Misteri Rumah Putih

Misteri Rumah Putih
64.


__ADS_3

Pak Darman masih setia dengan lamunannya. Tak lupa dia selalu bermunajat kepada sang pencipta. Doa yang selalu digaungkannya untuk meminta pertolongan dan perlindungan diri dari yang nampak maupun tak nampak oleh penglihatannya.


" Mbok terus bershalawat ya, InsyaAllah cah ayu ndak kenapa - kenapa. Ini sepertinya sama dengan yang kita pikirkan" ucap Pak Darman.


" Pak?? Ini beneran ngrogoh sukmo?" tanya Mbok Saroh penasaran.


" Hmmm sepertinya Mbok" jawab Pak Darman masih setia dengan jawaban itu.


Sementara tubuh mungil itu terus bercucuran keringat. Tak lama, terlihat sedikit lebam di tubuhnya. Entah apa yang terjadi di alam yang tidak dapat ditembus mereka.


Vendra terus merapalkan Ayat suci alquran bak mantra yang mendayu - dayu, seperti menghipnotis pendengarnya. Alunan itu nampak pas dan terdengar syahdu di telinga.


" Den, jangan berhenti. Ini saatnya kalian berjuang!!" ucap Pak Darman berbisik ditelinga Vendra.


Vendra mengangguk tanda mengerti.


Sementara di lain dunia, lain tempat. Gadis mungil itu terus menelisik jalanan. Entah jalan mana lagi yang diterobosnya kali ini. Ini kali kedua dirinya menerobos waktu dan tempat . Melepaskan raganya untuk melintasi dunia lain atau bahkan tempat lain diluar nalar manusia pada umumnya.


Jalanan berliku dan sedikit terjal dilaluinya. Sengaja dipilihnya agar tidak mencolok saat berjalan bebas. Hanya orang tertentu yang dapat melihat raganya bergentayangan bak kunti yang hilir mudik kesana kemari. Namun semua makhluk sejenis kunti itu dapat melihat dan bertegur sapa kepadanya.


Pengalaman pertamanya saat ngrogoh sukmo itu bersama bapaknya kala itu. Saat ingin mengetahui keadaan desanya kala itu. Sebelum negara api menyerang keluarganya. Kini dia melakukannya sendiri hanya untuk memecahkan teka teki pertanyaan yang bersarang di benaknya.


Ya, tentang masalah yang menerpa suaminya yang berlanjut tak kunjung usai. Aisyah berinisiatif untuk menyelinap terlebih dulu agar semuanya gamblang dan jelas apa permasalahan yang sebenarnya.


" Aahhh sakiiiitt... tolonggg"


Terdengar suara rintihan itu lagi. Aisyah menengok kesana kemari mencari sumber suara. Badannya yang mungil dengan lincah melambung dan mendarat kesana - kemari dengan sangat gesit.


" Toooloongg"


Lagi, dan lagi. Suara itu meminta pertolongan. Terdengar sangat menderita dan menyiksanya Seolah sudah tidak mampu menahannya. Suara wanita itu sama persis dengan suara wanita dalam mimpinya. Dia terus menelusuri jalanan. Terdengar rintihan itu dengan sangat jelas.


Di sebuah rumah tua, seperti tampat tidak terawat dan tak tersentuh manusia sedikitpun. Bahkan sepertinya rumah itu rumah kosong dan terbengkalai. Berjalan perlahan dan mengendap. Sesekali menengok kesana kemari jika ada penjaga yang sudah di siapkannya.


" Sepertinya tidak ada, tapi aku harus waspada" gumam Aisyah.


" Bismillahhirrahmannrirrahim " langkah kakinya perlahan mendekati rintihan suara.

__ADS_1


Bughhh


Craaaassshhhhh


" Astaghfirullahhaladzim " ucap Aisyah.


Pukulan dan disertai dengan cakaran baru saja mendarat dilengan tangannya. Seketika tubuh mungil itu terpental jatuh.


" Siapa?? Muncullah!!" ucap Aisyah lantang.


" Muncullah!! Siapapun kalian!!" ucap Aisyah kembali.


Dipindailah tempat sekitarnya dengan mata bulatnya. Dan ditajamkanlah telinganya agar sedikit peka jika ada pergerakan.


" Hmmm pengecut!! Berani sembunyi saja!!" pancing Aisyah.


Dimulailah Aisyah dengan rapalan doa yang sudah diajarkan Bapaknya kepadanya. Jika bertemu bangsa jin dan saudara - saudaranya segera dibacakan doa itu. Sehingga matanya menjadi bening. Bening disini bukan berati menjadi cerah bak matahari bersinar.


Melainkan dapat melihat makhluk yang tak dapat dilihat dengan mata biasa. Dan Aisyah kini melihat makhluk itu. Mata bulatnya menukik tajam melihat makhluk yang sepertinya penjaga rumah ini.


Ditangannya kini ada sebilah keris dengan corak naga mempunyai luk sembilan. Keris warusan leluhurnya kini berada di tangannya. Siap untuk memakan mangsa kembali setelah lama tidak menerjang lawan.


" Hmmm" ucap Aisyah dengan tersenyum smirk.


Tubuh ramping itu kini berputar dan memelintir dengan sangat cepat dan tiba - tiba...


*crashhh...


crashhhh*


" Aaaarggghhh" tereengar teriakan kesakitan.


" Hmmm" Aiyah tersenyum miring.


" Sudah aku peringatkan bukan? Tunjukkan dan tampakkan dirimu!!!" ucap Aisyah memperingatkan.


" Grhhhhh.... Grhhhhhh" eraman makhluk itu.

__ADS_1


" Enyahlah dari sini manusia terkutuk!! Untuk apa kamu kesini?? lancang!!!" hardik makhluk itu.


Jika orang biasa yang mendengar hanya erangan dan bahasa yang tidak jelas dimengerti qkan manusia biasa. Secepat kilat Aisyah dengan sendirinya dapat mencerna apa yang dikatakan makhluk tak jelas itu.


" Hmmm... kenapa? Siapa yang menyuruhmu? Suapa tuanmu??" tanya Aisyah.


" Tidak perlu tahu!! Yang pasti aku akan membinasakanmu!! Manusia lancang!! Hahaha: suara gelegar makhluk itu.


" Hmm baiklah jika begitu maumu" ucap Aisyah santai.


Dan terjadilah perkelahian sengit. Sementara merapal mantra untuk menambah kekuatannya, Aisyah bergerak gesit untuk mencari titik lemah makhluk itu. Dan saat tubuhnya melanting keatas dilihatlah titik merah di antara kedua alisnya. Ada tanda merah yang merupakan kelemahan makhluk itu.


Aisyah terus mengelabui makhluk itu agar dia bisa menusukkan kerisnya dititik lemahnya. Semakin lama makhluk itu terus menghujam kesana kemari. Aisyah mulai terengah - engah mengatasi kegesitan makhluk itu.


Dia kemudian sedikit memejamkan mata dan membacakan doa yang sudah dihapalkannya dan seketika si makhluk mendekat ...


*jlebbb


" Aaaaaaaarggghhh "


" Sialaaann... bang*at*!!!"


Darah mengucur deras di antara kedua alisnya itu disertai dengan asap mengepul di sana. Tanpa menunggu waktu lagi, Aisyah segera masuk untuk mengetahui siapa sebenarnya orang yang meminta tolong itu.


Tapi, ternyata antek - antek yang menjaga tidak hanya makhluk itu saja. Tapi berlapis - lapis, ratusannn.... Eh, canda. Kek iklan aja yaa..


" Hihhh... ini manusia yang ngasih makan kok ya mau saja ya!! Bukan si jelek tadi yang menggangguku ternyata. Masih ada yang lebih jelek lagi" ucap Aisyah sebal.


" Tenagaku sedikit terkuras dengan makhluk tadi. Aku harus bagaimana??" tanya Aisyah dalam hati .


" *Ingatlah sang pencipta ketika kamu menghadapi masalah Nduk. Jangan menyerah. Jika kamu menemukan sesuatu yang buntu maka beristighfar lah. Dan pejamkan mata sejenak"


" Rapalan mantra Waringin Sungsang merupakan ajian paling hebat dalam dunia persilatan. Ilmu kanuragan ini memiliki efek mematikan, siapapun yang diserang ajian ini akan terserap energi kesaktiannya dan langsung lumpuh hingga akhirnya roboh tidak berdaya.


Konon ajian Waringin Sungsang diciptakan Sunan Kalijaga. Diciptakannya Waringin Sungsang yakni untuk memerangi kejahatan para pendekar zaman dahulu yang menganut aliran ilmu hitam. Sebagai aliran ilmu putih, untuk mendalami ajian ini seseorang harus melakukan sejumlah lelaku dengan tak ketinggalan membaca rapalan - rapalan yang menyertakan nama Allah.


Waringin berarti pohon beringin, sedangkan Sungsang yakni terbalik dimana akar berada di atas. Waringin Sungsang bermakna kehidupan berasal dari sumbernya yang akan terus hidup. Karena begitu tingginya falsafah yang terkandung dalam ajian Waringin Sungsang ini, maka hanya kepada para pendekar yang sudah menyelesaikan urusan diri sendirilah ilmu ajian ini boleh diwariskan" teringat ucapan Bapak saat itu*.

__ADS_1


__ADS_2