Misteri Rumah Putih

Misteri Rumah Putih
17.


__ADS_3

" Arrghhh... " teriak Vendra.


" Maa...af tuan. Saya akan lebih perlahan lagi dan lebih lembut lagi" ucap Aisyah.


" Hmmm" jawab Ravendra singkat.


Aisyah segera mengobati luka yang menganga. Jemari lentiknya sedang bekerja dengan penuh kehati - hatian. Ditakutkan sang empunya merasa tersakiti.


Ravendra melihat wajah putih bersih dan ayu sedang di depan matanya. Dilihatnya wajah nan ayu itu dengan seksama. Dulu dia hanya bisa memperhatikan gadis manis nan ayu itu dari kejauhan.


Hanya dengan teropong dia selalu memantau gadis malang yang ada di depannya. Selama dua tahun terkahir dia memantau seluruh kegiatan Aisyah dari balkom atas rumahnya.


Semua kegiatan orang desa sangatlah nampak jika dilihat dari balkon rumah tersebut. Tak terkecuali rumah Aisyah yamg kini sudah habis dilalap si jago merah.


Jendela kamar tidur Aisyah menghadap rumah putih ini. Dan tak lupa setiap pagi Ravendra meneropong untuk melihat gadis cantik nan ayu tersebut.


Entah sejak kapan Ravendra tertarik dengan gadis ini. Dia selalu memantau setiap gerak - geriknya. Bahkan saat berjalan di depan rumah putih ini. Ravendra mengetahuinya.


Dan saat Aisyah dihadang cecunguk di depan rumah putih ini pun Ravendra menyuruh Pak Darman membantu Aisyaj saat itu. Ravendra dalam diamnya sudah sejak lama mengamati gadis yang ada di hadapannya.


" Bagai pungguk merindukan rembulan. Kamu begitu ayu dan begitu taat pada agamamu. Tidak sepertiku yang sudah sangat terlalu jauh tidak percaya adanya Tuhan. Aku manusia yang sesat dan hanya bisa memberikan pengaruh buruk jika bersamamu. Namun, aku berharap kamu bisa membuka hatimu untukku" batin Ravendra.


" Tu.. tuan sudah. Istirahatlah. Saya akan membereskan semua ini" ucap Aisyahlirih.


" Hmm" jawab Vendra singkat.


Ravendra sengaja memberikan jawaban singkat. Dia berpura- pura memejamkan matanya. Sesekali dia mengamati semua kegiatan yang dilakukan gadis itu di dalam kamarnya. Tanpa di sadari hatinya bergetar melihat kegigihan wanita yang ada di hadapannya.


" Entah apa saja yang sudah kamu lalui. Sehingga kamu bisa terperangkap dalam rumah kelam ini. Apakah sangat berat menghadapi cecunguk itu sehingga nyalimu yang membara kini meredup?? Aisyah " batin Vendra.


Sementara gadis itu terus bergumam lirih.


" Tuan... tuan.. kenapa anda begitu naif. Semua yang sudah berlalu biarlah berlalu. Apapun masa lalu anda. Harusnya anda bisa move on. Bukannya semakin terpuruk seperti ini" gumam Aisyah.

__ADS_1


"Helehhh gadis bau kencur. Apa yang kamu tahu tentang dunia ini? Kamu saja lari ke rumah ini dari masalahmu. Kamu yang naif hey gadis !!!" batin Ravendra menjawab gumaman Aisyah.


Aisyah dengan cekatan dan terampil membersihkan semua pecahan kaca yang berserakan. Barang - barang yang tergeletak tak bertaturan kini sudah ditata kembali. Bahkan letak semua benda - benda sudah berada di posisinya dengan cantiknya.


Aisyah sengaja mengubah letak benda - benda tersebut agar suasana kamar menjadi berbeda dan berubah. Tujuannya supaya Vendra bisa mereleksasikan hatinya dan suasana hatinya berubah menjadi lrbih baik.


" Gadis ini lancang !! mengubah semua posisi barang - barangku. Lihat saja aku akan memberikan hukuman atas ini !!" bafin Vendra yang sengaja mengintip sedikit di balik matanya yang mengerjap.


" Alhamdulillah, akhirnya selesai. Semoga dengan begini akan merubah suasana dan sang pemilik bisa lebih segar lagi dalam tampilan yang berbeda" gumam Aisyah lirih.


Aisyah berjalan mendekati sang pemilik kamar. Dilihatnya wajah tenang yang telah terlelap dalam tidurnya. Tanpa disadari Aisyah menganati seluruh wajahnya.


" Sebenarnya tidak begitu menyeramkan. Tapi, kenapa semua orang takut dengannya? Jika saja rambut- rambut yang tumbuh dimuka ini di bersihkan. Aku yakin akan jauh lebih baik. Dan aku rasa dia begitu tampan dan mempesona. Hidungnya bak orang luar yang sangat mancung. Semua begitu sempurna. Subhanallah" gumam lirih Aisyah.


Vendra yang tidak tidur sangat bahagia mendengarkan pujian gadis kecil itu.


" Hei gadis kecil kau sudah mulai nakal ya !! Lihat saja apa yang akan kamu dapatkan karena kenakalan yang sudah kamu lakukan ini !!" gumam Vendra.


" Astaghfirullahhaladzim. Mata ini begitu lancang Ya Allah. Ampunilah dosaku. Jauhkanlah aku dari segala dosa ini" gumam Aisyah lirih.


" Kenapa rumah ini nampak seram dari luar ya? Padahal didalan rumah ini begitu tentram. Hanya saja ruangan depan memang dibuat berantakan seperti tidak layak huni. Apa memang sengaja dibuat seperti itu oleh pemilik rumah ini " batin Aisyah sembari berjalan turun.


Tiba - tiba sekelebat bayangan putih berlalu membuyarkan lamunan dan gumaman dihatinya. Aisyah terkaget dan tentu saja sangat takut.


" Astaghfirullahhaladzim. Apa itu tadi?" ucap Aisyah lirih.


Aisyah menengok kekanan dan kekiri bahkan bola matanya mengabsen setiap sudut rumahyang dapat dijangkau indra penglihatannya itu. Tetapi alhasil nihil. Tidak ada satupun yang nampak aneh dan perlu dicurigai.


Bahkan semua masih nampak sama. Aisyah segera merapatkan langkahnya dan mengembalikan alat kebersihan kepada Mbok Saroh.


Sesampainya di dapur Aisyah segera mencari Mbok Saroh. Karena keberadaanya tidak ada. Aisyah memanggil Mbok Saroh sedikit keras.


" Mbok... Mbok Saroh " ucap Aisyah.

__ADS_1


Tiba - tiba ada yang menepuk pundah Aisyah. Aisyah sangat kaget.


" Astaghfirullahhaladzim" ucapnya spontan.


Aisyah segera menengok kebelakang. Ternyata Vendra yang sudah menepuk pundaknya. Dia sadar saat ini berbicara dengan siapa.


Ditundukkan pandangan matanya agar tidak terjadi zina mata kepadanya. Dia berkata apapun dengan menunduk.


" Kenapa kau berteriak dirumahku heeh!! Apakah rumahku seperti hutan??" ucap Vendra yang tidak kalah lantangnya.


" Ma..af tuan. Saya salah. Maaf juga sudah membuat kegaduhan di rumah ini sehingga tuan terbangun. Maafkan saya " ucap Aisyah tulus.


" Hei.. kau gadis kecil. Kenapa kamu selalu menunduk? Kamu takut dengan wajahku seperti ini?" tanya Vendra.


" Tentu saja aku sangat takut. Wajahmu begitu menyeramkan ketika membuka mata seperti ini. Sangat jauh berbeda ketika kamu tertidur tadi" ucap Aisyah dalam hati.


" Heh... aku bertanya padamu!! Kenapa kau diam membisu ??" tanya Vendra kembali.


" Ah.. i.. ya .. tu..an.. Sa.. saya.. takut" jawab Aisyah gugup.


" Kamu sudah membuat kekacauan dirumahku !! Belum juga kamu menjadi istriku, sudah membuat banyak kekacauan!! Ingat !!! ini semua adalah hutang yang harus kamu bayar" ucap Vendra dengan sangat tajam.


" Huuu...tang tuan??" pekik Aisyah.


" Hmmm apakah kamu tuli hmm??" tanya Vendra remeh.


" Tidak tuan. Tapi.." jawab Aisyah menggantung.


" Tapi apa???" suara menggelegar Vendra terdegar sampai telinga Mbok Saroh yang berada di belakang rumah.


" Astaghfirullahhaladzim Aden Pak" ucap Mbok Saroh kepada suaminya.


" Iya bu. Ayo lihat. Apa yang terjadi. Apakah ada kesalahan yang cah ayu buat" ajak suaminya.

__ADS_1


Dua orang paruh baya itu segera berlarian menuju kedalam rumah. Dia melihat dan mendengar gertakan dan teriakan Adennya.


__ADS_2