
" Iya Pak Gandi, saya pamit saja. Sudah malam juga untuk waktu bertamu. Pak Mustofa kami ijin pamit. Bu guru, besok jangan lupa. Saya tunggu. Assalamualaikum" pamit Pak Lurah beserta Pak Sekdes dan donatur.
" Waalaikumsalam" Jawab Aisyah dan Pak Mustofa.
Aisyah tidak menanggapi juragan Gandi yang sudah lama menunggunya. Dia langsung masuk ke dalam rumah. Karena memang tidak mempunyai urusan.
" Pak Mustofa, bilang sama dek Aisyah. Saya mau bicara" pinta Juragan Gandi.
" Baiklah Juragan. Tapi tunggu sebentar. Apapun jawaban dari anak saya, mohon jangan pernah di ganggu gugat keputusannya" pinta Bapak.
" Baiklah" jawab juragan Gandi.
Pak Mustofa kemudian masuk dan memanggil anak semata wayangnya.
" Nduk, kemarilah. Juragan Gandi ada keperluan denganmu. Beliau ingin menanyakan sesuatu kepadamu" ucap Bapak.
Aisyah tanpa menjawab segera duduk dan menunduk. Dia tidak tahu apa yang akan dikatakan juragan Gandi. Toh, selama ini dia tidak pernah berhubungan dengan juragan Gandi ataupun punya masalah dengannya.
" Dek, Aisyah... Maukah menikah dengan saya?" tanya juragan Gandi yang agak gugup.
Bagai disambar petir, ternyata kedatangan juragan Gandi ada maksudnya. Dia kesini untuk melamarnya. Aisyah merasa aneh dengan panggilan untuknya.
Sebenarnya juragan Gandi memang sudah mengamati Aisyah. Aisyah memang gadis manis dengan parasnya yang ayu. tutur kata yang lemah lembut. Dan dengan keberanian bak srikandi. Dia mampu menghipnotis seluruh lelaki yang melihatnya.
" Bagaimana dek Aisyah?" tanya juragan Gandi.
" Maaf juragan, memang benar saat ini saya belum ada lelaki yang mendekati. Dan saya juga belum mempunha teman dekat lelaki. Tetapi beribu - ribu maaf dari saya. Saya tidak bisa menikah dengan juragan. Karena memang saya tidak mencintai juragan" jawab Aisyah dengan tegas.
" Heleehhh cinta.. Nanti juga bakal cinta. Kamu minta apapun akan aku penuhi. Wanita kan paling suka to kalau di kasih uang, perhiasan, harta benda. Sudahlah jangan munafik. Dan jangan sok alim" gertak juragan Gandi.
" Maaf juragan. Tujuan juragan kesini untuk apa? Hanya untuk mengejek dan mempermalukan saya?" tanya Aisyah santai.
" Loh saya mau melamar dek Aisyah" jawab juragan Gandi.
__ADS_1
" Lamaran juragan sudah saya jawab. Jadi apa lagi yang ingin juragan inginkan? bukankah apapun keputusanku anda tidak akan mengganggu gugat?" jawab Aisyah dengan sangat tegas.
Aisyah kemudian berdiri dan berada di samping pintu.
" Silahkan juragan. Pintunya sudah terbuka lebar. Waktu bertamu juga sudah tidak patut lagi. Sebaiknya anda belajar tata krama" usir Aisyah.
Juragan Gandi merasa sangat marah. Baru kali ini ada wanita yang menolaknya dengan tegas. Dan jawabannya pun memang sangat pas dan mengena. Bagai ribuan jarum menancap di hati jurgan Gandi.
Tapi, memang pantas wanita seperti Aisyah memberanikan diri untuk berucap. Agar tidak ada lagi lelaki yang semena - mena kepada wanita.
" Haaahh... baiklah. Ingat Aisyah. Jangan sampai kau menyesal menolak lamaranku!" hardik juragan Gandi.
" Silahkan juragan" Aisyah hanya berkata demikian.
Setelah mereka pergi, Aisyah merasa lega. Memang dia sangat tidak nyaman dengan kehadiran juragan Gandi. Disamping sudah tua bangkotan, dia memang lintah darat. Aisyah tidak mau berhubungan dengan orang seperti itu.
" Nduk, kamu memang benar.Kamu sudah bersikap sebagaimana mestinya. Masuklah ke kamar. Selanjutnya Bapak yang akan menghadapinya kelak" ucap Bapak.
Mereka tahu, akan ada kelanjutan cerita jika sudah berhubungan dengan juragan Gandi.
" Insyaallah Bu, pak. Aish minta doanya" jawab Aisyah.
Sepanjang jalan juragan Gandi hanya bisa mengumpat dan marah. Lamarannya ditolak oleh gadis bau kencur seperti Aisyah. Juragan Gandi tidak tinggal diam. Dia mempunyai ide busuk yang akan menggagalkan panen Pak Mustofa, Bapak Aisyah.
Juragan Gandi menyuruh anak buahnya menyebarkan beberapa hama dan penyakit tanaman. Agar panen Pak Mustofa gagal.
Disamping juragan Gandi memperistri Aisyah, dia juga ingin menguasai tanah Pak Mustofa. Karena sawahnya menghasilkan panen yang sangat bagus. Pak Mustofa juga mempunyai sawah yang cukup luas di desa ini. Dan dia jarang mempunyai hutang. Hidupnya sangat sederhana.
Untuk itu sangat juragan Gandi ingin menguasainya. Pastinya semua tanah dan sawah yang dipunya Pak Mustofa akan jatuh ke anaknya Aisyah. Jika dia dapat memiliki Aisyah, dia juga dapat memiliki tanah dan sawah.
Juragan Gandi memang orang yang rakus akan harta. Orang yang jauh dari agama. Bahkan untuk pergi ke dukun itu adalah seperti makanan sehari - hari.
" Heh..kau ! selidiki lurah bau kencur itu. Apakah dia juga menginginkan dek Aisyah ku atau tidak!" perintah Juragan Gandi kepada anak buahnya.
__ADS_1
" Baik juragan" jawab anak buah.
" Pak lurah bau kencur juga mau main - main denganku rupanya. Dia juga belum merasakan kekuasaanku" sombong juragan Gandi.
Setiba di rumah juragan Gandi terus saja ngomel dan marah - marah. Bahkan Bunga, anaknya pun juga kena imbasnya.
" Bapak kenapa? Marah - marah ndak jelas begitu!" bentak Bunga.
" Aisyah!" jawab juragan Gandi.
" Maksud Bapak??" tanya Bunga penasaran.
" Jangan.. jangan.. Bapak.." terka Bunga.
" Ya.. Bapak akan menjadikannya Ibumu. Dia wanita yang sangat cantik, lembut, berwibawa, pintar dan tentunya sawah dan tanah orang tuanya sangat banyak" terang juragan Gandi.
" Bapak.. Aish itu teman sekolahku Pak. Apa ndak ada wanita lain yang Bapak taksir?" tanya Bunga.
" Ndak ada. Dia bapak kasih harta benda, Bapak sodorkan semua emas juga tidak pernah mau. Bapak butuh wanita yang seperti ini. Dia tidak akan berhianat seperti Ibumu itu. Wanita sundel!" bentak juragan Gandi.
" Yo, terserah Bapak lah. Yang penting uang jajanku ndak berkurang. Dan, aku mau Pak lurah menikah denganku Pak. Ali mencintai Pak Lurah" cerita Bunga.
" Hmm.. Cocok! Kamu kerjar Pak Lurah bau kencur itu. Jebak dia, kalau perlu ancam dia. Jerat dia dengan cara apapun!" perintah juragan Gandi.
Karena kekecewaannya terhadap Aisyah, kemarahan juragan Gandi membludak. Dia sudah tidak bisa menahan amarahnya.
Sebenarnya dia sudah lama mengintai kegiatan Aisyah. Wanita yang baru mletek, yang dapat memikat hatinya. Sebenarnya cintanya yang sangat besar kepada Aisyah yang meberanikan dirinya untuk melamar.
Tetapi, lamarannya ditolak dengan tegas oleh Aisyah. Bahkan tidak diberi kesempatan untuk mendekatinya.
Aisyah merasa gelisah dengan ancaman juragan Gandi. Dia memikirkan bagaimana nasib kedua orang tuanya kelak.
Juragan Gandi tergolong orang yang sangat bengis. Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu.
__ADS_1
Aisyah hanya bisa meminta pertolongan kepada Sang Khaliq, agar diberi perlindungan baik di dunia maupun di akherat. Dia juga mendoakan kedua orang tuanya agar selamat dari mara bahaya.
Aisyah hanya bisa menangis dan bersujud kepada sang Maha pencipta.