
Ratu Aurora yang merasakan ada seseorang yang mengikuti jejak mereka semua, ia pun mendengarkan suara langkah kaki dari orang itu dengan menggunakan ilmu pendengaran. Agar Ratu Aurora bisa mengetahui, siapa orang yang sedang mengikuti jejak mereka semua.
Setelah merasakan langkah kaki yang mengikuti jejak mereka semua berhenti. Ratu Aurora segera menghampiri orang itu, yang berada di belakang balik pohon.
"Ada tujuan apa kamu mengikuti ku?" tanya Ratu Aurora yang berhasil menangkap seseorang yang telah berani mengikuti jejaknya, yang akan pergi mencari keberadaan Sekar Wati ibunya Yasa.
"Rangga!" teriak Yasa dan Riska secara bersamaan. Karena mereka berdua melihat Ratu Aurora yang menangkap Rangga.
"Kalian mengenal anak kecil yang terus mengikuti jejak kita semua?" tanya Ratu Aurora kepada Yasa dan Riska. Dan menatap tajam ke arah Yasa dan Riska serta Rangga secara bergilir.
"Iya ketua Ratu, dia adalah anak kecil yang pernah aku dan Riska ceritakan," jawab Yasa.
Ratu Aurora pun melepaskan Rangga, yang ia kira adalah seorang mata-mata dari Padepokan Black atau Padepokan Ular Naga.
"Kamu mau apa mengikuti kami semua?" tanya Riska yang pergi menghampiri Rangga.
"Aku mau meminta bantuan dari kak Yasa dan kak Riska, karena lagi-lagi bos Edi dan anak buahnya berhasil menangkap teman-temanku." Rangga meminta bantuan kepada Yasa dan Riska. Untuk membantunya membebaskan teman-temannya, yang di tangkap oleh Edi dan anak buahnya.
"Iya Rangga, kakak pasti akan menolong teman-temanmu," ucap Yasa menenangkan Rangga yang tengah bersedih kehilangan temannya, yang diculik oleh Edi dan anak buahnya.
"Kita harus pergi dari desa ini, urusan masalah desa ini akan diurus oleh murid Padepokan Macan Putih dan murid Padepokan Singa Merah. Tapi bukan kalian berdua!" Ratu Aurora mencegah Yasa dan Riska yang akan pergi menolong Rangga.
"Tapi..... Ketua Ratu!" ucap Riska yang tidak sampai ia teruskan. Karena ia tidak bisa membantah ucapan dari Ratu Aurora, yang mencegahnya dan Yasa. Untuk pergi menolong temannya Rangga, yang di culik oleh Edi dan anak buahnya.
"Ada apa ini, kenapa kalian semua berhenti di perbatasan Desa Rindang?" tanya Markus yang melihat Ratu Aurora dan Yasa serta teman-temannya yang berhenti di perbatasan Desa Rindang. Karena Markus akan ikut mencari keberadaan Sekar Wati bersama dengan mereka semua.
"Markus!" lirih Ratu Aurora yang melihat Markus berada tidak jauh di dekatnya.
"Guru Ketua!" ucap Yasa dan Firman secara bersamaan.
__ADS_1
"Ketua Markus!" Robi dan teman-temannya pun kaget melihat Markus berada di perbatasan Desa Rindang.
Karena saking kagetnya mereka semua, dengan kedatangan Markus yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka semua. Membuat Ratu Aurora dan Yasa serta teman-temannya tidak menjawab pertanyaan dari Markus.
"Kenapa kalian semua berhenti di sini?" tanya Markus sekali lagi kepada Ratu Aurora dan Yasa serta teman-temannya.
"Ini ada seorang anak kecil yang telah mengikuti jejak kami semua, yang aku kira anak kecil itu adalah mata-mata Padepokan Black. Tapi ternyata ia meminta tolong kepada Yasa dan Riska, untuk menyelamatkan teman-temannya yang diculik oleh Edi," jawab Ratu Aurora.
"Aku kan sudah bilang, kalau masalah penduduk kampung ini akan diurus oleh murid Padepokan Macan Putih dan murid Padepokan Singa Merah. Sebentar lagi juga mereka akan datang ke desa ini, karena aku sudah menyuruh Tabib untuk menyampaikan pesanku kepada guru Herion dan beberapa murid Padepokan Macan Putih. Agar mereka segera datang ke Desa Rindang, untuk menyelesaikan masalah penculikan gadis di desa ini," ujar Markus tegas, dan tidak mengijinkan Yasa dan teman-temannya. Untuk menolong temannya Rangga yang di culik oleh Edi dan anak buahnya.
"Rangga maaf, kak Yasa dan kak Riska tidak bisa membantumu. Tapi kamu jangan bersedih, karena sebentar lagi teman-teman kakak yang akan membantumu dan penduduk kampung ini. Agar tidak ada lagi penculikan gadis di desa kamu." Yasa meminta maaf kepada Rangga. Karena ia tidak bisa membantu menyelamatkan teman-temannya Rangga, yang di culik oleh Edi dan anak buahnya.
"Iya kak Yasa, tidak apa-apa!" sahut Rangga dengan raut wajah bersedih.
"Kamu jangan bersedih dong Rangga. Meski kak Riska dan kak Yasa tidak bisa membantu menyelamatkan teman kamu, tapikan ada temannya kak Yasa yang akan segera datang membantu menyelamatkan teman kamu." Riska yang melihat Rangga bersedih mencoba untuk menenangkan Rangga, agar tidak terus bersedih. Riska juga memeluk Rangga dan mengusap punggungnya.
"Iya kak," ucap Rangga sedikit memberikan senyuman kepada Riska yang berada di hadapannya.
Markus dan Ratu Aurora serta Yasa dan teman-temannya, pergi meninggalkan Rangga di perbatasan Desa Rindang. Karena mereka semua akan pergi mencari keberadaan Sekar Wati ibunya Yasa, untuk mencari tahu cara mengaktifkan Pedang Sakti, yang kini berada di tangan Rimba ketua Padepokan Black.
________
Sementara itu.
Di Padepokan Macan Putih.
Tabib dan Malik sudah berada di dalam Padepokan Macan Putih. Karena mereka berdua bisa segera sampai ke Padepokan Macan Putih, dengan menggunakan ilmu menghilang.
"Malik, kamu sebaiknya pergi istirahat di kamarmu. Aku akan pergi menemui guru Herion," ucap Tabib yang menyuruh Malik pergi ke dalam kamarnya. Karena Tabib akan pergi menemui guru Herion di ruangannya.
__ADS_1
"Baik Tabib," sahutnya sambil melangkah pergi meninggalkan Tabib.
Tapi Malik tidak langsung pergi ke dalam kamarnya, melainkan mengikuti Tabib yang akan pergi menemui guru Herion. Karena Malik yang merupakan Henry, ingin mengetahui pembicaraan antara Tabib dan guru Herion.
Tabib yang sudah sampai di ruangan guru Herion, segera mengetuk pintu ruangan guru Herion.
"Ada apa Tabib?" tanya guru Herion yang sudah membukakan pintu ruangannya.
"Ada pesan dari Ketua Markus," jawab Tabib.
"Kalau begitu, sebaiknya kita berbicara di dalam saja Tabib," guru Herion pun mengajak Tabib. Untuk masuk ke dalam ruangannya.
"Ada pesan apa Tabib?" tanya guru Herion penasaran, akan pesan dari Markus ketua Padepokan Macan Putih.
"Ketua Markus menyuruh guru Herion, untuk pergi ke Desa Rindang. Karena di sana ada kasus penculikan gadis, dan ketua Markus menyuruh beberapa murid dari Padepokan Macan Putih. Untuk ikut bersama guru Herion, dalam menyelidiki kasus ini!" tutur Tabib menceritakan tentang pesan dari Markus.
"Baiklah Tabib, aku akan mengajak beberapa murid Padepokan Macan Putih. Untuk pergi bersamaku ke Desa Rindang," guru Herion pun menerima dengan baik perintah dari Markus ketua Padepokan Macan Putih.
"Oh iya, apakah kepergian ketua Markus dan Tabib kemarin, karena sudah menemukan keberadaan Malik?" lanjut guru Herion yang penasaran tentang keberhasilan Yasa dan teman-temannya, yang telah menemukan keberadaan Malik.
"Iya benar guru Herion. Tapi ada sesuatu hal yang membuat aku curiga kepada Malik, yang sekarang ini berada di dalam Padepokan Macan Putih!" ucap Tabib yang menceritakan kecurigaannya kepada Malik.
"Maksud Tabib apa, aku tidak mengerti?" guru Herion tidak mengerti dengan ucapan dari Tabib, yang mencurigakan Malik sahabatnya Yasa.
"Aku belum menceritakan tentang kecurigaan aku ini kepada ketua Markus dan yang lainnya. Karena aku ingin memastikan kecurigaan ku pada Malik terlebih dahulu," ujar Tabib.
"Kalau aku boleh tahu, ada hal apa yang membuat Tabib curiga kepada Malik?" tanya guru Herion yang ingin mengetahui kecurigaan Tabib Padepokan Macan Putih.
"Pada saat aku mengobati luka Malik, aku tidak melihat tanda lahir di tubuhnya. Dan aku curiga kalau Malik yang berada di dalam Padepokan Macan Putih ini, bukanlah Malik murid Padepokan Macan Putih!" tutur Tabib menceritakan tentang kecurigaannya kepada Malik, yang Tabib rasa bukan Malik murid Padepokan Macan Putih.
__ADS_1
"Kalau memang dia bukan Malik murid Padepokan Macan Putih. Aku akan ikut membantumu Tabib, dalam menyelidiki kebenarannya," guru Herion pun akan membantu Tabib, untuk menyelidiki Malik yang kini berada di dalam Padepokan Macan Putih.
Malik yang mendengarkan pembicaraan antara Tabib dan guru Herion, merasa kaget dengan ucapan Tabib yang mencurigainya.