
Sementara itu di Padepokan Macan Putih.
Guru Herion dan Tabib Padepokan Macan Putih merasakan ada kekuatan energi, yang menyerang salah satu dari murid Padepokan Macan Putih. Meski jarak dari Padepokan Macan Putih ke jalan arah menuju pasar lumayan jauh, tapi itu bisa di dektesi oleh guru Herion dan Tabib serta murid Padepokan Macan Putih.
Di dalam ruangan guru Herion.
"Apakah? Guru Herion merasakan kekuatan energi yang sedang di keluarkan oleh seseorang?" tanya Tabib Padepokan Macan Putih.
"Iya Tabib, aku juga merasakannya. Lebih baik kita segera pergi ke tempat itu," guru Herion mengajak Tabib pergi ke arah jalan yang menuju pasar.
Akan tetapi saat Tabib dan guru Herion akan keluar dari ruangan guru Herion. Mereka berdua kaget melihat pintu ruangan guru Herion terbuka.
"Siapa yang membuka pintu ruanganku?" lirih guru Herion yang kaget melihat pintu ruangannya yang terbuka.
"Sepertinya, orang yang membuka pintu ruangan mu. Adalah orang yang sedang mengeluarkan kekuatan energi," ucap Tabib Padepokan Macan Putih.
"Bisa jadi seperti itu Tabib. Lebih baik kita segera pergi ke sana, dengan menggunakan ilmu menghilang saja," guru Herion mengajak Tabib pergi ke tempat itu, dengan menggunakan ilmu menghilang.
"Iya guru Herion. Sebaiknya memang kita berdua harus pergi dengan menggunakan ilmu menghilang, agar kita bisa segera sampai ke sana." Tabib pun setuju dengan perkataan guru Herion, yang mengajak Tabib pergi dengan menggunakan ilmu menghilang.
Tabib dan guru Herion, bisa segera sampai ke arah jalan yang akan menuju pasar. Karena mereka berdua menggunakan ilmu menghilang.
Sesampainya di jalan arah menuju pasar. Tabib dan guru Herion melihat beberapa murid Padepokan Macan Putih yang sudah berada di sana, dan sedang menolong Adit murid Padepokan Macan Putih yang terluka.
"Adit kenapa?" tanya Tabib yang sudah berada di dekat murid Padepokan Macan Putih, yang sedang menolong Adit.
"Kami semua juga baru saja datang Tabib, jadi aku juga tidak tahu kenapa Adit bisa terluka seperti ini. Tapi aku tidak melihat keberadaan Malik, yang pergi bersama dengan Adit," jawab Rama murid Padepokan Macan Putih, yang bertugas menjaga gerbang pintu masuk Padepokan Macan Putih.
"Bukannya Tabib menyuruh Malik untuk beristirahat di dalam kamarnya?" tanya guru Herion kepada Tabib Padepokan Macan Putih.
__ADS_1
"Iya aku menyuruhnya untuk beristirahat, sebelum aku pergi menemuimu guru Herion," sahut Tabib.
"Maaf guru Herion dan Tabib. Tapi aku melihat Malik dan Adit pamit pergi ke pasar, dan Malik juga bilang kepadaku dan Rama. Kalau ia sudah meminta izin kepada guru Herion, untuk pergi ke pasar. Tapi saat aku dan teman-teman merasakan kekuatan energi, yang sedang di keluarkan oleh seseorang. Aku dan teman-teman segera pergi ke sini, akan tetapi saat aku dan teman-teman sampai di sini. Aku dan teman-teman hanya melihat Adit seorang diri, tidak melihat keberadaan Malik," tutur Tanto menjelaskan kejadian sebelum Adit dan Malik pergi ke pasar. Karena pada saat Malik dan Adit mau pergi ke pasar. Tanto dan Rama sedang bertugas menjaga gerbang pintu masuk Padepokan Macan Putih.
"Apa jangan-jangan! Malik sudah mendengarkan pembicaraan antara kita berdua? Sehingga ia pergi. Karena memang dia itu bukanlah Malik murid Padepokan Macan," lirih Tabib yang menduga bahwa Malik, telah mendengarkan pembicaraan antara Tabib dan guru Herion. Tabib yang dari dulu terlah mencurigai Malik, kini Tabib semakin yakin dengan semua kecurigaannya itu.
"Bisa jadi seperti itu Tabib. Tapi sebaiknya kita jangan dulu berburuk sangka kepada Malik, yang terpenting sekarang ini. Tabib segera obati luka Adit," ucap guru Herion.
Tabib yang mendengarkan ucapan dari guru Herion, menganggukkan kepalanya pertanda Tabib setuju dengan pendapat guru Herion.
"Kalau begitu Tanto dan Rama kamu kembali bertugas menjaga gerbang pintu masuk Padepokan Macan Putih, sedangkan yang lainnya bawa Adit ke dalam ruangan Tabib." lanjut guru Herion yang menyuruh murid Padepokan Macan Putih, untuk membawa Adit ke dalam ruangan Tabib Padepokan Macan Putih.
"Baik guru Herion," sahut murid Padepokan Macan Putih secara bersamaan.
Mereka semua pun pergi kembali ke Padepokan Macan Putih. Sedangkan Tabib dan guru Herion serta beberapa murid Padepokan Macan Putih, yang membawa Adit pergi ke tempat Tabib Padepokan Macan Putih, untuk mengobati luka Adit.
Tabib yang sudah mengecek keadaan luka Adit, dan mengetahui luka Adit yang terkena jurus pedang beracun.
"Kenapa Adit bisa terkena jurus pedang beracun? Apa ada murid Padepokan Ular Naga, yang datang menyerang Adit dan Malik?" gumam Tabib sambil berpikir keras.
"Apakah Tabib sudah mengetahui tentang luka di tubuh Adit?'' tanya guru Herion yang penasaran dengan luka Adit. Akan tetapi Tabib yang sedang berpikir sambil melamun, tidak menjawab pertanyaan dari guru Herion.
"Tabib, bagaimana?" lanjut guru Herion lagi sambil menepuk pundak Tabib, yang sedang memeriksa keadaan Adit. Karena Tabib belum menjawab pertanyaannya.
"Ada apa guru Herion?" tanya Tabib yang baru saja sadar dari lamunannya. Karena Tabib tidak mendengar ucapan dari guru Herion, yang menanyakan keadaan luka Adit.
"Aku ingin mengetahui luka Adit?" guru Herion bertanya lagi kepada Tabib Padepokan Macan Putih. Karena ia ingin mengetahui kondisi luka Adit.
"Adit terkena jurus pedang beracun. Apakah? Guru Herion dan murid Padepokan Macan Putih tidak melihat keberadaan murid Padepokan Ular Naga di sekitar Padepokan Macan Putih?" jawab Tabib sambil bertanya kepada guru Herion. Karena Tabib yang baru saja datang ke dalam Padepokan Macan Putih, tidak mengetahui keadaan Padepokan Macan Putih, saat Markus mengajak Tabib pergi meninggalkan Padepokan Macan Putih.
__ADS_1
"Sepertinya tidak ada murid Padepokan Ular Naga yang datang ke sini," sahut guru Herion.
"Tapi Adit terluka terkena jurus pedang beracun, dan yang aku tahu jurus pedang beracun itu adalah jurus andalan Padepokan Ular Naga. Apa mungkin? Murid Padepokan Ular Naga yang baru saja datang ke Padepokan Macan Putih, langsung menyerang Adit dan Malik?" ucap Tabib.
"Mungkin saja Tabib. Tapi biar kita bisa mengetahui semua kejadiannya, sebaiknya Tabib segera mengobati luka Adit, " sahut guru Herion.
"Kalau begitu aku mau mengambil ramuan, untuk menyembuhkan Adit," pamit Tabib yang akan mengambil ramuan untuk menyembuhkan luka Adit yang terkena jurus pedang beracun.
Beberapa jam kemudian.
Tabib yang sudah selesai mengobati luka Adit, tidak lama kemudian Adit pun sadar dari pingsannya.
"Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar juga Dit," ucap Tabib dan guru Herion secara bersamaan.
"Iya," sahutnya singkat.
"Kenapa kamu bisa terluka seperti ini?" tanya Tabib penasaran. Meski Tabib yang sudah mengetahui, kalau Adit baru saja sadar dari pingsannya.
Adit yang baru sadar dari pingsannya menceritakan semua kejadian, saat ia dan Malik yang akan pergi ke pasar, dan di hadang oleh dua orang yang tidak Adit kenal.
Tabib dan guru Herion yang sudah mendengarkan cerita dari Adit, pergi meninggalkan Adit. Agar Adit bisa beristirahat dan memulihkan kondisinya. Tabib dan guru Herion pergi ke dalam kamar Tabib, karena mereka berdua ingin berbicara tentang semua kejadian yang terjadi pada Adit dan Malik.
"Bagaimana menurutmu Tabib? Apakah Tabib masih mencurigai Malik?" tanya guru Herion. Saat ia berada di dalam kamar Tabib Padepokan Macan Putih. Untuk membicarakan tentang kejadian yang dialami oleh Adit, sehingga membuat Malik bisa pergi meninggalkan Padepokan Macan Putih.
"Aku masih tetap mencurigai Malik, kalau dia itu bukanlah Malik murid Padepokan Macan Putih. Apalagi ia sekarang sudah pergi dari Padepokan Macan Putih, meski kejadian Malik pergi karena di bawa oleh dua orang asing yang tidak dikenal oleh Adit. Tapi menurutku! Itu semua sudah di rencanakan," jawab Tabib.
"Aku juga sependapat denganmu Tabib. Lebih baik sekarang Tabib ceritakan saja, semua kecurigaan Tabib kepada ketua Markus," guru Herion menyuruh Tabib untuk menceritakan semua kecurigaannya itu, kepada Markus ketua Padepokan Macan.
"Baiklah, mungkin sudah saatnya aku harus menceritakan semua kecurigaan ku ini. Aku akan mengunakan ilmu telepati, untuk memberitahukan semuanya kepada ketua Markus." Tabib pun segera melakukan panggilan ilmu telepati, untuk memanggil Markus ketua Padepokan Macan Putih.
__ADS_1