
Hujan yang belum juga reda, membuat Yasa dan Riska serta Rangga ke tiduran di dalam gua.
Rangga yang berada di tengah Yasa dan Riska. Sudah bangun terlebih dahulu, dan melihat Yasa dan Riska masih tertidur.
" Kak Yasa sama kak Riska masih tidur " ucap Rangga yang melihat Yasa dan Riska masih belum bangun dari tidurnya.
" Ahaa aku ada ide " lanjutnya lagi sambil mengangkat jari telunjuknya. Karena ia berencana ingin membuat Yasa dan Riska tidak saling berdebat lagi.
" Aku sebaiknya duduk di sana " lirih Rangga yang berpindah tempat duduk.
Rangga juga membuat Yasa dan Riska seperti orang yang sedang berpelukan. Setelah melakukan rencananya itu, ia pun berpura-pura tidur lagi. Agar dapat melihat reaksi dari Yasa dan Riska.
" Hehehe, semoga mereka berdua berjodoh " gumamnya dalam hati. Karena melihat Yasa dan Riska sangat cocok menjadi sepasang kekasih.
Yasa yang sudah bangun melihat Riska berada di dekatnya, ia tersenyum melihat Riska yang sedang tidur itu.
" Cantik kalau sedang tertidur seperti ini. Apalagi kalau ia tidak marah-marah " Yasa memuji kecantikan Riska sambil tersenyum.
Riska yang perlahan akan bangun dari tidurnya. Membuat Yasa menjadi panik, karena ia takut Riska akan marah lagi kepadanya.
" Aduh Riska akan bangun, sebaiknya aku pura-pura tidur lagi sajalah " gumam Yasa di dalam hatinya. Karena ia melihat Riska akan bangun dari tidurnya. Maka dari itu, Yasa segera berpura-pura untuk tidur kembali. Agar Riska tidak marah kepadanya lagi.
" Eeeh kok aku bisa tidur berdekatan dengan Yasa sih " ucap Riska yang bingung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Itu Rangga kenapa bisa tidur di sana yah " Riska semakin bingung dengan semua kejadian. Saat ia dan Yasa serta Rangga tertidur di dalam gua.
" Yasa. Rangga, bangun " Riska membangunkan Yasa dan Rangga yang sedang tidur. Karena hujan sudah reda, dan akan mengajak Yasa dan Rangga untuk pergi dari dalam gua ini.
" Iya Ris " sahut Yasa yang sudah bangun dari tidurnya.
" Hujannya sudah reda Yas. Sebaiknya ayo kita pergi dari sini " ajak Riska kepada Yasa yang sudah bangun dari tidurnya.
" Iya Ris " ucap Yasa sambil menghela nafas lega. Karena Riska tidak marah kepadanya.
" Rangga ayo bangun " Yasa menepuk pelan lengan Rangga. Agar ia segera bangun dari tidurnya.
" Iya kak " Rangga yang berpura-pura tidur itu. Kini berpura-pura menguap, agar Yasa dan Riska percaya. Kalau Rangga baru bangun dari tidurnya.
" Kita pergi ke rumah kamu " Yasa menggendong Rangga dan mengantarkannya pulang bersama Riska.
_____________
__ADS_1
Sedangkan ditempat yang berbeda.
Edi sang ketua pemuda kampung Desa Rindang, mengajak anak buahnya. Untuk bertemu Tabib Desa Rindang. Karena mereka semua mau mengobati luka yang terkena Pedang Ribuan Elang yang Yasa keluarkan.
Sesampainya di rumah Tabib Desa Rindang. Edi dan anak buahnya langsung di obati lukanya oleh Tabib.
" Luka kalian semua ini seperti dipatuk oleh burung saja. Bahkan patukannya lumayan banyak dan cukup dalam juga " ucap Tabib yang memeriksa luka Edi dan anak buahnya dengan cara bergantian.
" Emangnya kalau saya boleh tahu. Apa yang terjadi pada kalian semua " lanjut Tabib yang ingin tahu apa yang terjadi pada Edi dan anak buahnya.
" Aku tidak tahu jurus pedang apa yang mereka keluarkan Tabib. Sehingga aku dan anak buah ku, bisa di kalahkan oleh mereka semua " jawab Edi yang geram kepada Yasa dan Riska. Karena Yasa dan Riska telah berhasil mengalahkan mereka semua.
" Oh begitu, saran dari saya. Kalian semua jangan terlalu banyak bergerak terlebih dahulu. Karena luka patukan kalian semua terlalu banyak dan juga dalam " tutur Tabib menjelaskan luka Edi dan anak buahnya, yang sudah di obati oleh Tabib Desa Rindang.
" Iya Tabib terima kasih telah mengobati luka Kami semua. Kalau begitu saya pamit " Edi dan anak buahnya yang sudah tidak merasakan rasa sakit lagi. Berpamitan kepada Tabib Desa Rindang.
Karena Edi dan anak buahnya akan pergi menemui Indra, seorang pemuda kampung yang menjadi pengikut Padepokan Black.
Ditengah perjalanan.
Edi dan anak buahnya melihat seorang gadis sedang pergi ke dalam hutan sendirian. Kesempatan yang sangat bagus itu, mereka gunakan untuk menangkap gadis yang pergi seorang diri.
" Ayo kita tangkap gadis itu " Edi menyuruh anak buahnya untuk menangkap gadis itu.
" Kalau kalian tidak mau melakukannya. Aku akan membuat luka kalian semua semakin parah " Edi mengancam anak buahnya.
" Baiklah bos " sahutnya sambil terpaksa melakukan perintah dari Edi.
Anak buahnya Edi yang lumayan banyak, berhasil menangkap gadis itu. Meski mereka semua harus menahan rasa sakit luka yang belum sembuh. Apalagi gadis itu terus memberontak dan berteriak meminta pertolongan. Andi anak buahnya Edi, segera membuat gadis itu pingsan, dengan menggunakan ilmu sihir penenang pikiran. Sehingga gadis itu tidak berteriak lagi, dan pingsan sampai beberapa jam kemudian.
" Hahaha kerja bagus " Edi tertawa bahagia. Karena anak buahnya berhasil menangkap seorang gadis.
" Kita mau bawa gadis ini kemana bos " tanya salah satu dari anak buahnya Edi. Sambil meringis menahan rasa sakitnya.
" Kita langsung berikan saja kepada bos Indra " Edi tersenyum senang. Karena ia akan mendapatkan uang dari Indra.
Edi dan anak buahnya pun pergi menghampiri Indra yang sedang bersama teman-temannya.
" Bos Indra " panggil Edi yang sudah berada di dekat Indra dan teman-temannya. Sambil membawa seorang gadis yang diinginkan oleh Indra.
Indra yang melihat Edi berhasil membawa seorang gadis dari Desa Rindang tersenyum senang.
__ADS_1
" Kenapa cuman satu gadis yang berhasil kamu bawa " tanya Indra kepada Edi.
" Maaf bos Indra, tadi aku sudah berhasil membawa lima gadis. Tapi mereka semua berhasil melarikan diri, karena ada orang yang membukakan ikatan para gadis itu " tutur Edi menjelaskan tentang kegagalannya, yang tidak berhasil membawa lima orang gadis.
Tapi Edi tidak berani mengatakan yang sebenarnya. Kalau seorang anak kecil yang berhasil, membukakan ikatan para gadis yang sedang ia tahan. Untuk diberikan kepada Indra.
" Iya benar bos Indra. Bukan hanya orang itu saja yang membebaskan para gadis itu, tapi ada dua orang yang membantu menolong seorang anak.... " timpal anak buahnya Edi yang bernama Andi. Tapi tidak di selesaikan ucapannya karena Edi menginjak kakinya.
" Aawww sakit bos " lirih Andi yang di injak kakinya oleh Edi.
Edi menatap tajam ke arah Andi anak buahnya itu. Karena ia akan menceritakan tentang kegagalan mereka semua, yang tidak berhasil membawa lima orang gadis. Karena Rangga seorang anak kecil, yang telah berhasil membebaskan lima gadis itu.
" Siapa dua orang itu Andi " tanya Udin penasaran. Dan tidak peduli dengan rasa sakit Andi yang di injak kakinya oleh Edi.
" Satu orang lelaki dan satunya lagi seorang wanita, tapi kekuatan mereka berdua sangat hebat sekali. Sehingga mereka berdua bisa mengalahkan kita semua " Edi yang menjawab pertanyaan dari Udin.
" Apa jangan-jangan, dua orang yang di maksud Edi adalah murid Padepokan Macan Putih dan murid Padepokan Singa Merah " lirih Indra yang menduga. Kalau orang yang di maksud Edi adalah Yasa dan teman-temannya.
" Mungkin saja bos " sahut Rio yang sependapat dengan Indra.
" Kalau begitu kita bawa saja satu gadis itu kepada ketua Rimba. Rio kamu berikan imbalan kepada Edi dan anak buahnya " perintah Indra kepada Rio.
" Baik bos Indra " Rio pun segera memberikan imbalan kepada Edi dan anak buahnya.
" Terima kasih bos Indra " ucap Edi tersenyum bahagia. Karena ia mendapatkan imbalan, dari hasil menculik para gadis yang berada di Desa Rindang.
" Kalau begitu kami semua pamit pulang bos Indra " lanjut Edi lagi.
Edi dan anak buahnya yang sudah mendapatkan imbalan dari Indra. Mereka semua bergegas pergi meninggalkan Indra dan teman-temannya. Untuk berpesta merayakan keberhasilan mereka semua.
Setelah Edi dan anak buahnya pergi menjauh. Indra mengajak teman-temannya untuk pergi dari Desa Rindang.
" Ayo kita pergi dari sini " ajak Indra kepada teman-temannya.
" Kita mau pergi mengalahkan murid Padepokan Macan Putih dan murid Padepokan Singa Merah bos " tanya Wawan yang ingin mengetahui tujuan Indra. Yang mengajak ia dan teman-temannya pergi dari sini.
" Bukan " bentak Indra yang masih kesal dengan Wawan.
" Maaf bos, terus kita mau pergi kemana dong bos " Wawan meminta maaf pada Indra. Dan menanyakan kembali tujuan Indra, yang mengajak ia dan teman-temannya pergi dari sini.
" Aku tadi sudah bilang. Kalau kita semua pergi ke Padepokan Black. Untuk membawa gadis itu kepada ketua Rimba, dan sekalian memberikan informasi tentang rencana murid Padepokan Macan Putih dan murid Padepokan Singa Merah " tutur Indra menjelaskan.
__ADS_1
" Baik bos " sahut Rio dan teman-temannya secara bersamaan.
Indra dan teman-temannya pergi ke Padepokan Black, dengan menggunakan ilmu terbang. Mereka semua pun pergi meninggalkan Desa Rindang. Karena Indra dan teman-temannya akan memberikan seorang gadis, dan juga memberikan informasi tentang rencana Yasa dan teman-temannya kepada Rimba Ketua Padepokan Black.