang berada di bawah meja makan.
" Itu Indra kenapa berada di bawah meja makan, aku kejutkan dia sajalah. Hahaha " ucap Malik sambil tertawa kecil. Dan pergi melangkah mendekati Indra, yang berada di bawah meja makan penginapan Rumah Indah.
Sebelum Malik mendekati Indra yang berada di bawah meja makan, ia mendengarkan suara Markus dan Tabib yang sedang berbicara di dalam ruangan penginapan Rumah Indah.
" Oh ternyata Indra ingin mengetahui pembicaraan antara Markus dan Tabib " gumam Malik di dalam hatinya.
" Tapi kalau Indra sampai ketahuan oleh Markus dan Tabib bisa gawat sekali. Aku harus menggunakan ilmu sihir tak terlihat. Agar Markus dan Tabib tidak bisa melihat Indra yang berada di bawah meja makan " lanjut Malik sambil mengeluarkan ilmu sihir tak terlihat ke arah Indra.
Indra yang berada di bawah meja makan, kini tidak terlihat oleh siapapun. Karena Malik telah berhasil mengeluarkan ilmu sihir tak terlihat.
Markus dan Tabib yang sedang berbicara di ruangan penginapan Rumah Indah, tidak menyadari kalau pembicaraan mereka berdua di dengarkan oleh Indra dan juga Malik.
" Tabib kita tidak mungkin terus berada di penginapan ini, aku juga sepertinya ingin ikut mencari keberadaan Sekar Wati " ucap Markus kepada Tabib Padepokan Macan Putih.
" Kalau begitu aku akan membawa Malik ke Padepokan Macan Putih, untuk mengobati lukanya Malik di sana saja, sampai luka Malik sembuh. Dan jika ketua Markus ingin pergi mencari keberadaan Sekar Wati silahkan saja " Tabib mempersilahkan Markus, yang ingin ikut membantu Yasa dan teman-temannya, dalam mencari keberadaan Sekar Wati ibunya Yasa.
" Iya memang sebaiknya kita jangan terlalu lama di penginapan ini. Karena..... " Belum sempat Markus berbicara. Tiba-tiba Markus dan Tabib mendengarkan suara teriakan seseorang, dari tempat Markus dan Tabib, yang sedang berbicara di ruangan penginapan Rumah Indah.
" Aaawww, uuuuh sakit " jerit Indra yang berada di bawah meja makan. Karena pelayanan penginapan sedang membersihkan meja makan, tempat persembunyiannya Indra yang berada di bawah meja makan.
" Suara teriakan di mana sih " lirih pelayan penginapan sambil mencari suara teriakan itu. Karena ia bingung dan tidak bisa melihat Indra yang berada di bawah meja makan.
Indra yang menyadari suara teriakannya, segera menutup mulutnya.
" Aduh ceroboh banget sih aku, gara-gara pelayan itu aku kesakitan seperti ini " gumam Indra dalam hatinya. Karena pelayan penginapan yang sedang menyapu lantai memukul kepala Indra, yang sedang bersembunyi di bawah meja makan. Membuat pelayan penginapan tidak bisa melihat Indra, karena Malik telah mengeluarkan ilmu sihir tak terlihat ke arah Indra, agar Indra tidak sampai ketahuan oleh Markus dan Tabib Padepokan Macan Putih.
Markus yang mendengarkan suara teriakan itu, menanyakan kepada Tabib Padepokan Macan yang sedang bersamanya.
" Kamu mendengarkan suara itu Tabib " tanya Markus.
__ADS_1
" Iya ketua Markus " sahut Tabib yang juga mendengarkan suara jeritan seorang lelaki yang berteriak kesakitan.
" Mungkin itu suara pelayan penginapan " tunjuk Tabib yang melihat pelayan penginapan yang sedang membersihkan tempat penginapan.
" Tabib lebih baik kamu segera pergi dari sini, dan bawa Malik ke Padepokan Macan Putih. Aku akan pergi menyusul Ratu Aurora dan Yasa serta teman-temannya " Markus menyuruh Tabib untuk segera pergi membawa Malik ke Padepokan Macan Putih. Karena Markus akan menyusul Ratu Aurora dan Yasa serta teman-temannya, untuk pergi mencari keberadaan Sekar Wati ibunya Yasa.
" Baik ketua Markus, kalau begitu aku akan pergi ke kamar Malik. Untuk mengajaknya pergi ke Padepokan Macan Putih " pamit Tabib kepada Markus. Karena Tabib akan mengajak Malik ke Padepokan Macan Putih, dan pergi meninggalkan Markus yang berada di dalam ruangan penginapan Rumah Indah.
" Waduh aku harus segera pergi ke dalam kamar. Agar Tabib tidak curiga kepadaku " Malik yang mendengarkan suara Tabib, yang akan pergi ke dalam kamarnya. Bergegas pergi dari ruangan penginapan Rumah Indah. Untuk segera pergi ke dalam kamarnya. Karena ia tidak mau sampai Tabib mengetahui keberadaannya, yang telah mendengarkan pembicaraan antara Markus dan Tabib Padepokan Macan Putih.
" Tabib " Markus yang memanggil Tabib yang akan pergi meninggalkannya. Membuat langkah kaki Tabib terhenti, dan berbalik ke arah Markus.
" Iya ketua Markus " tanya Tabib kepada Markus, yang telah menghentikan langkah kakinya .
" Jika kamu sudah sampai ke Padepokan Macan Putih, suruh guru Herion dan beberapa murid. Untuk pergi ke Desa Rindang, dan menyelidiki kasus yang terjadi di desa ini " jawab Markus yang menyuruh Tabib menyampaikan pesan darinya, kepada guru Herion dan muridnya. Agar mereka semua pergi ke Desa Rindang.
" Baik ketua Markus, nanti aku akan sampaikan pesan dari Ketua Markus kepada guru Herion. Aku pergi ke dalam kamar penginapan Malik dulu ketua Markus " pamit Tabib lagi kepada Markus. karena ia akan mengajak Malik pergi ke Padepokan Macan Putih.
Indra yang melihat Tabib yang akan pergi ke dalam sebuah kamar, memutuskan untuk segera pergi dari tempat persembunyiannya.
Saat Indra bangun dari bawah meja makan, ia tidak sengaja menyenggol lengan pelayan penginapan, yang sedang membersihkan tempat penginapan Rumah Indah.
Sehingga membuat pelayan penginapan itu terjatuh ke bawah lantai.
" Aduh, siapa sih yang menyenggol lengan aku. Sampai aku terjatuh seperti ini " lirih pelayan penginapan itu. Dan mencari orang yang telah menyenggol lengannya.
Indra yang melihat pelayan penginapan itu terjatuh, langsung pergi begitu saja. Tanpa menolong pelayan penginapan, yang terjatuh oleh perbuatannya sendiri.
Karena Indra melihat Tabib, yang akan pergi menghampiri pelayan penginapan yang terjatuh oleh perbuatan Indra.
" Kamu kenapa " tanya Tabib sambil mengulurkan tangannya ke arah pelayanan penginapan itu, dan membantu pelayan itu bangun.
__ADS_1
" Aku juga tidak tahu tuan, sepertinya tadi ada orang yang menyenggol lengan aku. Sampai aku terjatuh seperti ini " jawabnya.
" Tapi aku tidak melihat siapapun di sini " Tabib yang mendengarkan pengakuan dari pelayan penginapan itu. Mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat penginapan Rumah Indah.
Markus yang melihat Tabib tidak langsung pergi ke dalam kamar Malik. Memutuskan untuk pergi menghampiri Tabib, yang sedang bersama pelayan penginapan Rumah Indah.
" Ada apa Tabib " Markus bertanya kepada Tabib. Saat ia sudah berada di dekat Tabib yang sedang bersama pelayan penginapan.
" Aku membantu pelayan yang terjatuh " sahut Tabib menjelaskan.
" Oh begitu, kamu sebaiknya segera pergi ke dalam kamar Malik. Karena aku akan segera pergi menyusul Ratu Aurora dan Yasa " ucap Markus sambil melangkah pergi meninggalkan Tabib dan pelayan penginapan itu.
Tabib yang sudah menolong pelayan penginapan itu, segera pergi ke dalam kamar penginapan Malik.
Tok-tok. Tabib mengetuk pintu kamar Malik.
Malik yang sudah berada di dalam kamar penginapannya, segera pergi membukakan pintu kamarnya.
" Ada apa Tabib '' tanya Malik yang sudah membukakan pintu kamarnya.
" Aku akan mengajak kamu pergi dari tempat ini " jawab Tabib.
" Kalau aku boleh tahu, kita mau pergi kemana Tabib " Malik berpura-pura tidak tahu tentang ajakan Tabib, yang akan mengajaknya pergi ke Padepokan Macan Putih.
" Kita kembali ke Padepokan Macan Putih, sampai kondisi lukamu itu sembuh " sahut Tabib yang akan mengajak Malik pergi ke Padepokan Macan Putih.
" Apakah Guru ketua sudah pergi ke Padepokan Macan Putih " tanya Malik lagi.
" Ketua Markus akan pergi menyusul ketua Ratu dan Yasa serta teman-temanmu, yang pergi mencari keberadaan Sekar Wati " jawab Tabib yang menceritakan tentang tujuan Markus, yang akan pergi menyusul Ratu Aurora dan Yasa serta teman-temannya.
" Ayo kita pergi sekarang " ajak Tabib kepada Malik.
__ADS_1
" Tabib, kalau luka aku sudah sembuh. Bisakah aku juga pergi menyusul Guru Ketua dan ketua Ratu, serta Yasa dan teman-teman yang lainnya " ujar Malik.
" Iya " jawab Tabib singkat, dan ia segera memegang tangan Malik. Karena Tabib akan mengajak Malik pergi ke Padepokan Macan Putih, dengan menggunakan ilmu menghilang. Agar mereka berdua segera sampai ke dalam Padepokan Macan Putih.