MISI MENCARI PEDANG SAKTi

MISI MENCARI PEDANG SAKTi
BAB 66 Ruangan Rahasia Padepokan Black


__ADS_3

Yasa yang mendengarkan suara dari luar ruangan bawah tanah Padepokan Black, segera pergi untuk mengetahui siapa orang itu. Karena Yasa tidak mengetahui keberadaan dirinya saat ini, yang berada di dalam ruang bawah tanah Padepokan Black.


"Siapa orang itu?" lirih Yasa sambil melangkah pergi menuju ke arah luar ruangan bawah tanah Padepokan Black.


Kucing Kay yang melihat Yasa akan pergi menemui murid Padepokan Black, semakin bingung dengan semua keadaan seperti ini.


"Aku harus mencegah Yasa keluar dari ruangan ini," gumamnya.


"Yasa! Jangan pergi keluar," ucap kucing Kay dengan menggunakan bahasa manusia.


Ucapan kucing Kay, hanya bisa terdengar oleh Yasa. Sedangkan Malik dan orang-orang, yang terkurung di dalam ruang bawah tanah Padepokan Black. Tidak bisa mendengarkan ucapan kucing Kay dan jiwa Yasa, yang terbawa masuk ke dalam ruang bawah tanah Padepokan Black.


Yasa yang mendengarkan suara orang yang memanggil namanya, menghentikan langkah kakinya. Sambil mencari seseorang yang menghentikan langkahnya.


"Siapa yang memanggilku? Apa jangan-jangan! Lelaki itu adalah Malik? Tapi suaranya, tidak sama dengan suara Malik?" Yasa menggaruk kepalanya. Karena ia bingung dengan semua ini, dan ia juga tidak mengetahui ada di mana dirinya saat ini.


"Yasa, ini suaraku. Aku adalah kucing Kay peliharaan kamu,'' kucing Kay mencoba mendekati Yasa, dengan menggunakan bahasa manusia. Agar Yasa bisa mengerti dengan ucapannya, dan tidak jadi pergi keluar ruangan bawah tanah Padepokan Black.


"Kay! Kamu bisa berbicara seperti manusia?" tanya Yasa kepada kucing Kay.


"Iya Yas, sekarang ini. Kita berada di dalam ruang bawah tanah Padepokan Black, dan orang yang dikurung di dalam sana adalah Malik," tunjuk kucing Kay ke arah Malik, yang masih terkurung di penjara Padepokan Black.


"Alhamdulillah, akhirnya aku bisa menemukan keberadaan Malik." Yasa mengucapkan rasa syukurnya. Karena ia berhasil menemukan keberadaan Malik, yang terkurung di dalam penjara Padepokan Black.


Yasa pun mulai mendekati ke arah Malik, yang terkurung di dalam penjara Padepokan Black.


"Malik, ini aku Yasa. Bagaimana keadaanmu?"  tanya Yasa yang berada diluar tempat Malik dipenjara. Karena jiwa Yasa tidak bisa masuk menghampiri Malik, yang berada di dalam sana.


"Kay, kenapa Malik tidak menjawab pertanyaan dariku?" Yasa bertanya kepada kucing Kay. Karena Malik tidak merespon ucapannya.


"Malik tidak bisa mendengarkan pembicaraan antara kita berdua Yas, dan ia juga tidak bisa melihat kamu Yas. Karena yang berada di dalam sini, hanya jiwa kamu. Sedangkan raga kamu, sedang tertidur di penginapan," jawab kucing Kay yang memberitahu Yasa, tentang jiwa Yasa yang ikut bersama jiwa kucing Kay. Saat kucing Kay akan memanggil jiwanya. Agar kekuatan energi kucing Kay bisa maksimal. Untuk bisa menyelamatkan Malik, yang terkurung di dalam ruang bawah tanah Padepokan Black.


"Yasa. Kita harus bisa keluar dari sini, dan membebaskan Malik dari tempat ini, tanpa diketahui oleh murid Padepokan Black," lanjut kucing Kay yang ingin membebaskan Malik dari dalam ruang bawah tanah Padepokan Black.

__ADS_1


"Hey kalian semua bangun," suara teriakan lagi, dari murid Padepokan Black, yang berusaha membangunkan temannya.


Yasa dan kucing Kay, yang mendengarkan suara teriakan itu lagi. Mereka berdua saling lirik.


"Apakah itu suara murid Padepokan Black, yang bertugas menjaga ruangan ini?" tanya Yasa yang ingin memastikan kebenarannya.


"Iya Yas. Jangan sampai murid Padepokan Black, memeriksa keadaan di dalam ruang bawah tanah ini. Apalagi! Kalau mereka bisa mendeteksi keberadaan kamu," tutur kucing Kay memberitahu kepada Yasa.


"Apa sih? Gangguin orang lagi tidur saja," suara murid Padepokan Black, yang sudah bangun dari tidurnya. Terdengar oleh Yasa dan kucing Kay, yang berada di dalam ruang bawah tanah Padepokan Black.


"Ini bagaimana Kay? Murid Padepokan Black, yang bertugas menjaga ruangan ini sudah bangun!" Yasa pun menjadi cemas, dengan situasi saat ini. Karena ia ingin menyelamatkan Malik, tanpa diketahui oleh murid Padepokan Black.


"Aku juga tidak tahu," sahut kucing Kay yang juga bingung dengan keadaan seperti ini.


"Sebaiknya kamu coba cari tempat untuk bersembunyi. Jangan sampai, kamu ketahuan oleh murid Padepokan Black," lanjut kucing Kay yang menyuruh Yasa pergi bersembunyi.


"Baiklah." Yasa pun segera pergi mencari tempat persembunyian. Agar tidak sampai ketahuan oleh murid Padepokan Black, yang bertugas menjaga ruang bawah tanah Padepokan Black.


Sedangkan diluar ruangan bawah tanah Padepokan Black, murid Padepokan Black sedang berbicara dengan temannya, yang bertugas menjaga pintu masuk ruang bawah tanah Padepokan Black.


"Sebelum aku tidur, aku sudah memeriksa keadaan di dalam," jawabnya sambil menguap. Karena ilmu sihir dari kucing Kay masih ia rasakan.


"Kalau begitu aku mau masuk sebentar, menemui para gadis di dalam sana. Hehehe," ucap murid Padepokan Black sambil tersenyum, dan akan pergi masuk ke dalam ruangan bawah tanah.


"Huh dasar, ganggu orang lagi tidur saja. Kalau mau masuk ke dalam, yah masuk saja sana. Jangan ganggu orang lagi tidur," gerutu kesal murid Padepokan Black yang bertugas menjaga ruang bawah tanah Padepokan Black, kepada teman yang datang membangunkannya.


"Hehehe," sahutnya tersenyum dan segera masuk ke dalam ruang bawah tanah Padepokan Black.


Satu murid Padepokan Black yang masuk ke dalam ruang bawah tanah, pergi ke tempat para gadis yang di kurung di dalam penjara Padepokan Black.


"Tolong bebaskan aku dari sini," teriak salah satu gadis yang berada di dalam penjara Padepokan Black.


"Kalian semua tidak akan bisa pergi dari sini. Lebih baik kamu ikut bersamaku, pasti kamu akan merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa, hahaha...." Murid Padepokan Black pun membawa salah satu dari para gadis, yang berada di dalam penjara Padepokan Black.

__ADS_1


"Lepaskan, aku tidak mau ikut bersama kamu," gadis itu tidak mau di bawa pergi oleh murid Padepokan Black.


"Diam," bentak murid Padepokan Black sambil menarik paksa gadis itu, dan membawa gadis itu ke dalam salah satu ruangan.


Kucing Kay dan Yasa, yang mendengarkan suara dari murid Padepokan Black dan gadis itu. Mereka berdua sedang memikirkan cara agar bisa keluar dari dalam ruang bawah tanah Padepokan Black.


Yasa yang sudah merasa aman. Karena murid Padepokan Black tidak merasakan keberadaannya, yang berada di dalam ruang bawah tanah Padepokan. Yasa pun keluar dari tempat persembunyiannya, dan memutuskan pergi menghampiri kucing Kay.


"Kay," panggil Yasa kepada kucing Kay, yang bersembunyi di balik punggung Yasa.


"Meong," kucing Kay pun pergi menghampiri Yasa, yang berada di luar penjara tempat Malik dikurung.


"Kay, kamu jangan keluar. Nanti kamu ketahuan oleh murid Padepokan Black." Malik mencegah kucing Kay, yang akan pergi menemui Yasa. Karena Malik tidak bisa melihat keberadaan Yasa, yang berada di dalam ruang bawah tanah Padepokan Black.


"Meong, meong" kucing Kay berusaha memberontak dari pelukan Malik.


Kucing Kay pun bisa terlepas dari pelukan Malik. Karena kondisi Malik yang terluka, dan tidak ada yang mengobati lukanya.


"Kay." Malik mengejar kucing Kay, yang akan keluar dari tempat penjaranya Malik.


Yasa bisa melihat jelas Malik, yang kini berada di hadapannya.


"Malik," lirih Yasa yang terharu, bisa melihat Malik secara dekat.


"Kenapa aku selalu merasakan, kalau Yasa berada di dekatku?" ucap Malik yang bingung dengan perasaannya.


"Malik bisa merasakan keberadaan kamu Yasa, tapi ia tidak bisa melihat jiwa kamu yang berada di sini." kucing Kay menjelaskan kepada Yasa. Sedangkan Malik yang berada di dekat mereka berdua, tidak bisa mendengarkan pembicaraan antara Yasa dan kucing Kay.


"Tapi kenapa murid Padepokan Black, yang tadi masuk tidak bisa mendeteksi keberadaanku?" tanya Yasa.


"Aaaaaaaaah," suara jeritan gadis yang di bawa oleh murid Padepokan Black, yang berada di dalam ruangan rahasia Padepokan Black.


"Itu! Seperti suara jeritan gadis, yang di paksa masuk ke dalam ruangan itu," tunjuk Yasa ke arah ruangan rahasia Padepokan Black.

__ADS_1


"Ruangan apa itu?" gumam Yasa di dalam hatinya, yang ingin mengetahui ruangan rahasia Padepokan Black.


__ADS_2