
Raja iblis dan Pasukannya berubah menjadi manusia biasa. Untuk mendekatkan diri kepada Yasa dan teman-temannya, yang sedang beristirahat di sebuah penginapan bernama Agung Sedayu yang berada di Desa Agung Kencana.
"Ini makanannya lama banget sih? Perut aku sudah keroncongan nih?" gerutu Firman yang kesal karena makanannya belum di sediakan oleh pelayan penginapan.
"Sabarlah sebentar Fir," sahut Malik.
Raja iblis yang mendengarkan itu, langsung pergi ke dalam dapur.
"Hey! Kamu jangan masuk ke dalam sini?" ucap salah satu orang yang berada di dalam dapur.
Raja iblis yang di perlakukan seperti itu. Langsung mengubah orang-orang yang ada di dalam dapur menjadi seekor binatang. Setelah itu, barulah Raja iblis merubah pasukannya menjadi pelayan penginapan.
Makanan yang sudah siap di sajikan untuk Yasa dan teman-temannya, sudah diberi ramuan terlelap tidur oleh Raja iblis.
"Maaf, lama menunggunya," pasukan Raja iblis yang sudah berubah menjadi pelayan penginapan, menyajikan makanan untuk Yasa dan teman-temannya.
"Silahkan di makan," ucapnya lagi sebelum pergi meninggalkan mereka semua.
Kucing Kay yang berada di dekat Yasa, terus mengeong sangat berisik sekali. Seperti orang yang sedang marah. Bahkan kucing Kay ingin pergi menghampiri pelayanan penginapan, tapi itu semua berhasil di cegah oleh Yasa.
"Meong, meong," suara kucing Kay mengeong seperti orang yang sedang marah.
"Kamu kenapa sih Kay? Mau pergi ke dapur segala! Kalau kamu lapar? Itu di meja makan sudah ada makanannya." Yasa pun mengajak kucing Kay, yang hendak pergi ke dalam dapur.
"Meong, meong"
"Kucing kamu kenapa sih Yas? Berisik banget." Firman yang hendak makan, terganggu dengan suara kucing Kay yang sangat berisik sekali.
Raja iblis yang menyamar menjadi pemilik penginapan Agung Sedayu, langsung datang menghampiri mereka semua. Karena ia tidak mau rencananya, di gagalkan lagi oleh kucing peliharaannya Yasa.
"Mohon maaf, kucing peliharaannya mengganggu pengunjung yang akan datang kemari. Lebih baik, kucing peliharaannya saya bawa ke tempat penitipan hewan yang ada di penginapan kami," ucapnya ramah.
Lalu Raja iblis menyuruh pasukannya, yang berubah menjadi pelayan wanita. Untuk membawa pergi kucing peliharaannya Yasa. Akan tetapi, kucing Kay malah memberontak dan mencakar pelayan wanita itu.
"Aawww! Sakit," jerit kesakitan pelayan penginapan itu.
Yasa yang melihat kucing Kay mencakar pelayan wanita itu, segera meminta maaf.
"Maaf, ya Bu." Yasa meminta maaf kepada pelayan wanita itu, dan segera pergi mengambil kucing Kay, yang masih terus mengeong.
__ADS_1
Raja iblis yang geram dengan tingkah kucing peliharaannya Yasa. Mencoba mengeluarkan kekuatannya. Untuk membuat kucing peliharaannya Yasa diam, dan tidak mengacaukan rencananya lagi.
Ketika Raja iblis hendak mengeluarkan kekuatannya, ia merasa teman-temannya Yasa terus memperhatikan gerakan tangannya, yang akan mengeluarkan kekuatannya.
Raja iblis yang melihat itu, mengurungkan niatnya. Karena ia takut di curigai oleh teman-temannya Yasa.
Yasa yang membawa pergi kucing Kay keluar penginapan Agung Sedayu. Agar kucing Kay tidak menggangu para pengunjung, yang sedang makan di penginapan Agung Sedayu.
"Kamu kenapa sih Kay?" Yasa mencoba menenangkan kucing Kay, dengan cara mengusap-usapkan bulu lembut kucing Kay.
Pelayan penginapan yang melihat Yasa berada di luar penginapan, segera pergi menghampiri Yasa. Untuk menyuruh Yasa, membawa kucing Kay ke tempat penitipan hewan yang ada di penginapan Agung Sedayu.
Yasa pun pergi mengikuti pelayan penginapan itu, yang pergi menuju ke tempat penitipan hewan.
Sesampainya di tempat penitipan hewan.
"Ternyata di sini, banyak hewan peliharaan yang di titipkan juga yah?" ucap Yasa yang melihat semua hewan peliharaan di tempat penitipan hewan.
"Iya benar Tuan. Semua binatang yang ada di sini, adalah milik para pengunjung penginapan," tutur pelayan itu mencoba membuat Yasa percaya, dan mau menitipkan kucing peliharaannya disini.
"Meong, meong."
"Kamu disini dulu yah Kay? Banyak tuh teman-teman kamu." Yasa segera meletakkan kucing Kay ke bawah. Agar kucing Kay pergi bermain bersama kucing yang berada di tempat penitipan hewan.
"Sepertinya, kucing peliharaan ku tidak mau disini." Yasa segera mengambil kembali kucing Kay, yang berada di lantai tempat penitipan hewan. Untuk mengajak kucing Kay ke tempat teman-temannya, yang sedang makan di penginapan Agung Sedayu.
"Maaf Tuan, sebaiknya kucing peliharaan Tuan taruh saja disini. Karena kalau di bawa ke dalam lagi. Nanti bos saya, akan marahi saya Tuan," ucap pasukan Raja iblis berpura-pura sedih. Agar Yasa mau menitipkan kucing peliharaannya di tempat penitipan hewan.
"Tapi...." Yasa ragu untuk menitipkan kucing Kay di tempat penitipan hewan.
"Tuan jangan mengkhawatirkan apapun itu. Karena saya akan menjaga kucing peliharaan Tuan dengan baik. Lebih baik sekarang Tuan pergi ke tempat makan. Untuk mencicipi makanan yang sudah kami sediakan," pelayan penginapan itu. Menyuruh Yasa pergi meninggalkan tempat penitipan hewan. Pelayan penginapan itu, segera mengambil kucing peliharaan Yasa. Meski kucing peliharaan Yasa, mencoba untuk mencakar pelayan penginapan dan masih terus mengeong.
"Meong, meong," suara kucing Kay yang terus mengeong.
"Kay sayang, kamu baik-baik dulu disini ya?" Yasa mengusap bulu lembut kucing Kay, yang berada di tangan pelayan penginapan.
"Tuan, sebaiknya segera pergi ke tempat makan. Pasti teman-teman Tuan, sedang menunggu Tuan disana," pelayan penginapan itu, terus mencoba membuat Yasa segera pergi meninggalkan tempat penitipan hewan.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi. Tapi kamu jangan sampai lupa!, memberikan kucing peliharaan ku makan?" Yasa mengingatkan pelayan penginapan itu. Sebelum ia pergi meninggalkan tempat penitipan hewan, dan pergi menghampiri teman-temannya yang berada di tempat makan.
__ADS_1
"Iya baik Tuan," sahut pelayan penginapan itu dengan hati yang sangat senang. Karena ia telah berhasil, membuat Yasa pergi meninggalkan tempat penitipan hewan.
______
"Kamu habis dari mana saja Yas?" tanya Riska yang baru melihat Yasa datang menghampiri mereka semua.
"Aku tadi pergi menitipkan kucing Kay ke tempat penitipan hewan, yang berada di penginapan ini. Dan ternyata di sini banyak juga binatang peliharaan milik pengunjung penginapan," jawab Yasa sambil duduk di dekat Firman.
"Ya sudah, sebaiknya kamu segera makan Yas. Nanti makananmu di habiskan sama Firman hehehe," sahut Malik sambil melirik ke arah Firman.
"Rese banget sih kamu Lik." Firman menyenggol pelan lengan Malik yang berada di dekatnya.
"Firman. Malik, di tempat makan jangan berantem. Malu tuh, di lihatin sama pengunjung yang ada di sini." Aira mencoba melerai Firman dan Malik.
Mereka semua pun menikmati makanan, yang sudah di sediakan oleh pelayan penginapan Agung Sedayu.
"Makannya pelan-pelan Fir," ucap Yasa yang melihat Firman makan dengan sangat cepat.
"Hehehe, habis makanannya enak-enak sih," sahutnya sambil terus memakan, makanannya.
Tidak lama kemudian, teman-temannya Yasa sudah selesai makan.
"Alhamdulillah, aku sudah kenyang. Perut aku juga sudah tidak keroncongan lagi, hehehe. Tapi kenapa yah? kok aku jadi mengantuk sekali," ucap Firman sambil menguap mulutnya.
"Iya aku juga," sahut yang lainnya sambil menguap mulutnya.
"Ya sudah, kalau kalian semua sudah mengantuk. Pergi tidur duluan saja, nanti aku menyusul." Yasa menyuruh teman-temannya untuk pergi tidur.
"Aku temenin kamu makan dululah Yas." Riska mencoba menguatkan rasa kantuknya. Karena ia ingin menemani Yasa makan.
"Terserah kamu saja Ris. Tapi kalau kamu sudah mengantuk pergi saja ke kamar, aku mau menghabiskan makananku terlebih dahulu," ujar Yasa.
"Riska, lebih baik kamu pergi ke dalam kamar. Mata kamu kelihatannya, sangat mengantuk sekali." Malik yang hendak pergi masuk ke dalam kamar, ia melihat mata Riska seperti orang yang mau tidur.
"Maaf ya Yas, sepertinya aku pergi tidur dulu. Tidak seperti biasanya nih? Habis makan aku sangat mengantuk sekali." Riska pun pamit pergi ke dalam kamarnya, karena rasa kantuk yang tidak bisa ia tahan.
Setelah kepergian Riska dan teman-temannya. Yasa yang sudah selesai makan. Jadi ikut mengantuk, seperti teman-temannya, ia pun segera pergi masuk ke dalam kamar, dan menyusul teman-temannya masuk ke alam mimpi.
Raja iblis yang melihat Yasa dan teman-temannya. Sudah tertidur pulas, Karena Yasa dan teman-temannya memakan, makanan yang sudah di beri ramuan terlelap tidur oleh Raja iblis.
__ADS_1
"Ini sudah waktunya, kita semua harus menjalankan rencanaku." Raja iblis menyuruh pasukannya. Untuk membawa salah satu murid dari Padepokan Macan Putih, atau murid Padepokan Singa Merah, yang akan di bawa pergi ke Padepokan Black.
"Hahaha.... Rencanaku kali ini berjalan dengan baik," ucap Raja iblis sambil tersenyum senang. Karena rencananya kali ini berhasil, dan tidak ada yang menghalangi semua rencananya.