MISI MENCARI PEDANG SAKTi

MISI MENCARI PEDANG SAKTi
BAB 67 Berusaha Pergi


__ADS_3

Yasa yang akan pergi melangkah ke ruang rahasia Padepokan Black, yang di dalamnya itu ada murid Padepokan Black bersama satu gadis. Kucing Kay yang melihat itu, mencoba menghentikan langkah kaki Yasa.


"Yasa. Jangan masuk ke sana," teriak kucing Kay.


"Aku ingin mengetahui keadaan di dalam sana." Yasa terus melangkah pergi ke pintu rahasia Padepokan Black.


"Aku harus segera mencegah Yasa," batin kucing Kay, dan ia pun keluar dari dalam penjara Malik.


Malik yang melihat kucing Kay, yang akan pergi ke dalam pintu ruangan rahasia Padepokan Black berteriak memanggil kucing Kay.


"Kay, kamu jangan ke sana?"


"Sepertinya Malik mengetahui ruangan ini," gumam Yasa menghentikan langkahnya, yang akan pergi ke pintu rahasia Padepokan Black.


"Kay, kita harus segera pergi dari sini. Mumpung murid Padepokan Black masih berada di dalam sana, dan kemungkinan murid Padepokan Black, yang berada diluar masih tidur. Karena aku tidak mendengar suara murid Padepokan Black, yang berada diluar ruangan bawah tanah ini." Yasa mengajak kucing Kay. Untuk pergi dari ruang bawah tanah Padepokan Black.


"Iya Yas," sahutnya.


Kucing Kay pun segera mengeluarkan jurus pukulan kepala batu, untuk membukakan pintu penjara Malik.


Sedangkan Malik dan para gadis yang berada di dalam penjara, bisa mendengarkan suara pukulan yang dilakukan oleh kucing Kay.


"Kay, aku tahu kamu pasti ingin membantuku keluar dari sini. Tapi kamu jangan menyakiti kepala mu, sudah cukup." Malik berucap dengan suara pelan. Karena ia tidak mau sampai terdengar oleh para gadis, yang berada di dalam ruang bawah tanah Padepokan Black. Dan mencoba menghentikan kucing Kay yang mau menolongnya, keluar dari dalam penjara Padepokan Black.


"Aku tidak mau melihat kamu terluka Kay," lanjut Malik sambil menutup matanya.


Jurus pukulan kepala batu, yang kucing Kay keluarkan. Akhirnya bisa membuka pintu penjara Malik.


"Alhamdulillah." Yasa yang melihat pintu penjara Malik sudah terbuka, segera pergi menghampiri Malik untuk memeluk Malik.


"Kenapa aku tidak bisa memeluk Malik," lirih Yasa yang heran.


"Kamu tidak akan bisa memeluk Malik, aku kan sudah memberitahu kamu Yas," kucing Kay mengingatkan Yasa. Karena yang berada di dalam ruang bawah tanah Padepokan Black, hanya jiwa Yasa yang terbawa oleh jiwa kucing Kay, yang pergi ke dalam ruang bawah tanah Padepokan Black.


"Oh iya! Aku lupa Kay," sahutnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Meong,"


Kucing Kay berusaha menyadarkan Malik, yang menutup matanya. Karena ia tidak mau melihat kucing Kay terluka.


Malik yang mendengar suara kucing Kay, yang mengeong di dekatnya segera membuka kedua matanya.


"Kay, kamu berhasil membukakan pintu penjara ini." Malik kaget dan tersenyum senang, melihat keberhasilan kucing Kay, yang bisa membukakan pintu penjaranya.


"Ayo Lik, kita harus segera pergi dari sini." Yasa mengajak Malik. Untuk segera pergi meninggalkan ruang bawah tanah Padepokan Black.


Yasa yang ingin membantu Malik. Untuk membopong Malik keluar dari dalam ruang bawah tanah Padepokan Black. Tapi itu semua tidak bisa Yasa lakukan, karena jiwa Yasa tidak bisa menyentuh Malik.


"Aku harus bisa segera pergi dari sini, dan menolong para gadis yang berada di dalam sini." Malik berusaha melangkahkan kakinya, menuju pintu keluar dari dalam penjara, yang mengurungnya selama ini. Malik terus berusaha, untuk bisa cepat pergi dari tempat ini, meski sekarang ini. Kekuatan energinya sudah menghilang, dan Malik juga menahan rasa sakitnya. Karena luka Malik belum pernah diobati, selama ia berada di dalam penjara Padepokan Black.


Malik yang berjalan sangat lambat. Membuat kucing Kay harus mengeluarkan jurus tiupan angin yang berhembus sangat pelan, dan mendorong langkah kaki Malik. Agar bisa berjalan lebih cepat, sebelum murid Padepokan Black yang berada di dalam ruangan rahasia Padepokan Black keluar.  Serta murid Padepokan Black yang berada diluar ruangan bawah tanah Padepokan Black, tidak mengetahui kepergian Malik.


"Tolong, bebaskan aku!" ucap pelan para gadis, yang melihat Malik bisa keluar dari dalam penjaranya.


"Iya, aku pasti akan menolong kalian semua." Malik yang akan menghentikan langkah kakinya, tapi tidak bisa berhenti.


"Tolong!" para gadis itu meminta tolong kepada Malik, sambil berlinang air mata. Karena mereka semua ingin bisa keluar, dari dalam ruang bawah tanah Padepokan Black.


Yasa dan kucing Kay yang melihat para gadis bersedih, menjadi kasihan kepada para gadis itu.


"Apakah kita juga harus membebaskan para gadis itu?" tanya Yasa kepada kucing Kay.


"Saat ini kita sebaiknya, harus segera pergi dari sini Yas. Masalah para gadis yang berada di dalam sini, kita pikirkan nanti saja. Yang terpenting saat ini! Kita bisa keluar dari sini, tanpa ketahuan oleh murid Padepokan Black," jawab kucing Kay, yang sebenarnya ia juga ingin menyelamatkan para gadis itu.


"Iya, kamu benar Kay." Yasa pun setuju dengan ucapan kucing Kay.


Mereka bertiga pun akhirnya bisa keluar dari dalam ruang bawah tanah Padepokan Black, dan melihat murid Padepokan Black masih tertidur pulas, terkena ilmu sihir kucing Kay.


"Kay, bagaimana caranya kita pergi dari sini? Sedangkan jiwaku ini, tidak bisa menggunakan kekuatan ku?" Yasa bertanya lagi kepada kucing Kay. Karena saat ia akan menggunakan kekuatannya, tidak bereaksi sama sekali.


"Kekuatan energi kamu tidak akan maksimal Yas. Jika kamu tidak bersatu dengan ragamu," jelas kucing Kay memberitahu kepada Yasa.

__ADS_1


"Kita sudah berada diluar ruangan ini, dan sungguh kebetulan sekali. Murid yang menjaga sedang tidur," ucap pelan Malik, yang melihat murid Padepokan Black yang masih tertidur.


"Yasa, aku akan berubah menjadi Burung Elang Raksasa. Nanti kamu naik ke atas punggung ku," kucing Kay memberitahu Yasa. Sebelum ia berubah menjadi Burung Elang Raksasa.


"Iya Kay," sahutnya.


Kucing Kay pun segera berubah menjadi Burung Elang Raksasa, dan akan mengajak Malik dan jiwa Yasa pergi meninggalkan Padepokan Black.


Malik yang melihat kucing Kay berubah menjadi Burung Elang Raksasa, merasa kaget dengan semua kejadian yang ia lihat.


"Kamu kenapa bisa berubah menjadi seperti ini?" lirih Malik yang kaget dengan perubahan kucing Kay, yang menjadi Burung Elang Raksasa.


Kucing Kay tidak menjawab pertanyaan dari Malik, tapi ia akan menggunakan bahasa manusia. Agar Malik bisa mengerti dengan ucapannya.


"Malik ayo cepat naik ke atas punggung ku," ucap kucing Kay dengan bahasa manusia. Agar Malik bisa mengerti dengan ucapannya.


"Kamu bisa berbicara seperti manusia?" Malik yang kaget mengatakan itu, dengan suara yang cukup keras. Malik yang menyadari ucapannya itu segera menutup mulutnya, karena ia tidak mau sampai murid Padepokan Black terbangun dari tidurnya.


"Ayo cepat naik!" ajak kucing Kay lagi.


"Ayo Lik naik." Yasa yang sudah berada di atas punggung Burung Elang Raksasa, yang merupakan kucing Kay. Yasa juga berusaha mengajak Malik, untuk segera naik ke atas punggung Burung Elang Raksasa. Meski Malik tidak bisa mendengarkan suaranya.


"Iya." Malik berusaha naik ke atas punggung Burung Elang Raksasa.


Murid Padepokan Black yang sudah keluar dari dalam ruang bawah tanah Padepokan Black, dan ia melihat Malik yang akan naik ke atas punggung Burung Elang Raksasa.


"Hey, kamu mau kemana?" teriak murid Padepokan Black, dan kemudian ia segera membangunkan temannya yang masih tidur.


"Jef, bangun. Ada yang mau tahanan yang mau pergi dari sini," ucap murid Padepokan Black yang membangunkan temannya itu.


"Ayo Malik, cepat naik," kucing Kay menyuruh Malik yang kesulitan naik ke atas punggungnya. Karena kaki Malik yang terluka, dan belum pernah diobati.


Yasa yang berusaha menarik tangan Malik, agar Malik bisa cepat naik ke atas punggung Burung Elang Raksasa. Meski usaha Yasa itu, tidak membuahkan hasil. Karena jiwa Yasa tidak bisa bersentuhan dengan Malik.


Sedangkan murid Padepokan Black yang tertidur itu sudah bangun dari tidurnya, dan ia pun kaget melihat Malik akan pergi, dengan cara naik ke atas punggung Burung Elang Raksasa.

__ADS_1


__ADS_2