MISI MENCARI PEDANG SAKTi

MISI MENCARI PEDANG SAKTi
BAB 71 Berusaha Menjelaskan


__ADS_3

Yasa dan Firman serta Malik bingung. Karena Markus yang tiba-tiba saja pergi meninggalkan mereka bertiga, dengan menggunakan ilmu menghilang.


"Guru Ketua mau pergi kemana yah?" lirih Yasa.


"Mungkin saja mau membangunkan Tabib. Karena Tabib tidak menjawab panggilan dari Guru Ketua," sahut Firman.


"Ya sudah, kita masuk ke dalam kamar penginapan saja." Yasa mengajak Firman dan Malik. Untuk masuk ke dalam kamar penginapan.


Riska yang hendak pergi ke kamar mandi, melihat Yasa dan Firman serta seorang lelaki yang tidak Riska ketahui. Mereka bertiga masuk ke dalam kamar penginapan Yasa dan Firman.


"Itu Yasa sama Firman sama siapa?" ucap Riska sambil mendekati kamar Yasa dan Firman. Dan mengurungkan niatnya, yang akan pergi ke kamar mandi. Karena Riska sangat penasaran sekali, dengan sosok lelaki yang di ajak Yasa dan Firman.


Tok-tok


Riska mengetuk pintu kamar Yasa dan Firman.


Yasa dan Firman yang mendengarkan suara ketukan pintu dari kamarnya, segera membukakan pintu kamarnya.


"Riska!" ucap Yasa dan Firman secara bersamaan. Karena mereka berdua kaget melihat Riska, yang mengetuk pintu kamar mereka berdua.


"Aku kirain Guru Ketua. Eeeh tidak tahunya malah Riska," ujar Firman yang salah mengira. Karena ia dan Yasa sedang menunggu kedatangan Markus dan Tabib Padepokan Macan Putih.


"Kalian berdua tadi mengajak masuk siapa?" tanya Riska yang penasaran dengan sosok lelaki, yang di bawa masuk ke dalam kamar penginapan Yasa dan Firman.


"Itu Malik Ris," sahut Yasa.


"Malik!" teriak Riska yang kaget dengan ucapan Yasa.


"Kamu jangan berisik, ganggu orang lagi tidur saja." Yasa memperingati Riska. Karena suara teriakan Riska, bisa mengganggu pengunjung yang menginap di penginapan Lintang.


"Maaf," lirih Riska yang meminta maaf.


Pelayan penginapan yang sedang lewat ke arah kamar Yasa dan Firman, segera datang menghampiri mereka bertiga. Karena ia mendengar suara teriakan dari Riska.


"Ada apa ini?" tanya pelayan penginapan kepada Yasa dan Firman serta Riska, yang masih berdiri di depan pintu kamar Yasa dan Firman.


"Tidak ada apa-apa kok," sahut Firman yang tidak mau mengatakan yang sebenarnya, kepada pelayan penginapan.


"Kamu serius Yas, yang kamu ajak masuk ke dalam kamar kamu itu Malik?" bisik Riska di telinga Yasa. Karena ia belum percaya, kalau yang Yasa dan Firman ajak adalah Malik.

__ADS_1


"Kalau kamu tidak percaya, lihat saja sendiri." Yasa membukakan pintu kamarnya. Agar Riska bisa melihat Malik, yang berada di dalam kamar penginapan Yasa dan Firman.


"Kamu Malik?" ucap Riska pelan sambil menunjuk ke arah Malik, yang sedang berbaring di tempat tidur penginapan Yasa dan Firman.


"Ada apa yang kalian semua sembunyikan dariku?" tanya pelayan penginapan. Karena ia melihat Yasa membukakan pintu kamarnya, pelayan penginapan pun masuk ke dalam kamar penginapan Yasa dan Firman.


Saat pelayan penginapan masuk ke dalam kamar Yasa dan Firman. Ratu Aurora dan Robi serta teman-temannya, yang mendengarkan suara yang berisik diluar kamar penginapan. Mereka semua segera pergi keluar kamarnya.


"Ada apa sih ini?" tanya Ratu Aurora yang sudah berada di depan pintu masuk kamar penginapan Yasa dan Firman.


Yasa dan Firman serta Riska kaget melihat kedatangan Ratu Aurora, yang sudah berada di depan pintu kamar penginapan Yasa dan Firman. Sehingga membuat mereka bertiga, tidak menjawab pertanyaan dari Ratu Aurora. Karena pelayan penginapan, sedang memeriksa keadaan di dalam kamar penginapan Yasa dan Firman.


"Riska ada apa?" Robi  yang baru keluar dari dalam kamarnya,  bertanya kepada Riska. Karena ia mendengarkan suara teriakan dari Riska, dan suara berisik diluar kamar penginapan.


"Kamu sih Ris, berisik banget." gerutu kesal Firman yang menyalahkan Riska.


"Kenapa kalian bertiga, malam-malam begini masih belum tidur. Dan kamu juga Riska, tadi bilang sama aku, mau pergi ke kamar mandi. Tapi kenapa kamu pergi ke kamar Yasa dan Firman?" Aira juga bertanya kepada Riska. Karena Riska belum kembali ke dalam kamar penginapan mereka berdua.


"Ini teman kalian, kakinya sedang terluka. Kenapa? Kalian tidak memberitahu aku dari tadi," tanya pelayan penginapan yang sudah keluar dari dalam kamar penginapan Yasa dan Firman.


"Maaf," sahut Firman yang tidak memberitahukan kepada pelayan penginapan.


"Siapa teman yang di maksud pelayan itu?" tanya Ratu Aurora.


"Maaf ketua Ratu dan teman-teman semuanya, tadi Riska melihat aku dan Firman yang membawa masuk Malik ke dalam kamar penginapanku." Yasa menjelaskan tentang Malik yang berada di dalam kamarnya kepada mereka semua.


Ratu Aurora dan murid-muridnya, kaget mendengar ucapan dari Yasa.


"Maksud kamu! Malik sahabat kamu bukan Yas?" tanya Yudi yang ingin memastikan kebenarannya. Kalau ia tidak salah dengar.


"Iya benar kak. Kalau tidak percaya lihat saja ke dalam kamarku," ucap Yasa yang mempersilahkan Ratu Aurora dan murid-muridnya, masuk ke dalam kamar penginapan Yasa dan Firman.


"Hey, kalian semua jangan masuk semuanya. Cukup lihat di luar pintu penginapan saja," cegah pelayan penginapan.


Mereka semua pun hanya bisa melihat Malik, di depan pintu masuk kamar penginapan Yasa dan Firman.


"Kamu temukan di mana Malik Yas?" tanya Robi yang sudah melihat Malik.


"Di depan penginapan ini Kak," sahut Firman.

__ADS_1


Ratu Aurora dan murid-muridnya pun mengerutkan keningnya. Karena mereka curiga, kalau itu bukanlah Malik sahabatnya Yasa.


"Aku menemukan keberadaan Malik bukan di sini, tapi di dalam ruang bawah tanah Padepokan Black," jelas Yasa yang menceritakan kebenaranya.


"Yasa, kamu ini aneh banget sih. Kita berdua tadi menemukan keberadaan Malik di depan penginapan ini, dan kapan kamu pergi ke Padepokan Black?" tanya Firman yang merasa heran dengan ucapan Yasa.


Yasa bingung menjelaskan semuanya. Karena mereka semua, tidak percaya dengan ucapannya.


"Kalian semua, kenapa malah mengobrol disini? Itu luka di kaki temannya tidak segera diobati?" pelayan penginapan yang mendengarkan pembicaraan antara Yasa dan teman-temannya. Menghentikan pembicaraan mereka semua. Karena pelayan penginapan menanyakan tentang luka Malik yang belum diobati.


"Guruku sedang memanggil Tabib. Mungkin sebentar lagi juga akan datang." Yasa menjawab pertanyaan dari pelayan penginapan. Tapi ia tidak menjawab pertanyaan dari Firman, karena mereka semua tidak percaya dengan ucapan yang Yasa ceritakan.


"Yas, kok kamu tidak menjawab pertanyaan dariku sih?" gerutu Firman. Karena Yasa tidak menjawab pertanyaan darinya.


"Aku tadi sudah menjelaskan Fir. Kalau aku menemukan keberadaan Malik bukan di sini, tapi di ruang bawah tanah Padepokan Black. Nanti akan ku ceritakan semuanya, setelah Guru Ketua dan Tabib datang ke sini. Dan aku harap ketua Ratu dan teman-teman semuanya, bisa percaya dengan ucapanku. Kalau yang aku temukan kali ini, benar Malik sahabat baikku. " Yasa berusaha menjelaskan semuanya. Agar mereka semua bisa percaya dengan ucapan Yasa.


"Kalau begitu, kita semua tunggu kedatangan Markus dan Tabib. Baru aku bisa percaya, dengan apa yang kamu katakan." Ratu Aurora yang belum percaya dengan ucapannya Yasa. Menunggu kedatangan Markus dan Tabib Padepokan Macan Putih.


"Iya benar ketua Ratu. Kita harus waspada, takutnya terjadi seperti sebelumnya lagi." Robi menimpali ucapan dari Ratu Aurora. Karena ia juga belum percaya dengan Malik, yang sedang berbaring di tempat tidur Yasa dan Firman.


"Kalau begitu, aku pamit pergi. Tapi jika kalian semua ingin segera mengobati luka teman kalian, aku akan membawakan Tabib yang ada di desaku ini," ucap pelayan penginapan yang berpamitan pergi kepada mereka semua.


"Pelayan penginapan," panggil Yasa yang menghentikan langkah kaki pelayan penginapan.


"Iya!" sahutnya


"Tolong panggilkan Tabib yang ada di desa ini. Agar luka teman dan kucing peliharaan ku cepat sembuh, karena guruku dan Tabib belum juga datang kemari." Yasa meminta bantuan kepada pelayan penginapan. Untuk memanggilkan Tabib yang berada di Desa Walarijo.


"Baiklah," pelayan penginapan pun pergi meninggalkan mereka semua.


"Emangnya tadi kucing Kay pingsan Yas?" tanya Riska. Setelah pelayan penginapan pergi meninggalkan mereka semua.


"Iya Ris," sahut Yasa.


"Aku kira, kucing Kay tadi sedang tidur. Ternyata ia pingsan, kasihan kamu Kay." Riska mengelus bulu kucing Kay dengan lembut.


"Yasa, sejak kapan Markus pergi dari sini?" tanya Ratu Aurora yang menunggu kedatangan Markus dan Tabib Padepokan Macan Putih. Karena mereka berdua belum datang ke penginapan Lintang.


"Sudah lama ketua Ratu. Aku juga tidak tahu, kenapa Guru Ketua dan Tabib belum datang ke sini. Makannya, tadi aku meminta bantuan kepada pelayan penginapan. Untuk mencari Tabib yang ada di desa ini, Agar luka Malik cepat diobati, dan kucing Kay bisa segera sadar dari pingsannya" jawab Yasa yang mencemaskan keadaan luka Malik dan kucing peliharaannya, yang belum sadar dari pingsannya.

__ADS_1


"Sebaiknya aku gunakan ilmu telepati saja," batin Ratu Aurora, ia pun segera menutup kedua matanya dan berkonsentrasi memanggil Markus.


__ADS_2