Misteri Rumah Putih

Misteri Rumah Putih
48. ‍


__ADS_3

Doa dan dzikir berkumandang. Berkomat - kamit sebisa mereka lakukan. Pak Yusuf segera berdehem tanda untuk menyudahi doanya.


Pak Darman menepuk paha Vendra dengan lembut tanda untuk menyudahinya. Dan Vendra sudah paham akan hal itu.


" Assalamualaikum " sapa Pak Yusuf.


" Waalaikumsalam warrahmatullahhiwabarakatuh" jawa orang itu.


" Sehat Pak Kyai?" tanya Pak Yusuf kembali.


" Alhamdulillah. Kamu bagaimana ngger ( kamu bagaimana nak)?" tanya Pak Kyai kembali.


" Alhamdulillah Pak Kyai" jawabnya kemudian.


" Nyuwun sewu Pak Kyai ( Maaf Pak Kayai). Saya membawa teman dan rombongan banyak. Sehingga mengganggu waktu istirahat Pak Kyai" ucap Pak Yusuf basa - basi.


" Hmm" jawab Pak Kyai dan dilihatnya satu - satu mulai dari Vendra, Pak Darman dan selanjutnya Tarno.


" Diluar siapa Suf?" tanya Pak Kyai.


" Maaf Pak Kyai, itu bu bidan" jawab Pak Yusuf.


Pak Kyai yang sudah mengetahui siapa sebenarnya hanya mengangguk - anggukkan kepalanya dan sesekali mungusap jenggot panjangnya yang sudah memutih.


" Hmmm... baiklah. Dia dalam masalah. Dan sepertinya ada yang menginginkan nyawanya" ucap Pak Kyai.


" Benar Kyai. Untuk itu saya menghadap Kyai" jawab Pak Yusuf.


" Hmm. Yusuf, sebenarnya ini semua tidak ada sangkut pautnya denganmu dan muridmu itu. Tapi, kalian memang ikhlas membantunya" ucap Kyai.


" Anak muda ini, anak yang malang " ucap Kyai.


" Iya Kyai" jawab Pak Yusuf.


Vendra hanya diam menyimak setiap percakapan keduanya. Semuanya juga menyimak percakapan itu.


" Tunggulan hingga matahari terbit. Nanti sihir yang ada di badan wanita diluar itu akan hilang. Tunggulah. Jangan berhenti berdzikir dan bermunajat kepada Allah hingga menjelang fajar atau masuknya subuh" terang Kyai.


" Maturnuwun Kyai" jawab Pak Yusuf.


Tiba - tiba Kyai sudah hilang dalam kedipan mata. Semua terkesimq melihatnya.


" Subhanallah" ucap Vendra reflek.


" Kalian dengar bukan, apa yang diperintahkan Kyai?" ucap Pak Yusuf.


" Ya Pak Yusuf, kami mendengarnya dan memahaminya" jawab Vendra.


" Tunggu hingga waktu seperti yang diperintahkan Kyai. Nanti beliau akan memberikan solusi terbaiknya" ucap Pak Yusuf.


Semua hanya mengangguk paham dengan ucapan itu. Mereka kemudian melanjutkan dzikir dan berdoa. Bermunajat kepada Allah SWT. Terkadang kantuk menyerang dan Pak Yusuf membuat mereka tergagap kembali dan hilang kantuknya.


Mulai dari berdehem, menepuk, mencubit hingga melempar dengan batu. Hingga membuat mata yang akan terlelap mulai terbuka kembali.

__ADS_1


" Aaahhhhhh" tiba - tiba Vendra terperanjat.


" Astaghfirullahhaladzim " ucap Vendra.


Pak Yusuf yang mengetahui adanya gangguan segera mengalihkan konsentrasinya kepada Vendra. Vendra mulai fokus untuk selalu bermunajat kepada Sang Khaliq.


Semua terus berdzikir dan berdoa tiada henti. Vendra juga menemukan sebuah ide. Entah itu akan berguna atau tidak.


Diambillah ponsel dari dalam jaketnya. Kemudia dia mereplay ulang rekaman suara istrinya yang sedang membaca ayat - ayat suci.


" Bismillahhirrahmannrirrahim semoga bermanfaat" gumam Vendra lirih.


" Ya Allah lindungilah kami semua yang ada disini. Dan hamba meminta kepadaMu juga lindungilah istri hamba yang sedang berada jauh dari jangkauan hamba. Aamiin" batin Vendra.


Sementara itu Vendra memutar kembali rekaman tersebut. Tidak terlalu keras suara rekaman yang dia putar.


Pak Yusuf yang mendengar itu segera memberikan isyarat agar suaranya sedikit di naikkan.


Vendra yang paham isyarat itu segera melaksanakan apa yang dipahaminya. Suara istrinya membaca ayat suci sangat menyejukkan di hati. Membuat semua orang menajamkan telinga untuk mendengarkan suara merdunya itu.


Tiba - tiba terdengar suara cekikikan yang mulai mendekat. Dan mereka semakin memejamkan mata untuk terus berdoa meminta perlindungan kepada Sang pencipta.


Hiii hiiii hiiiii..... hiiii hiii hiii....


Suara itu terus terdengar dan semakin memekakkan telinga. Pak Yusuf terus berdoa untuk segera menetralkan suara itu.


" Pergi !!!!!!!"


" Suara itu !!" batin mereka semua.


Hanya dengan gertakan saja, suara itu pergi dan hilang begitu saja.


" Pak Kyai" ucap mereka serempak.


" Alhamdulillah " ucap mereka bebarengan.


" Terimakasih Pak kyai" ucap Vendra kemudian.


" Cah bagus !!! nampaknya kamu tidak mempunyai lawan yang sepadan. Mereka menggunakan orang pintar sebagai tamengnya!! sedangkan kamu hanya manusia polos yang baru saja suci terlahir kembali" ucap Kyai.


" Huffff"


" Sabar... teruslah bertawadu' dan jangan pernah sekalipun menyerah. Hanya ada satu orang yang dapat mengalahkan mereka semua" ucap Kyai.


" Maksud Kyai? Bukan Kyai? " tanya Pak Yusuf.


" Bukan!!" jawab Kyai.


" Lalu siapa Kyai?" tanya Pak Yusuf penasaran.


" Istrimu cah bagus !!" jawab Kyai.


" Is... istri saya kyai?" tanya Vendra yang masih kaget.

__ADS_1


" Kenapa istri saya?" tanya Vendra sedikit penasaran.


" Dia bukan wanita sembarangan. Dia banyak ilmu yang tersimpan. Bukan ilmu hitam tapi dia mempunyai hati yang bersih. Ilmu agama yang bagus. Dan dia selalu menyerahkan dirinya hanya untuk Sang Khaliq. Dia wanita yang luar biasa" terang Kyai.


" Tapi... Aden baru saja menikah dengannya Kyai" tiba - tiba Pak Darman berbicara.


" Berbicaralah. Katakan yang sebenarnya tentang dirimu. Dia akan selalu melindungimu. Belajarlah agama yang lebih kepadanya. Jangan tutupi apapun yang terjadi" saran Pak Kyai.


" Saat ini kalian masih dalam perisaiku. Disini masih dalam penjagaanku. Tidak ada yang berani kembali lagi. Maaf tadi juga sebenarnya kalian belum kubentengi perisai ketika berdzikir" ucap Kyai.


Kyai melihat jam dinding bertengger.


" Sudah waktunya, wanita itu sudah mulai siuman" ucap Kyai.


" No, bawa dia kemari" perintah Pak Yusuf.


Tarno langsung bergegas keluar dan segera membawa masuk Bu bidan.


" Astaghfirullahhaladzim " seru Tarno.


Semua yang berada di dalam terperanjat kaget mendengar Tarno. Pak Kyai yang sudah mengetahui hanya diam dan manggut - manggut. Mereka segera beranjak ingin melihat apa yang terjadi.


" Ada...ap.." tanya Pak Yusuf terpotong.


" Astaghfirullahhaladzim " ucap Pak Yusuf kemudian.


" Sudah, bawa masuk saja!!" teriak Pak Kyai.


" Ayo No, angkat saja!! Kyai suda ndawuh" ucap Pak Yusuf.


" Ya sudah, ayo Pak!!" ucap Tarno.


Mereka segera mengangkat Bu bidan dan membawa masuk ke dalam.


" Astaghfirullahhaladzim " ucap Vendra dan Pak Darman.


Ya, mereka kaget dengan apa yang terjadi dan apa yang menimpa Bu bidan.


" Ya Allah.. apa yang terjadi?" ucap Vendra.


" Ndak tau Den!! Ini saya juga kaget lihat begini" jawab Tarno.


" Dan kenapa biusnya belum hilang?? Harusnya sudah hilang!!" ucap Vendra panik.


Pak Kyai yang melihat Vendra bingung dan panik segera berdehem untuk menetralkan kekacauan dan kepanikan yang terjadi.


" Eheeemm"


" Sudah... sudah.. sebenarnya dia sudah siuman. Tetapi jiwanya diambil oleh mereka. Dan saat ini masih direnggut paksa dan di siksa agar tidak mengatakan apapun kepadamu. Alhasil, tubuhnya yang merasakan semua ini" terang Kyai.


" Astaghfirullahhaladzim " ucap mereka bebarengan.


" Nanti setelah fajar, pulanglah!! Kembalilah kerumahmu. Jangan pernah bawa wanita ini ke rumah tua. Bawa kerumahmu sekarang!!" terang Kyai.

__ADS_1


" Kenapa Kyai??" tanya Vendra penasaran.


__ADS_2