
Pak Sekdes sesekali memperhatikan Pak Lurah yang mengembangkan senyumnya. Sepertinya ada yang disimpan oleh Pak Lurah.
" Iya bu dokter. Kami sudah menyadarinya. Pasti akan terjadi sesuatu yang mengancam keselamatan kami" jawab Ibu.
Tiba - tiba Pak Mustofa mulai mendapatkan kesadarannya setelah seluruh badannya dioles dengan minyak pijit hangat. Bu dokter Clara juga sudah memberikan suntikan anti peradangan agar tidak terjadi bengkak, memar dan sebagainya.
" Saya masih belum paham, kenapa juragan Gandi meminang Aisyah. Sedangkan usia mereka terpaut jauh bukan?" ucap dokter Clara.
" Bapak istirahatlah. Saya sudah memberikan suntikan dan obatnya sudah saya berikan kepada Ibu. Bapak bisa meminumya dengan teratur. Untuk saat ini usahakan Bapak hindari dulu juragan Gandi Pak. Dia itu orangnya nekat. Apa yang dia inginkan harus dia dapatkan. Dan itupun dilakukan dengan segala hal" terang dokter Clara dengan hati yang jengkel.
" Dokter Clara kenapa sangat tahu denga juragan Gandi? Apakah dokter Clara sudah mengenal jauh sebelumnua dengan juragan Gandi?" tanya Bapak denga sangat tepat.
Semua mata memperhatikan dokter Clara. Menunggu jawaban dari dokter Clara yang sesungguhnya tentang juragan Gandi.
"Sebenarnya, keluarga kami juga korban dari juragan Gandi. Orang tua saya terlibat hutang denga juragan Gandi. Sebagai gantinya Kakak saya diminta sama dia untuk dijadikan istri. Tetapi kakak saya menolak. Karena saat itu kakak saya masih sekolah.
Juragan Gandi tidak mau tahu tentang itu. Jika tidak melunasi hutang maka kakak saya yang akan dinikahi.
Akhrinya keluarga saya mencari pinjaman uang kesana kemari untuk melunasi hutangnya. Tetapi uang yang didapat belum cukup. Saat waktu yang ditentukan sudah tiba, dan belum cukup uangnya. Juragan Gandi menunggu kakak saya pulang sekolah. Setibanya di rumah dia kaget dengan adanya juragan Gandi.
Mereka membawa kakak saya secara paksa. Tetapi karena kakak saya menolak dan menggigit tangan juragan Gandi hingga tangannya hampir putus, juragan Gandi marah.
Seketika juragan Gandi memperkosa kakak saya secara brutal. Bapak saya yang hendak menolong di bacok oleh salah satu centengnya. Sedangkan Ibu hanya bisa menangis meratapi anak dan suaminya.. Saat itu saya masih sangat kecil. Dan saya hanya bisa mengintip dari dalam.
Ibu yang menyaksikan kedua orang yang dicintainya meninggal mengenaskan, beliau jatuhsakit dan badannya sangat kurus kering. Sampai pada akhirnya Ibu meninggal" dokter Clara menceritakan apa yang sesungguhnya terjadi dengan menangis terisak.
" Jadi kamu anak Harun?" tanya Bapak.
__ADS_1
" Ya Allah.. Ya rabbb" sebut Ibu.
" Ya Allah... bertahun- tahun kami mencarimu nak. Sekarang ada di depan mata kami. Bahkan sudah berpuluh kali kami bertemu denganmu" ucap Bapak.
" Kenapa bapak mencari saya?" tanya dokter Clara penasaran.
" Karena ayahmu adalah sahabat baikku. Dia juga yang berpesan kepadaku sebelum kembali ke desa ini untuk melunasi hutangnya dengan juragan Gandi" Cerita Bapak.
" Jadiii... Ayah meminjam uang dari Bapaj saat itu?" tanya dokter Clara.
" Ya, dulu ayahmu menemuiku di kota. Karena saat itu bapak hanya memegang uang itu. Bapak berikan semuanya. Karena merasa sangat kasihan denga ayahmu. Ibu juga sudah menjual seluruh emasnya untuk dipinjamkan ayahmu. Tetapi uang itu tidak menutupi keseluruhan hutang ayahmu nduk" cerita bapak lagi.
" Iya pak. Itu hanya pokoknya. Bunga berbunganya melebihi dari pokoknya" jawab dokter Clara sedih.
" Jadi kamu bisa sampai seperti sekarang bagaimana ceritanya nduk?" tanya bapak penasaran.
Dan saat itu ada seorang Ibu yang melihat saya. Dia mengajak saya kerumahnya. Awalnya dia mengajak saya menawarkan sebuah pekerjaan sebagai pembantu.
Sesampai dorumahnya yang megah itu. Beliau bertanya kepadaku tentang tawaran pekerjaan itu. Saya menyanggupinya. Karena saya butuh makan dan butuh hidup saat itu.
Beliau berkata, jika saya bekerja padanya saya tidak akan bisa terlepas dari cengkramannya. Dan seumur hidup terikat dengannya.
Karena saya butuh dan takut. Saya juga merasa rumah itu bisa menaunginya dari hujan dan panas. Saya kemudian mengiyakan tanpa ragu.
Kemudian beliau meminta seseorang datang kerumahnya. Ternyata beliau mengangkat saya sebagai anaknya. Beliau memang menginginkan seorang anak tetapi tidak kunjung diberikan.
Beliau sudah memutuskan mengadopsi saya. Beliau juga bersikap layaknya seorang Ibu kepada anaknya. Kasih sayang yang beliau berikan ke saya tanpa batas" cerita dokter Clara.
__ADS_1
" Sampai akhirnya beliau meninggal. Ya, Mama yang selama ini saya panggil dengan sebutan itu, beliau bukan mama kandung saya. Melainkan mama yang mengadopsi saya" cerita Clara.
" Alhamdulillah jika kamu berada di orang yang tepat nduk. Kami sungguh khawatir. Bertahun - tahun kami selalu mencari keberadaanmu. Sampai Aisyah rela kuliah dikota juga ikut mencari keberadaanmu. Tetapi karena minimnya data dirimu jadi gerak kita sangay terbatas" terang Bapak.
" Terimakasih Pak. Bapak dan Ibu sudah mencari saya. Sudah sangat baik kepada keluarga saya. Saya tidak bisa membalasnya. Semoga Allah akan membalas yang lebih untuk Bapak dan Ibu" ucap Clara.
" Dan untuk juragan Gandi. Bagaimana menurut Pak Lurah? ini sudah kelewatan Pak. Saya tidak mau lagi ada korban seperti yang dialami keluarga saya" ucap Clara.
" Kalau begitu, Pak Sekdes kumpulkan data. Cari tahu kelemahan juragan Gandi. Kita akan menggulingkannya dari desa ini. Cari massa untuk membantu kita" perintah Pak Lurah.
" Sepertinya sangat susah untuk mencari massa Pak. Karena kebanyakan orang desa mengandalkan pinjaman darinya Pak Lurah. Dia juga bekerja sama dengan para tengkulak" terang Pak Sekdes.
" Sepertinya juragan Gandi memang sangat menginginkan Aish nduk. Bagaimana kalau Aish disuruh ke kota saja Pak?" tanya dokter Clara.
" Nanti Clara yang urus Pak. Clara ada rumah di kota. Untuk pekerjaan Clara akan bantu. Di kota teman Clara banyak. Sekarang pengganti orang tua Clara kan Bapak dan Ibu. Jadi Aish sudah Clara anggap sebagai adik kandung sendiri" terang Clara.
" Baiklah nduk. Bapak ikut saja. Yang terpenting Aish aman. Bapak sangat takut denga kelakuan juragan Gandi" ucap Bapak.
" Coba saja tadi pagi, kalau bapak ndak lewat mau ke sawah. Bagaimana nasib Aish. Dia sudah dihadang juragan Gandi dan centengnya nduk. Aish sampai ketakutan dibuatnya. Seperti akan melecehkan Aish" terang Bapak.
" Astaghfirullahhaladzim" ucap semua orang.
" Makannya bapak pasang badan. Aish bisa lolos ke madrasah. Kalau sudah di madrasah kan sudah banyak orang. Jadi akan aman buat Aish. Tapi jika Aish kembali kerumah. Bapak rasa juragan Gandi akan tetap menganggu Aish" terka Bapak.
" Memang benar - benar tua bangka!" geram Clara.
Pak Lurah tak habis pikir, kenapa juragan Gandi memilih Aisyah yang secara penampilan tidak menunjukkan keseksian tubuhnya. Bahkan bisa dikatakan selurub tubuhnya sangat tertutup dan hanya dapat melihat wajahnya saja.
__ADS_1
Sedangkan juragan Gandi sepertinya lelaki yang berhasrat saja. Tidak serius menginginkan seorang istri. Tetapi kenapa Aisyah??