Misteri Rumah Putih

Misteri Rumah Putih
52.


__ADS_3

Bola mata nan bulat itu kini memindai seluruh ruangan. Dilihatnya keseluruh penjuru ruangan. 'Gelap' Itulah yang dilihatnya saat ini.


" Dimana ini??"


" Astaghfirullahhaladzim... kepalaku" gumamnya lagi.


" Bismillahhirrahmannrirrahim, Ya Allah lindungilah hambaMu ini. Semua kupasrahkan kepadaMu. Hidup Matiku hanya kepadaMu" ucapnya lirih.


Criiiingggg


Terlihat sinar putih yang sedikit menyilaukan. Lama kelamaan terlihat terang dan semakin besar. Bulat dan kian membesar laksana cahaya yang akan menyinari seluruh ruangan.


" Astaghfirullahhaladzim apa itu?" gumamnya lirih.


Sinar itu semakin melebar dan seperti layaknya gerbang yang terbuka sangat besar. Di balik itu nampak sebuah pemandangan yang sangat indah. Tapi Aisyah merasa gamang dengan apa yang dilihat.


Aisyah segera bangkit menuju gerbang itu. Dia qkan memastikan apa yang ada di depannya adalah nyata. Bukan tidak percaya, semua yang dilihatnya bukanlah hal yang wajar.


Mendengar suara orang minta tolong kemudian melihat makhluk menyeramkan. San sekarang disuguhi dengan pemandangan yang indah.


Pemandangan yang berupa sebuah ladang hijau nan indah. Banyak ditumbuhi bunga - bunga bermekaran. Dengan berbagai jenis tanaman yang ada di sana. Ada beberapa jenis ternak yang sangat sehat dipandangan mata.


" Maa Sya Allah.. Tempat apa ini? Dimana sebenarnya aku berada?" gumam Aisyah mulai takut.


Aisyah hanya mampu berdzikir dan terus bermunajat kepada Allah SWT.


Sementara...


" Assalamualaikum " ucap dua orang lelaki .

__ADS_1


" Tidak ada jawaban dari dalam Den?" ucap Pak Darman.


Vendra sudah sangat panik. Dibukanya dengan paksa handel pintu yang saat itu dalam kondisi di kunci.


*kraakkk


braakkkk*


Mbok Saroh mendengar suara seperti ada suara di bawah. Entah barang jatuh atau adakah seseorang yang memaksa masuk dan menimbulkan suara uang begitu kencang.


" Mbokkk !!!" teriak Vendra.


Mbok Saroh dengan perasaan cemas, melebarkan kedua telinganya yang sudah sedikit berkurang pendengarannya.


" Mbokkk!!" teriak Pak Darman kemudian.


" Bapak, Aden" ucapnya lirih.


Mbok Saroh segera bangun dan bergegas. Suara dua lelaki yang sudah sangat di ingatnya. Suara bariton yang setiap hari terngiang di telinganya. Ya, itu. Suami dan Adennya.


" Ya Pak !! " teriak Mbok Saroh cepat.


Mbok Saroh segera berlari kebawah dan menyalakan semua lampu yang ada dirumah itu. Kedatangan mereka berdua tentu saja tidak terdengar hingga kamar. karena rumah itu memang sudah dilapisi kedap suara.


" Alhamdulillah " ucap Mbok Saroh seraya menghampiri dua lelaki itu.


Binar mata Mbok Saroh mencerminkan kegelisahan dan kelegaan yang bersaan. Vendra segera berlari menuju kamar.


" Kenapa Mbok?" tanya Pak Darman cemas.

__ADS_1


Vendra sudah tidak perduli apa yang akan ditanyakan Pak Darman kepada istrinya. Dia berlari keatas. Kamar istrinya.


Ya, istrinya yang dirindukannya beberapa hari ini. Segera bergegas dan tak menunggu waktu lama. Kaki panjangnya mampu menjangkau dengan langkah cepat dan sigap.


" Aishh!! Aishh" ucap Vendra cemas.


Dibuka pintu kamar dengan cepat.


Brakkkk


Dilihatnya istrinya yang tertidur dengan gelisah dan dengan banyak peluh keringat yang keluar dari kulit tubuh putihnya.


" Aishhh" ucapnya lirih dan mendekat.


" Aishhh... bangun... apa yang terjadi??" tanya Vendra lirih.


" Di mana... dimana??? Jangannn... Jangan... siapa kamu??" gumam Aisyah dalam tidurnya.


Mbok Saroh dan Pak Darman segera berlari menuju kamar Adennya.


" Sik Pak ! ( Sebentar Pak!)" ucap Mbok Saroh.


" Kenapa?" tanya Pak Darman penasaran.


" Tunggu disini saja sebentar" perintah Mbok Saroh.


Mbok Saroh segera menuju kamar dan melihat apa yang terjadi. Mata tua itu tidak sanggup melihat apa yang terjadi.


" Den..." ucap Mbok Saroh.

__ADS_1


__ADS_2