
Tabib yang sedang memeriksa luka Malik segera mengobati lukanya, dengan cara membukakan baju Malik. Agar Tabib bisa membalurkan ramuan, yang sudah Tabib buat ke arah luka Malik.
Saat Tabib yang sudah membukakan baju Malik, ia begitu kaget dengan semua luka yang berada di dalam tubuh Malik.
" Luka ini seperti orang yang baru bertarung dengan seseorang saja. Tapi di tubuh Malik ini tidak ada......
Lebih baik aku segera menyembuhkannya terlebih dahulu, nanti akan aku selidiki semuanya " gumam Tabib dalam hatinya. Sambil memeriksa luka Malik, dan membalurkan ramuan ke tubuh Malik yang terluka. Agar Malik segera sadar dari pingsannya.
Tabib yang sudah selesai mengobati luka Malik, ia segera pergi menemui Markus dan Ratu Aurora, serta Yasa dan teman-temannya yang berada di dalam kamar sebelah penginapan Rumah Indah.
" Sebaiknya aku pergi ke kamar sebelah dulu. Untuk menemui ketua Markus dan ketua Ratu, serta Yasa dan teman-temannya " lirih Tabib sambil bangun dari tempat duduknya. Untuk pergi menemui Markus dan Ratu Aurora, serta Yasa dan teman-temannya.
" Tok-tok " Tabib mengetuk pintu kamar, yang di dalamnya ada Markus dan Ratu Aurora serta Yasa dan teman-temannya.
Mereka semua yang berada di dalam kamar, mendengarkan suara ketukan pintu dari luar kamar.
" Mungkin suara ketukan pintu itu adalah Tabib, yang sudah selesai mengobati luka Malik " ucap Markus.
" Kalau begitu biar aku yang membukakan pintunya ketua Markus" Yudi yang berada tidak jauh dari pintu masuk kamar ini, segera membukakan pintu.
" Silahkan masuk Tabib " Yudi mempersilahkan Tabib untuk masuk ke dalam kamar.
Mereka semua yang berada di dalam kamar, yang melihat kedatangan Tabib ingin segera mengetahui tentang keadaan Malik.
" Tabib bagaimana kondisi luka Malik " tanya Markus. Saat Tabib sudah masuk ke dalam kamar penginapan.
" Tidak ada luka yang serius ketua Markus, hanya saja yang membuat Malik belum sadar dari pingsannya. Ada bagian dari kepalanya yang terbentur sangat keras, dan di bagian tubuhnya juga terdapat banyak luka. Tapi semua itu bisa segera sembuh. Karena saya sudah membalurkan ramuan ke seluruh luka Malik, mungkin sebentar lagi juga ia akan segera sadar dari pingsannya " tutur Tabib menjelaskan tentang kondisi Malik.
" Tapi luka yang ada di tubuh Malik, seperti luka orang yang baru bertarung saja. Karena yang aku lihat, darah di tubuh Malik masih terlihat segar " ujar Ratu Aurora.
" Yang di katakan oleh ketua Ratu memang benar, luka di tubuh Malik memang darahnya masih segar, dan itu semua sudah saya obati. Mungkin tidak lama lagi juga Malik akan sadar. Jadi kita bisa mengetahui semuanya, setelah Malik bangun dari pingsannya " Tabib menjelaskan kembali tentang kondisi Malik.
Tapi Tabib tidak menceritakan tentang yang ia lihat, saat Tabib sedang membalurkan ramuan ke tubuh Malik yang penuh dengan luka.
" Sebaiknya aku menyelidiki kebenarannya terlebih dahulu, sebelum aku mengatakannya kepada ketua Markus dan Ratu Aurora, serta Yasa dan teman-temannya " gumam Tabib dalam hatinya.
__ADS_1
" Kalau begitu Firman kamu tolong jaga Malik di kamarnya, dan jika Malik sudah sadar dari pingsannya. Segera beritahu kepadaku " Markus memerintahkan Firman. Untuk pergi menjaga Malik yang berada di dalam kamarnya.
" Baik Guru Ketua " sahut Firman, ia pun bergegas pergi menuju kamar Malik. Untuk menjaga Malik di kamarnya.
Sedangkan Markus dan Ratu Aurora serta Tabib dan juga Yasa dan teman-temannya. Tetap berada di dalam kamar penginapan, karena mereka semua akan membahas tentang rencana mereka semua. Yang akan mencari keberadaan Sekar Wati ibunya Yasa.
*****
Didalam kamar Malik.
Firman yang sedang menjaga Malik di dalam kamar penginapan. Memperhatikan wajah Malik terus, berharap Malik segera sadar dari pingsannya.
" Malik, cepat sadar. Aku ingin mengetahui kenapa kamu bisa berada di desa ini, dengan kondisi penuh luka " lirih Firman.
Beberapa jam kemudian.
Malik yang sudah sadar dari pingsannya, ia segera memanggil Firman yang tengah tertidur pulas di dalam kamar penginapannya.
Karena saat Firman menjaga Malik di dalam kamarnya, ia merasa sangat mengantuk sekali. Hingga membuat ia tertidur pulas di dalam kamar penginapan Malik.
" Iya " sahutnya sambil berusaha menghilangkan rasa kantuknya.
" Malik, kamu sudah sadar " Firman yang baru bangun dari tidurnya. Kaget melihat Malik sudah sadar dari pingsannya.
Malik menjawab pertanyaan dari Firman, dengan menganggukkan kepalanya.
" Kamu jangan banyak bergerak terlebih dahulu, aku akan pergi menemui Tabib. Yang sedang bersama dengan Guru Ketua dan ketua Ratu, serta Yasa dan teman-teman yang lainnya " Firman melangkah pergi meninggalkan Malik yang sudah sadar dari pingsannya. Karena ia ingin memberitahukan kepada Tabib dan Markus, serta Ratu Aurora dan teman-temannya yang berada di sebelah kamar penginapan ini.
" Permainan baru akan segera dimulai " ucap Malik saat Firman sudah pergi meninggalkannya, sambil tersenyum miring.
_______
Tidak lama kemudian.
Firman yang sudah memberitahukan tentang Malik yang sudah sadar dari pingsannya. Segera pergi kembali ke dalam kamar penginapan Malik, bersama dengan Markus dan Tabib serta Ratu Aurora dan teman-temannya.
__ADS_1
" Malik apakah masih ada yang kamu rasakan " tanya Tabib yang sudah berada di dekat Malik.
" Kepala aku yang terbentur, masih sakit Tabib " jawab Malik meringis kesakitan, sambil memegang kepalanya yang masih sakit.
" Kamu berbaring saja Lik " ucap Yasa yang mengkhawatirkan keadaan Malik. Yasa membantu Malik yang tengah duduk di tempat tidur, untuk tetap berbaring di tempat tidurnya.
Markus yang ingin mengetahui tentang kejadian Malik yang menghilang beberapa hari terakhir ini. Langsung saja menanyakan itu semua kepada Malik, yang baru saja sadar dari pingsannya.
" Selama ini kamu berada di mana Malik " tanya Markus yang ingin mengetahui keberadaan Malik, yang selama ini menghilang entah kemana. Saat Yasa dan teman-temannya pergi menyerang Padepokan Black.
" Aku saat itu tidak bisa masuk ke dalam Padepokan Black. Karena aku yang berada di belakang Firman, mendapat pukulan yang sangat keras dari murid Padepokan Black. Aku berusaha mengalahkan murid Padepokan Black, tapi jumlah mereka yang sangat banyak. Membuat aku kesulitan dalam mengalahkan murid Padepokan Black " Malik berhenti menceritakan tentang kejadian saat ia berada di dalam Padepokan Black. Dengan raut wajah yang sedih, dan kemudian menarik nafasnya.
" Itu semua karena kecerobohan ku, yang mengikuti..... " ucapan Yasa terhenti. Karena Malik segera menyela ucapan Yasa, dan meniupkan ilmu sihir pelupa ke arah Yasa yang duduk di dekat tempat tidur Malik. Tanpa ada orang yang menyadarinya.
Karena Raja iblis yang saat itu menyamar menjadi Malik, membujuk Yasa untuk pergi seorang diri ke Padepokan Black.
" Sudahlah Yas, kejadian itu jangan di bahas lagi. Yang terpenting kita semua sudah berkumpul kembali " sahut Malik tersenyum ke arah Yasa.
" Tapi Lik, kok kamu bisa berada di Desa Rindang ini. Jarak dari Padepokan Black ke Desa Rindang lumayan jauh loh " tanya Firman penasaran. Karena pertanyaan itulah yang dari tadi ingin ia ketahui.
" Aku yang berhasil pergi meninggalkan Padepokan Black, segera pergi berlari tanpa arah tujuan. Agar murid Padepokan Black tidak mencari keberadaan ku. Sampai akhirnya aku bisa berada di desa ini " Malik yang menjawab pertanyaan dari Firman, sambil termenung sedih.
" Semua yang Malik ceritakan sangat masuk akal, tapi...... " gumam Tabib di dalam hatinya. Sambil berpikir dan menyimpulkan dengan yang ia temukan, saat mengobati luka Malik.
" Malik baru juga sadar dari pingsannya, ini langsung malah bertanya terus. Biarkan Malik memulihkan keadaannya terlebih dahulu " ucap Ratu Aurora menatap tajam ke arah Markus dan Firman.
Karena mereka berdua yang tidak sabaran, ingin mengetahui kemana saja Malik pergi. Saat menyerang Padepokan Black, hingga membuat ia menghilang sampai berada di Desa Rindang.
" Iya nih, gimana sih kamu Fir " timpal Riska yang setuju dengan pendapat Ratu Aurora. Tapi ia hanya berani menyindir Firman saja.
" Ayo kita semua pergi dari sini, biarkan Malik beristirahat. Agar ia segera bisa sembuh " Markus mengajak Ratu Aurora dan Tabib serta Yasa dan teman-temannya. Untuk pergi meninggalkan Malik di dalam kamar penginapan.
" Aku pergi dulu ya Lik, semoga kamu cepat sembuh " ucap Yasa sebelum pergi meninggalkan kamar Malik.
" Iya Yas " sahut Malik tersenyum ke arah Yasa dan teman-temannya.
__ADS_1
Mereka semua pun pergi meninggalkan Malik seorang diri di dalam kamar.