
Di Padepokan Ular Naga.
Murid Padepokan Ular Naga yang berhasil membawa mantra sihir, yang di dapatkan oleh Markus dari guru gunung Marajeta. Segera pergi menghadap ketua Padepokan Ular Naga yang bernama Amran.
"Salam hormat kepada Ketua Amran," murid Padepokan Ular Naga membungkukkan badannya. Karena mereka semua sedang memberikan salam penghormatan kepada Amran ketua Padepokan Ular Naga.
"Itu yang di tangan kamu! Apakah buku mantra sihir?" tunjuk Amran ke salah satu dari murid Padepokan Ular Naga, yang datang membawa buku di tangannya.
"Iya betul ketua Amran," sahutnya sambil melangkah pergi ke arah Amran ketua Padepokan Ular Naga. Untuk memberikan buku mantra sihir dari guru gunung Marajeta, yang murid Padepokan Ular Naga dapatkan di dalam ruangan Markus ketua Padepokan Macan Putih.
"Hahaha... Akhirnya aku bisa memiliki buku mantra sihir ini, pasti ketua Rimba ingin mengetahui isi di dalam buku mantra sihir ini," ucap Amran tertawa bahagia. Karena ia berhasil mendapatkan buku mantra sihir, yang di suruh oleh Rimba ketua Padepokan Black. Untuk mengambil buku mantra sihir dari guru gunung Marajeta, yang berada di Padepokan Macan Putih.
_______
Flashback.
Rimba ketua Padepokan Black datang ke Padepokan Ular Naga. Untuk bertemu dengan Amran ketua Padepokan Ular Naga, karena Rimba akan menyuruh Amran untuk mendapatkan buku mantra sihir di Padepokan Macan Putih.
Semua murid Padepokan Ular Naga membungkukkan badannya. Ketika Rimba dan murid-muridnya, datang ke Padepokan Ular Naga.
"Salam hormat kepada Ketua Rimba," ucap murid Padepokan Ular Naga berbarengan.
"Di mana ketua Amran?" tanya Rimba pada murid Padepokan Ular Naga.
"Ada di ruangannya ketua Rimba," sahutnya.
Rimba pun di antar oleh murid Padepokan Ular Naga, menuju ruangan Amran ketua Padepokan Ular Naga.
__ADS_1
Amran yang sedang di duduk di ruangannya segera bangun. Karena ia melihat kedatangan Rimba ketua Padepokan Black, yang datang menemuinya.
"Aku merasa tersanjung, karena Ketua Rimba datang ke Padepokan Ular Naga." Amran pun tersenyum senang melihat kedatangan Rimba ketua Padepokan Black, yang datang ke dalam ruangannya.
"Ada apa? Ketua Rimba datang ke Padepokan Ular Naga?" lanjut Amran yang bertanya kepada Rimba.
"Kamu suruh murid Padepokan Ular Naga. Untuk pergi ke Padepokan Macan Putih. Karena di dalam sana, ada murid Padepokan Black yang aku tugaskan." Rimba menyuruh kepada Amran ketua Padepokan Ular Naga. Untuk menyuruh murid-muridnya, pergi ke Padepokan Macan Putih.
"Baiklah, ketua Rimba." Amran yang memang sudah menjadi pengikut Padepokan Black, menerima perintah dari Rimba ketua Padepokan Black.
"Ada satu hal lagi, yang membuat aku datang untuk menemui kamu!" ucap Rimba sambil tersenyum miring.
"Kalau aku boleh tahu? Hal apa ketua Rimba?" Amran penasaran dengan hal yang dimaksud oleh Rimba ketua Padepokan Black.
"Aku mendapatkan informasi dari Raja iblis. Kalau Markus ketua Padepokan Macan Putih, memiliki buku mantra sihir dari guru gunung Marajeta. Aku mau kamu dan murid-murid Padepokan Ular Naga, mengambil buku mantra sihir itu. Karena kemungkinan besar, di dalam buku mantra sihir itu. Ada cara mengaktifkan Pedang Sakti yang kini berada di tanganku, dan mantra sihir itu bisa kita gunakan. Untuk mengalahkan Padepokan Macan Putih dan Padepokan Singa Merah, agar manusia yang berada di dunia ini menjadi pengikut Padepokan Black. Hahaha..." Rimba tertawa bahagia. Jika ia berhasil mendapatkan buku mantra sihir itu, dan manusia yang berada di dunia ini. Akan menjadi pengikut Padepokan Black, maka dari itu. Rimba menyuruh Amran dan murid Padepokan Ular Naga, untuk mengambil buku mantra sihir di Padepokan Macan Putih.
"Jika keadaan Padepokan Macan Putih, sedang tidak ada Markus. Kamu taburkan ini, ke sekitar Padepokan Macan Putih. Agar murid Padepokan Macan Putih, terpengaruh dengan ilmu sihir yang berada di sekitar Padepokan Macan Putih. Sehingga membuat mereka semua, yang berada di dalam Padepokan Macan Putih tidak berdaya. Setelah itu kamu suruh murid Padepokan Ular Naga, masuk ke dalam Padepokan Macan Putih. Untuk membawa pergi Tabib Padepokan Macan Putih, agar murid Padepokan Macan Putih tidak ada yang mengobati lagi. Dan kesempatan itu, kamu gunakan dengan baik. Untuk mengambil buku mantra sihir di Padepokan Macan Putih," lanjut Rimba sambil memberikan sebuah botol kepada Amran ketua Padepokan Ular Naga. Karena di dalam sebuah botol itu, ada serbuk pengaruh ilmu sihir yang Rimba dapatkan dari Raja iblis.
"Aku tidak mau mendengar kabar kegagalan. Jadi sebisa mungkin, kamu dan murid Padepokan Ular Naga bisa mengambil buku mantra sihir itu." Rimba memperingati Amran dan murid Padepokan Ular Naga. Untuk bisa mengambil buku mantra sihir di Padepokan Macan Putih.
"Tenang saja ketua Rimba, aku pastikan. Kalau aku dan murid-murid ku, tidak akan mengecewakanmu," sahut Amran.
"Baiklah, aku tunggu kabar baik dari kamu." Rimba pun segera pergi meninggalkan ruangan Amran ketua Padepokan Ular Naga.
Setelah kepergian Rimba ketua Padepokan Black. Amran segera menyuruh murid-muridnya, untuk pergi ke Padepokan Macan Putih. Amran juga memberikan botol yang ia dapatkan dari Rimba ketua Padepokan Black, dan menjelaskan kepada muridnya yang akan pergi ke Padepokan Macan Putih.
Murid Padepokan Ular Naga yang sudah berada di Padepokan Macan Putih, segera menyebarkan serbuk pengaruh ilmu sihir ke sekitar Padepokan Macan Putih. Ketika Roy dan Surya yang mendapatkan ilmu telepati dari Henry murid Padepokan Black, dan mendapatkan informasi dari Henry. Kalau Markus ketua Padepokan Macan Putih tidak berada di dalam Padepokan Macan Putih. Roy pun segera memberitahukan kepada teman-temannya. Untuk menyebarkan serbuk pengaruh ilmu sihir itu. Karena keadaan Padepokan Macan Putih tidak ada Markus.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian.
Orang-orang yang berada di dalam Padepokan Macan Putih, mereka semua merasakan kekuatan energi mereka melemah.
"Kenapa? Aku merasakan rasa lelah dan letih seperti ini?" lirih Adit murid Padepokan Macan Putih.
"Iya Dit, aku juga sama. Padahal setiap kita habis berlatih dan belajar, tidak pernah merasakan seperti ini?" sahut Rama.
Murid Padepokan Ular Naga yang mendengarkan suara pembicaraan antara kedua murid Padepokan Macan Putih, mereka semua segera masuk ke dalam Padepokan Macan Putih.
"Penyusup! Ada penyusup," teriak pelan murid Padepokan Macan Putih. Karena kekuatan energi murid Padepokan Macan Putih melemah, dan ia mencoba berteriak memanggil teman-temannya. Karena ia melihat murid Padepokan Ular Naga, yang masuk ke dalam Padepokan Macan Putih.
Pertarungan antara murid Padepokan Macan Putih, yang melawan murid Padepokan Ular Naga. Membuat murid Padepokan Macan Putih yang kekuatan energi sedang melemah, mudah untuk di kalahkan oleh murid Padepokan Ular Naga. Sehingga mereka semua dengan mudahnya, bisa mengambil buku mantra sihir, yang berada di dalam ruangan Markus ketua Padepokan Macan Putih. Akan tetapi, murid Padepokan Ular Naga tidak berhasil membawa Tabib Padepokan Macan Putih. Karena Markus sudah kembali ke Padepokan Macan Putih.
Flashback off.
_____________
Amran yang sangat bahagia bisa mendapatkan buku mantra sihir, yang di inginkan oleh Rimba ketua Padepokan Black. Terus memperhatikan buku mantra sihir itu, ia pun memutuskan untuk menggunakan panggilan ilmu telepati. Karena Amran akan memberitahukan keberhasilannya kepada Rimba ketua Padepokan Black.
"Ketua Rimba." Amran memanggil Rimba dengan menggunakan ilmu telepati.
"Iya Amran, bagaimana? Apakah kamu dan muridmu berhasil mendapatkan buku mantra sihir itu?" Rimba yang mendapatkan panggilan ilmu telepati dari Amran, langsung menanyakan tentang keberhasilan Amran dan murid-muridnya dalam mengambil buku mantra sihir.
"Aku kan sudah bilang ketua Rimba. Kalau aku dan murid ku, tidak akan mengecewakanmu," jawab Amran sambil tersenyum tipis.
"Kerja bagus Amran." Rimba pun tersenyum senang mendengar kabar keberhasilan Amran dan murid Padepokan Ular Naga, yang berhasil mengambil buku mantra sihir di Padepokan Macan Putih.
__ADS_1
"Tapi Maaf ketua Rimba, murid ku tidak bisa membawa Tabib Padepokan Macan Putih. Karena Markus tiba-tiba saja berada di ruangan Tabib Padepokan Macan Putih," tutur Amran menjelaskan.
Rimba yang mendengarkan itu, mengepalkan kedua tangannya. "Aku akan segera pergi ke Padepokan Ular Naga." Rimba langsung mematikan panggilan ilmu telepati dari Amran. Karena Rimba akan pergi menemui Amran di Padepokan Ular Naga.