
Rimba menyuruh muridnya, yang berada di dalam ruangannya. Untuk memanggil Henry murid Padepokan Black. Karena Rimba akan memilih salah satu dari murid Padepokan Black, untuk menyamar menjadi Malik sahabatnya Yasa. Dan Rimba memilih Henry, karena Henry muridnya sudah menguasai berbagai ilmu, yang di ajarkan oleh Rimba ketua Padepokan Black.
Henry yang mendapatkan perintah dari Rimba ketua Padepokan Black. Segera pergi menghampiri Rimba yang berada di dalam ruangannya.
" Salam hormat kepada Ketua Rimba " Henry membungkukkan badannya. Lalu memberikan salam hormat kepada Rimba ketua Padepokan Black.
Rimba tersenyum senang dengan kedatangan Henry.
" Henry ada tugas untuk kamu, dan aku percaya kalau kamu bisa di andalkan " ucap Rimba.
" Tugas apa ketua Rimba " tanya Henry penasaran tentang tugas yang akan di berikan oleh Rimba kepadanya.
" Aku akan mengubah kamu menjadi Malik, teman anaknya Mahesa Mahendra yang kini berada di dalam ruangan bawah tanah. Kamu harus menyelidiki mereka semua, dan mencari tahu cara mengaktifkan Pedang Sakti yang berada di tanganku ini " jawab Rimba menjelaskan tugas untuk Henry.
" Baiklah ketua Rimba " Henry bersedia menjalankan tugas dari Rimba ketua Padepokan Black.
" Sebelum aku merubah kamu menjadi Malik, kita pergi ke ruangan bawah tanah " Rimba mengajak Henry ke ruangan bawah tanah. Tempat Malik yang di sembunyikan oleh Raja iblis dan pasukannya.
Karena saat itu. Raja iblis menyamar menjadi Malik. Untuk memancing Yasa dan teman-temannya, agar mereka semua datang ke Padepokan Black tanpa persiapan yang matang.
Sesampainya di ruangan bawah tanah.
Rimba yang mengajak Henry ke ruangan bawah tanah. Segera pergi menghampiri Malik yang tidak bisa bergerak, dan melepaskan diri dari ruangan bawah tanah Padepokan Black.
Karena keadaan Malik yang sangat memprihatinkan, ia di ikat semua kaki dan tangannya. Bahkan kekuatan energinya telah di serap oleh Raja iblis. Sehingga kini Malik tidak mempunyai kekuatan energi lagi.
" Hahaha " Rimba tertawa melihat kondisi Malik yang tidak bisa berbuat apa-apa.
Malik yang mendengar suara tertawa Rimba, segera membuka matanya. Untuk melihat kedatangan Rimba dan murid Padepokan Black, yang masuk ke dalam ruangan bawah tanah.
" Mau apa lagi kalian " teriak Malik yang melihat Rimba dan murid Padepokan Black.
" Aku akan menyerap seluruh ingatanmu, dan murid ku ini yang akan menggantikan mu hahaha " ucap Rimba sambil tertawa bahagia.
" Kenapa harus dia yang menggantikan aku, lebih baik kamu lepaskan saja aku " pinta Malik yang berharap bisa terbebas dari ruangan bawah tanah Padepokan Black.
" Baiklah " Rimba tersenyum miring.
" Buka ikatan dia " perintah Rimba kepada murid Padepokan Black, yang bertugas menjaga ruangan bawah tanah.
" Baik ketua Rimba " sahut murid yang bertugas menjaga ruangan bawah tanah.
__ADS_1
Kedua murid yang bertugas menjaga ruangan bawah tanah. Segera membukakan ikatan Malik.
" Sudah ketua Rimba " ucap salah satu dari murid Padepokan Black, yang sudah berhasil membukakan ikatan Malik.
" Kalian berdua minggir " Rimba mengusir kedua muridnya. Yang sudah membukakan ikatan Malik.
Malik yang sudah tidak terikat lagi, segera berjalan ke arah Rimba dengan pelan-pelan. Karena kondisi Malik kini tidak memiliki kekuatan energi lagi.
" Aku harus bebas dari sini, jangan sampai Rimba bisa menyerap seluruh ingatanku. Akan aku kerahkan seluruh kekuatanku yang masih tersisa, untuk membunuh Rimba " gumam Malik di dalam hatinya yang tersulut emosi. Karena Rimba dan muridnya yang datang menemui Malik, mau menyerap seluruh ingatannya.
Malik berusaha mencoba untuk memberikan pelajaran kepada Rimba ketua Padepokan Black. Yang selama ini telah mengurungnya di dalam ruangan bawah tanah Padepokan Black.
" Aku akan membunuhmu " ucap Malik yang akan segera sampai di tempat Rimba dan muridnya, yang sedang berdiri di dalam penjara Padepokan Black, tempat Malik di kurung.
" Hahaha, kondisi sudah seperti ini mau membunuhku. Jangan bermimpi, aku akan menyerap seluruh ingatanmu " Rimba segera menyerap ingatan Malik. Agar ketika Henry bertemu dengan Yasa dan teman-temannya. Mereka semua tidak curiga kepada Henry, yang menyamar sebagai Malik sahabatnya.
" Aaaaaaaaah " suara jeritan Malik yang di ambil ingatannya oleh Rimba ketua Padepokan Black.
Bugh suara Malik terjatuh ke bawah. Karena Rimba berhasil menyerap ingatan Malik.
Rimba yang sudah berhasil menyerap seluruh ingatan Malik, ia segera memasukkan ingatan Malik kepada Henry.
Henry mengagukan kepalanya, tanda ia menyetujui perintah dari Rimba ketua Padepokan Black.
" Aaaaaaaaah " Henry berteriak. Karena ingatan Malik yang akan masuk ke dalam pikirannya.
Setelah memasukkan ingatan Malik ke dalam pikiran Henry. Rimba langsung merubah Henry menjadi Malik, ia pun tersenyum senang. Karena rencananya akan berjalan dengan baik.
" Kamu sekarang pergi temui murid Padepokan Macan Putih dan murid Padepokan Singa Merah. Karena mereka semua sedang mencari keberadaan mu " Rimba menyuruh Henry untuk segera pergi menemui Yasa dan teman-temannya.
" Baiklah ketua Rimba " Henry pun segera pergi meninggalkan Rimba. Yang berada di dalam ruangan bawah tanah. Untuk menjalankan tugas dari Rimba ketua Padepokan Black.
Henry pergi mencari Yasa dan teman-temannya, dengan menggunakan ilmu terbang.
_________
Sedangkan Yasa dan Riska yang sudah mengantarkan Rangga pulang ke rumahnya. Segera pergi mencari kucing Kay, dan juga Robi serta teman-teman yang lainnya.
Yasa dan Riska yang sedang berjalan kaki, melihat dari kejauhan Robi dan teman-temannya.
" Itu sepertinya kak Robi dan kak Yudi, serta kak Aira dan Firman " tunjuk Yasa ke arah Robi dan teman-temannya. Yang sedang berjalan kaki tanpa menengok ke arah Yasa dan Riska, karena mereka semua tidak melihat ke arah sekeliling Desa Rindang ini.
__ADS_1
" Oh iya, benar itu kak Robi " Riska tersenyum senang melihat kak Robi dan teman-temannya.
" Kak Robi " teriak Riska memanggil Robi.
Robi dan teman-temannya, segera menengok ke arah suara Riska. Yang berteriak memanggil nama Robi.
" Riska. Yasa, itu mereka berdua ada di sana. Ayo kita pergi menghampiri Yasa dan Riska " ajak Robi kepada teman-temannya.
" Iya kak " sahut Firman dan Yudi serta Aira secara bersamaan.
" Baru juga aku mau melakukan panggilan ilmu telepati. Yasa dan Riska sudah ada di depan mata " ucap Firman sambil melangkah pergi menghampiri Yasa dan Riska.
" Kamu sih tadi malah ke tiduran di dalam rumah gubuk itu. Bangunnya juga susah banget lagi " gerutu kesal Aira, yang sudah beberapa kali membangunkan Firman yang tertidur di dalam rumah gubuk, tempat mereka semua berteduh dari hujan yang sangat deras.
" Maaf kak, yang penting kita semua sekarang sudah menemukan keberadaan Yasa dan Riska " Firman meminta maaf kepada Aira.
" Yasa. Riska " Firman berteriak memanggil Yasa dan Riska sambil berlari menghampiri mereka berdua.
Dan akhirnya mereka semua bertemu kembali.
" Kalian berdua pergi ke mana sih " tanya Robi yang sudah berada di dekat Yasa dan Riska.
" Itu loh kak, si kucing Kay lagi-lagi pergi entah kemana " jawab Riska yang masih kesal dengan Yasa dan kucing peliharaannya. Karena membuat ia terpisah dari kakaknya.
" Itu di baju kalian berdua kenapa bisa kotor begitu " Aira yang melihat penampilan Yasa dan Riska, penuh dengan bekas luka dan juga terlihat sangat kotor.
" Tadi aku dan Riska menolong anak kecil yang bernama Rangga. Karena ia tadi di pukul oleh pemuda kampung Desa Rindang ini " tutur Yasa menjelaskan.
" Tapi kalian berdua tidak ada luka yang serius kan " tanya Robi yang mengkhawatirkan Yasa dan Riska adiknya.
" Tidaklah kak, kan kita semua sudah meminum ramuan kekebalan tubuh yang di berikan oleh Tabib " jawab Riska sambil memperlihatkan keadaannya yang baik-baik saja.
" Iya syukurlah, kalau kalian berdua tidak kenapa-kenapa " Robi bernafas lega. Jika Yasa dan Riska baik-baik saja.
" Kak aku mau meminta bantuan, untuk mencari keberadaan kucing Kay yang pergi entah kemana " pinta Yasa kepada Robi dan teman-temannya.
" Tanpa kamu minta, kita semua pasti mencari keberadaan kucing Kay kok " Firman yang berada di dekat Yasa, merangkul Yasa sambil tersenyum.
" Ya sudah ayo kita semua pergi mencari kucing Kay " Yudi mengajak teman-temannya. Untuk segera pergi mencari keberadaan kucing Kay.
Mereka semua pun pergi mencari keberadaan kucing peliharaannya Yasa. Sebelum melanjutkan kembali perjalanannya, yang mencari keberadaan Malik dan juga Sekar Wati ibunya Yasa.
__ADS_1