
Panglima Langit yang sudah sampai di Istana Langit, dengan membawa Para Dewa dan Para Prajurit, yang sedang terkulai lemah. Langsung berteriak memanggil para dayang yang ada di Istana Langit.
"Para dayang cepat datang kemari!" teriak Panglima Langit memanggil para dayang.
Para Dayang yang mendapatkan panggilan dari Panglima Langit, segera pergi menghampirinya.
"Iya Panglima Langit ada apa?" tanya salah satu dari para dayang yang sudah datang menghampiri Panglima Langit.
"Kalian semua urus Para Dewa dan Para Prajurit Langit yang terluka. Aku mau pergi menghadap Raja Langit," perintah Panglima Langit kepada para dayang. Dan kemudian Panglima Langit langsung bergegas pergi menghadap Raja Langit. Untuk memberitahukan keadaan Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang terluka saat berada di pedalaman Hutan Lembah Lereng.
"Salam hormat kepada Paduka Raja." Panglima Langit membungkukkan tubuhnya. Untuk memberikan salam hormat kepada Raja Langit.
Raja Langit tersenyum senang melihat kedatangan Panglima Langit. Dan menerima salam hormat dari Panglima Langit.
"Panglima Langit, bagaimana keadaan Para Dewa dan Para Prajurit Langit? Apakah mereka semua baik-baik saja?" tanya Raja Langit yang ingin memastikan keadaan Para Dewa dan Para Prajurit Langit.
"Seperti dugaan ku Paduka Raja, mereka semua terluka. Karena tidak bisa menahan terlalu lama serangan dari Para iblis. Dan bahkan Para Siluman yang ada di Hutan Lembah Lereng ikut membantu Para iblis," jawab Panglima Langit.
"Beruntung kamu sudah kembali Panglima Langit. Dan bisa menyelamatkan Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang berada di pedalaman Hutan Lembah Lereng. Apakah Para Dewa berhasil mengambil Bunga Red?" Raja Langit ingin mengetahui tentang keberhasilan Para Dewa yang bisa mengambil Bunga Red.
"Aku tidak tahu Paduka Raja," sahut Panglima Langit.
"Kalau begitu, mari kita pergi menemui Para Dewa dan Para Prajurit Langit yang terluka." Raja Langit mengajak Panglima Langit. Untuk melihat keadaan Para Dewa dan Para Prajurit Langit yang terluka.
Raja Langit dan Panglima Langit bergegas pergi menemui Para Dewa dan Para Prajurit Langit.
Sesampainya di sana.
Raja Langit melihat luka Para Dewa dan Para Prajurit Langit sudah membaik. Karena Para Dewa dan Para Prajurit sudah di berikan ramuan penyembuh, yang di racik oleh Dewa Tanah. Sebelum Dewa Tanah akan pergi ke pedalaman Hutan Lembah Lereng, ia sudah meracik ramuan penyembuh luka terlebih dahulu.
Agar ketika Para Dewa dan Para Prajurit Langit terluka, dalam mengambil keberadaan Bunga Red bisa segera sembuh. Dan Dewa Tanah juga bisa segera meracik Bunga Red. Supaya bisa secepatnya memulihkan kekuatan energi Kucing Kay, serta Yasa dan teman-temannya yang di ambil kekuatan energinya oleh Raja iblis.
Tapi ketika Raja Langit mendekat ke arah Para Dewa, ia melihat Dewa Angin yang belum sadar dari pingsannya.
"Dewa Tanah, kenapa dengan kondisi Dewa Angin?" tanya Raja Langit kepada Dewa Tanah, yang sedang membalurkan ramuan ke tubuh Dewa Angin yang terluka.
"Dewa Angin tadi terkena cakaran oleh Siluman Serigala, dan dia juga tidak bisa menahan terlalu lama serangan ilmu bayangan. Sehingga kondisi Dewa Angin saat ini belum bisa sadar dari pingsannya. Tapi semoga saja dengan ramuan yang aku buat ini, bisa membuat Dewa Angin cepat sembuh dan bangun dari pingsannya," jawab Dewa Tanah yang menjelaskan tentang kondisi Dewa Angin.
__ADS_1
"Apakah kalian semua berhasil mengambil Bunga Red?" Raja Langit kembali bertanya kepada Para Dewa. Karena ia ingin mengetahui keberhasilan Para Dewa, yang berhasil mengambil Bunga Red.
"Maaf Paduka Raja," sahut Dewa Air meminta maaf sambil menundukkan kepalanya. Karena mereka tidak berhasil mengambil Bunga Red.
Dewa Tanah yang sedang membalurkan ramuan kepada Dewa Angin. Tersenyum mendengarkan penuturan Dewa Air yang meminta maaf kepada Raja Langit, dan melihat tingkah Dewa Api dan Dewa Air. Yang belum mengetahui kalau Bunga Red, telah berhasil di ambil oleh Dewa Tanah.
"Ya sudah tidak apa-apa, yang terpenting kalian semua selamat. Dan semoga ada cara lain. Untuk bisa memulihkan kekuatan energi Yasa dan teman-temannya serta Kucing Kay," ucap Raja Langit.
Panglima Langit yang melihat wajah Dewa Tanah yang tersenyum. Merasa ada sesuatu hal yang belum Dewa Tanah ceritakan kepada Para Dewa.
"Dewa Tanah, apakah ada yang mau diceritakan?" Panglima Langit menatap tajam ke arah Dewa Tanah.
Seketika senyuman Dewa Tanah pun menghilang. Karena Panglima Langit menatap tajam kearahnya.
"Sekali lagi, aku tanyakan. Apakah ada yang mau Dewa Tanah ceritakan?" ucap tegas Panglima Langit kepada Dewa Tanah.
"Iya ada Panglima Langit." Dewa Tanah akhirnya menjawab pertanyaan dari Panglima Langit.
"Cerita tentang apa?" Raja Langit bingung dengan semua yang belum ia ketahui.
Saat Dewa Tanah sedang berada di dalam Gua, dengan menggunakan ilmu sihir Penghilang. Bunga Red yang berada di tangan Dewa Tanah pun menghilang, berada di tempat persembunyian yang sudah ia amankan. Dan kini Dewa Tanah akan mengambil Bunga Red, yang berada di tempat persembunyiannya.
"Ini adalah Bunga Red yang kita cari. Untuk memulihkan kekuatan energi kucing Kay serta Yasa dan teman-temannya." Dewa Tanah menunjukkan Bunga Red kepada mereka semua.
"Aku kira kita gagal mengambil Bunga Red, kenapa kamu tidak memberitahu kepadaku?" ujar Dewa Api dengan nada sedikit marah.
"Karena kamu tidak menanyakannya," sahut Dewa Tanah.
"Ya tapi, setidaknya kamu memberitahu aku dan Para Dewa." ujar Dewa Api yang kesal dengan sikap Dewa Tanah, yang tidak memberitahukan tentang keberhasilan dalam mengambil Bunga Red.
"Sudah-sudah, yang terpenting kita berhasil mengambil Bunga Red." Dewa Air menenangkan Dewa Api yang tersulut emosi. Karena Dewa Tanah tidak menceritakan, tentang keberhasilannya dalam mengambil Bunga Red.
"Maaf, aku tidak sempat menceritakannya. Karena kita semua baru sampai di Istana Langit, dan keadaan kita semua juga sedang terluka," jelas Dewa Tanah yang meminta maaf kepada Para Dewa dan Para Prajurit Langit. Karena ia tidak menceritakan tentang keberhasilan dalam mengambil Bunga Red yang berada di dalam Gua.
"Dewa Tanah, kamu segera pergi meracik Bunga Red, dan berikan kepada kucing Kay. Agar ia juga bisa menemani Yasa dalam misi mencari Pedang Sakti, dan jika kucing Kay sudah kembali kekuatan energinya. Suruh kucing Kay untuk memberikan Bunga Red kepada Tabib Padepokan Macan Putih. Supaya kekuatan energi Yasa dan teman-temannya bisa pulih kembali," tutur Raja Langit mengalihkan pembicaraan antara Dewa Tanah dan Dewa Api.
"Baiklah Paduka Raja. Kalau begitu aku pamit pergi, mau meracik Bunga Red." Dewa Tanah pun pergi meninggalkan Raja Langit dan Panglima Langit, serta Para Dewa dan Para Prajurit Langit yang berada di dalam ruangan istana Langit.
__ADS_1
________
Beberapa hari kemudian.
Dewa Tanah yang sudah berhasil memulihkan kekuatan energi kucing Kay. Menyuruh kucing Kay untuk memberikan Bunga Red kepada Tabib Padepokan Macan Putih.
Ketika Tabib dan murid Padepokan Macan Putih, sedang mencari keberadaan Bunga Red di sekitar hutan. Kucing Kay datang menghampiri Tabib Padepokan Macan Putih.
"Meong," suara kucing Kay yang mengeong ke arah Tabib Padepokan Macan Putih.
Tabib yang mendengarkan suara kucing Kay yang terus mengeong, dan kucing Kay yang sudah berada di dekatnya. Karena Tabib Padepokan Macan Putih sedang mencari keberadaan Bunga Red di dalam hutan.
"Ini bukannya kucing peliharaan Yasa! Kenapa? Kucing peliharaannya Yasa, bisa menemukan keberadaan Bunga Red yang sedang aku cari?" lirih Tabib yang melihat kucing Kay membawa Bunga Red kearahnya.
Tabib pun segera mengambil Bunga Red, dan memangil murid-murid Padepokan Macan Putih, yang ikut bersamanya dalam mencari keberadaan Bunga Red.
"Firman panggil teman-temanmu, untuk datang ke sini." Tabib memanggil Firman, yang ikut bersamanya dalam mencari keberadaan Bunga Red. Meski kondisi kekuatan energinya menghilang, tapi Firman yang bersikeras ingin membantu Tabib dalam mencari keberadaan Bunga Red.
"Baik Tabib." Firman bergegas menghampiri teman-temannya. Dan mengajak mereka semua untuk bertemu dengan Tabib.
"Ada apa Tabib memanggil kita semua?" tanya salah satu dari murid Padepokan Macan Putih.
"Aku sudah menemukan keberadaan Bunga Red. Jadi sekarang kita semua sebaiknya pergi dari hutan in. " Tabib mengajak murid Padepokan Macan Putih. Untuk pergi meninggalkan Hutan yang sedang mereka semua datangi. Agar bisa menemukan keberadaan Bunga Red.
"Alhamdulillah," ucap syukur murid Padepokan Macan Putih yang mendapatkan kabar tentang penemuan Bunga Red.
"Kalau begitu sebaiknya Tabib segera racik Bunga Red. Agar kekuatan energi aku dan Yasa serta murid Padepokan Singa Merah bisa pulih kembali." Firman yang mendengarkan penemuan Bunga Red merasa senang. Dan ingin segera kekuatan energinya pulih kembali.
Karena dengan adanya Bunga Red kekuatan energi Firman dan teman-temannya bisa pulih kembali. Setelah beberapa hari terakhir ini, ia merasakan kekuatan energinya menghilang. Karena di ambil oleh Raja iblis dengan jurus Pemanggil Roh.
Jurus Pemanggil Roh yang gagal Raja iblis ambil roh Yasa dan teman-temannya, tapi berhasil mengambil kekuatan energi Yasa dan teman-temannya.
"Iya tenang saja Firman, setelah ada Bunga Red ini. Pasti kekuatan energi kamu dan Yasa, serta murid Padepokan Singa Merah akan segera pulih kembali. Sekarang kita semua kembali ke Padepokan Macan Putih.
Agar bisa segera memulihkan kekuatan energi kamu, Yasa dan murid Padepokan Singa Merah," ajak Tabib kepada murid Padepokan Macan Putih.
Mereka semua pun pergi meninggalkan Hutan ini, dengan menggunakan ilmu menghilang. Agar mereka semua bisa cepat sampai ke Padepokan Macan Putih.
__ADS_1