MISI MENCARI PEDANG SAKTi

MISI MENCARI PEDANG SAKTi
BAB 14 Belajar Jurus Pedang Naga Sakti


__ADS_3

Ratu Aurora sangat berharap kepada mereka semua. Setelah belajar di Padepokan Elang Sakti, dan bisa menguasai jurus Pedang Naga Sakti yang sangat hebat itu, mereka semua bisa mengalahkan Padepokan Black.


"Erlangga, aku titipkan murid Padepokan Singa Merah dan murid Padepokan Macan Putih, untuk belajar di Padepokan Elang Sakti," ucap Ratu Aurora yang menitipkan Yasa dan teman-temannya kepada Erlangga. Untuk belajar di Padepokan Elang Sakti.


"Iya Ratu, kamu percayakan saja mereka semua kepadaku," sahut Erlangga.


"Yasa, ini ada ramuan kekebalan tubuh, dari Tabib Padepokan Macan Putih. Jika kalian semua, mau bertarung melawan Padepokan Black. Minumlah ramuan ini, dan tolong bagikan kepada yang lainnya juga." Ratu Aurora memberikan ramuan kekebalan tubuh kepada Yasa.


"Baik ketua Ratu." Yasa mengambil ramuan kekebalan tubuh yang berada di tangan Ratu Aurora, dan langsung membagikan ramuan itu kepada teman-temannya.


Setelah memberikan ramuan kekebalan tubuh. Ratu Aurora berpamitan kepada mereka semua, dan langsung pergi meninggalkan Padepokan Elang Sakti.


"Kalian semua, pergi istirahatlah. Karena mulai besok, aku akan mengajarkan jurus Pedang Naga Sakti. Lutffy tolong antarkan mereka semua ke kamar yang sudah di sediakan disini," perintah Erlangga kepada Lutffy. Untuk mengantarkan Yasa dan teman-temannya pergi beristirahat, di dalam kamar yang sudah di sediakan oleh murid Padepokan Elang Sakti.


"Baik ketua Erlangga," sahut Lutffy.


Lutffy pun mengantar Yasa dan teman-temannya, ke kamar yang sudah di sediakan untuk mereka semua. Selama tinggal di Padepokan Elang Sakti.


Sebelum masuk ke dalam kamar masing-masing, Firman ingin mengintrogasi Yasa dan Riska.


"Eeeh! Tunggu sebentar Yasa. Riska, kalian berdua jangan dulu masuk ke dalam kamar," cegah Firman kepada Yasa dan Riska, yang akan masuk ke dalam kamarnya.


"Ada apa sih Fir?" sahut Yasa.


"Aku mau istirahat Firman. Karena mulai besok, kita semua akan belajar jurus Pedang Naga Sakti. Maka dari itu, aku perlu istirahat. Untuk memudahkan kondisi kekuatanku," ujar Riska sambil melangkah masuk ke dalam kamarnya.


"Riska sebentar doang kok!" Aira mencekal tangan Riska. Untuk mencegah Riska, yang akan pergi masuk ke dalam kamarnya.


Riska pun akhirnya menuruti permintaan Aira, untuk tetap di luar kamar.


"Emangnya, ada apa sih kak?" tanya Riska penasaran.


"kami semua, penasaran sama kalian berdua! Kenapa? Kamu dan Yasa bisa berada di Padepokan Elang Sakti?" Robi menatap tajam ke arah mata Yasa dan Riska, dan meminta penjelasan dari mereka berdua.

__ADS_1


Yasa dan Riska pun menceritakan semua, kejadian yang mereka alami. Selama berada di Padepokan Elang Sakti.


"OOH jadi seperti itu! Ya sudahlah, yang penting kalian berdua, tidak sampai luka parah. Toh itu juga kesalahan kalian berdua, yang masuk ke sini tidak izin terlebih dahulu. Ya sudah, sekarang kalian semua masuk ke dalam kamar masing-masing. Karena mulai besok pagi kita semua, akan belajar jurus Pedang Naga Sakti yang sangat sulit untuk di kuasai. Bahkan setahuku, murid-murid Padepokan Elang Sakti saja belum bisa menguasai jurus Pedang Naga Sakti," ucap Robi.


"Emangnya! Susah banget yah kak. Jurus Pedang Naga Sakti?" sahut Firman.


"Iya, dan sepertinya hanya orang yang benar-benar terpilih, yang bisa menguasai jurus Pedang Naga Sakti. Sudahlah, nanti kalian semua akan tahu, dan di jelaskan oleh Ketua Erlangga. Lebih baik, sekarang kita semua masuk ke dalam kamar masing-masing. Untuk beristirahat," tutur Robi menjelaskan, dan menyuruh mereka semua untuk pergi beristirahat.


Mereka semua pun pergi ke kamar masing-masing, untuk beristirahat.


***


Keesokan harinya, mereka semua sudah bangun. Untuk bersiap-siap belajar di Padepokan Elang Sakti, yang akan di ajarkan langsung oleh Erlangga ketua Padepokan Elang Sakti.


"Sekarang kalian semua, belajar jurus ilmu terbang terlebih dahulu. Sebelum belajar jurus Pedang Naga Sakti, karena jurus Pedang Naga Sakti sangat Sulit untuk di kuasai. Sebelum bisa menggunakan jurus ilmu terbang," ucap ketua Erlangga, dan mulai memperaktekan jurus ilmu terbang.


Erlangga memejamkan matanya, lalu pergi berlari dan terbang di udara, setelah memberikan contoh jurus ilmu terbang. Erlangga segera turun ke bawah.


"Fokuskan pikiran kalian semua, dan yakinkan bahwa kalian bisa menggunakan jurus ilmu terbangi. Sekarang kalian semua berlari, sambil menutup kedua mata. Dan ingat, terus fokuskan dalam hati, bahwa kalian semua bisa menggunakan jurus ilmu terbang,"  lanjut Erlangga.


"Prok-prok," suara tepuk tangan dari Erlangga, yang tak menyangka Yasa langsung bisa menguasai jurus ilmu terbang.


"Wah, Alhamdulillah aku bisa!" Yasa yang membuka kedua matanya, dan melihat ke bawah tanah. Yasa sangat senang, karena ia bisa mengunakan jurus ilmu terbang. Yasa pun terbang melayang-layang di atas udara.


"Hebat kamu Yasa, sekarang bisa terbang," teriak Firman senang melihat yasa bisa terbang.


"Hey Kamu! Kenapa? Tidak mengikuti instruksi ku! Aku menyuruh kalian semua, untuk belajar menggunakan jurus ilmu terbang." Erlangga yang marah melihat firman tidak mengikuti perintahnya.


Meski yang lain belum bisa, tapi mereka semua mengikuti instruksi dari Erlangga dengan baik.


"Ma...af ke...tua Erlangga. A...ku takut ke tinggian," jawab Firman gugup.


Erlangga hanya menggelengkan kepalanya, mendengarkan ucapan dari Firman.

__ADS_1


"Jangan jadikan itu sebuah alasan! Tidak ada seorang pendekar, yang takut dengan apa pun itu, dan hanya satu tujuan seorang pendekar sejati. Yaitu bisa mengalahkan musuhnya,"


"Dan asal kalian semua harus tahu. Jurus ilmu terbang ini hanya dengan sebuah keyakinan yang kuat, dan jiwa yang bersungguh-sungguh. Maka kalian semua bisa terbang di atas udara, paham kalian semua?" tutur Erlangga menjelaskan.


"Iya ketua Erlangga," sahut mereka semua secara bersamaan.


"Buat yang belum bisa menggunakan jurus ilmu terbang, terus ulangi  jurus ilmu terbangnya sampai kalian semua bisa. Dan untuk Yasa, ayo maju ke depan. Kita belajar jurus Pedang Naga Sakti." Erlangga merasa Yasa akan cepat bisa menguasai jurus Pedang Naga Sakti. Seperti mendiang ayahnya Mahesa Mahendra.


"Baik ketua Erlangga," sahut Yasa.


Yasa maju ke depan, berhadapan dengan Erlangga ketua Padepokan Elang Sakti.


"Keluarkan pedang mu!" perintah Erlangga kepada Yasa.


"Tapi ketua! Ini hanya sebuah pedang biasa?" lirih Yasa yang merasa akan kesulitan jika menggunakan pedang biasa, untuk belajar jurus Pedang Naga Sakti.


"Justru karena itu pedang biasa, bisa menjadi luar biasa! Dengan menggunakan jurus Pedang Naga Sakti. Meski jurus Pedang Naga Sakti ini, tidak sehebat dengan pedang pusaka yang sangat sakti. Karena Pedang Sakti itu, kekuatan pedangnya bisa menyerap ke dalam tubuh. Jika Pedang Sakti di salah gunakan, pasti akan terjadi kehancuran bagi dunia ini. Maka dari itu. Aku dan Ratu serta Markus, sangat berharap kepada kamu dan teman-temanmu. Agar kalian semua bisa mengalahkan Padepokan Black, dan bisa merebut kembali Pedang Sakti, yang berada di tangan Rimba ketua Padepokan Black," jelas Erlangga.


Erlangga memberikan contoh jurus Pedang Naga Sakti. Yasa pun menyimak dengan baik, semua gerakan jurus Pedang Naga Sakti yang di ajarkan oleh Erlangga ketua Padepokan Elang Sakti.


Kini tiba waktunya Yasa, memperaktekan semua gerakan jurus Pedang Naga Sakti. Dari awal belajar jurus ilmu terbang, hingga cara gerakan mengayunkan Pedang Naga Sakti, yang telah di ajarkan oleh Erlangga. Dan pedang Yasa, hanya mengeluarkan cahaya bergambar naga, tapi hanya sedikit saja.


"Kemampuanmu sudah lumayan bagus, bagi seorang pemula seperti dirimu. Tapi kamu harus belajar lebih semangat lagi, untuk menyempurnakan jurus Pedang Naga Sakti," ucap Erlangga, lalu pergi meninggalkan Yasa. Karena sudah waktunya untuk mereka semua beristirahat.


"Prok-prok," suara tepuk tangan dari murid-murid Padepokan Elang Sakti, yang menyaksikan Yasa menggunakan jurus Pedang Naga Sakti.


"Kamu hebat Yas, bisa cepat belajar menggunakan jurus Pedang Naga Sakti. Aku saja yang sudah belajar di Padepokan Elang Sakti belum bisa," ujar Lutffy yang pergi menghampiri Yasa.


Yasa yang di puji seperti itu, hanya tersenyum biasa. Karena belum bisa tersenyum senang, jika belum menguasai jurus Pedang Naga Sakti.


"Sahabat aku gitu loh," sahut Firman yang bangga kepada Yasa, lalu merangkulnya.


"Ini sudah waktunya. Untuk kalian semua beristirahat," ucap Rizal menyuruh Yasa dan teman-temannya pergi beristirahat.

__ADS_1


Yasa dan teman-temannya pun pergi beristirahat. Untuk merilekskan tubuh mereka semua, setelah berjam-jam belajar di Padepokan Elang Sakti.


"Aku yakin pasti bisa menggunakan jurus ilmu Pedang Naga Sakti. Untuk bisa mengalahkan Padepokan Black, dan merebut kembali Pedang Sakti. Aku tidak akan, membiarkan Pedang Sakti terus berada ditangan mereka," gumam Yasa didalam hatinya, penuh keyakinan, untuk bisa mengalahkan Padepokan Black.


__ADS_2