
Dua sejoli hanya saling pandang dan membuang muka. Dengan berbagai ekspresi kikuknya keduanya hanya salah tingkah mendengar ocehan Mbok Saroh.
" Wes kan, ndak ada yang dibutuhkan lagi? Kami tak keluar saja" ucap Mbok Saroh lagi.
" Ehemmm" Vendra mendehem menetralkan tenggorokannya yang seakan kering.
Mengelus tengkuknya yang entah kenapa tiba - tiba ingin saja melakukannya. Sedangkan Aisyah hanya tersenyum manis menatap wanita separuh baya itu.
" Terima kasih Mbok, nanti saya panggil jika butuh sesuatu. Mas juga ya, tolong tinggalkan aku sendiri. Aku mau istirahat sebentar saja" pinta Aisyah lembut.
" Hmmm baiklah. Jangan kunci pintunya. Cukup ditutup saja jika terjadi sesuatu kami akan cepat datang" ucap Vendra menjelaskan.
" Baiklah" jawab Aisyah lembut.
" Tidurlah..." ucap Vendra kemudian.
Semua segera meninggalkan kamar Aisyah. Pak Darman dan Mbok Saroh kembali ke bawah.
" Wes tak bikinke wedang jahe saja. Buat nambah stamina. Semalam kan sudah bekerja keras semuanya. Nanti tak bikinke sup ayam saja, biar seger" ucap Mbok Saroh.
" Belum berakhir Mbok !!" ucap Vendra singkat.
" Loh gimana to ini? Belum berakhir gimana??" tanya Mbok Saroh mulai bingung.
Kini mereka berada di meja makan dekat dapur. Tangan tua Mbok Saroh dengan cekatan meracik apa yang sudab direncanakan tadi. Dengan sigap, dua gelas susu jahe hangat sudah ada di depan kedua lelaki yang berbeda generasi itu.
" Katanya wedang jahe? Loh kok jadi susu?" ucap Pak Darman.
" Wes to Pak!! Ndak usah protes !! Mbok di coba dulu" ucap Mbok Saroh ketus.
Vendra hanya tersenyum simpul mendengar ocehan Mbok Saroh yang baginya lucu. Entah qpq yang ada dipikirannya.
" Loh, Mbok. Mbok Nggak minum?" tanya Vendra kemudian.
" Itu" tunjuk Mbok Saroh.
" Mbok bikin teh chamomile ala Cah Ayu" ucap Mbok Saroh.
" Hmmm. Bikinkan juga untuk Aisyah Mbok. Jangan lupa!!" ucap Vendra kemudian.
" Opo Mbok? Teh comel?" tanya Pak Darman.
" Cha... mo... mel. Udu comel Pak!! Lidahe sampeyan wes tuwek ( Lidah anda sudah tua) jadi susah ngomong begitu!" ucap Mbok Saroh.
" Hahaha, kaya kamu ndak tua saja!! Kamu saja lebih tua dari aku lohhh. Inget !!" ucap Pak Darman meledek.
" Hiiissss" jawab Mbok Saroh sewot.
Vendra hanya tersenyum mendengar celetukan kedua orang yang sudah dianggap orang tuanya itu. Sesekali tertawa sumringah jika kalimat itu menggelitik hatinya.
Dua sejoli separuh baya itu saling sikut melihat apa yang disaksikannya. Senyuman yang sudah lama hilang, kini kembali lagi.
__ADS_1
Vendra membayangkan jika itu terjadi kepada dirinya. Apakah Aisyah akan secerewet Mbok Saroh atau tidak. Apakah selucu itu hidupnya. Hanya bisa tersenyum sambil sesekali menyeripit susu jahe panasnya.
" Pak" sikut Mbok Saroh.
" Opo to Mbok? Iyo aku lihat!!" ucap Pak Darman.
" Den, kenapa??" tanya Pak Darman tiba - tiba.
Lamunan indah yang dirajutnya hilang seketika. Ketika pertanyaan tiba - tiba terdengar di hadapannya.
" Hmm? Apa?" tanya Vendra menetralkan gugupnya.
" Kenapa to? Kok senyum - senyum sendiri? Ndak kesambet to? ( Tidak kerasukan kan?)" tanya Mbok Saroh menimpali.
" Alhamdulillah tidak Mbok. Membayangkan saja apakah rumah tanggaku selucu kalian atau tidak" jawab Vendra santai.
" Pasti !! Pasti selucu itu. Tapi tidak sebercanda itu !" jawab Pak Darman.
" InsyaAllah kami jadi saksinya" jawab Mbok Saroh dengan senyum di wajah tuanya.
" Terima kasih" jawab Vendra singkat.
" Hmmm Pak, Saya merasa aneh dengan tingkah Aish ya!!" ucap Vendra kemudian.
" Aneh kenapa?" tanya Pak Darman yang kembali mode serius.
" Iya Pak!! Masak kita disuruh keluar sedangkan Bapak tau sendiri kita habis ngapain saja semalam!" jawab Mbok Saroh menyambar.
" Yaa.. bukankah itu sangat mengkhawatirkan? Dan, keadaan kan belum baik" ucap Vendra menimpali.
" Ya sebaiknya kita berdoa saja Den, buat keselamatan Cah Ayu" jawab Mbok Saroh menimpali.
" Khawatir??" tanya Pak Darman kemudian.
Vendra hanya mengangguk lemas. Menyiratkan hatinya yang lesu tak bersemangat.
" Wes, ndak apa. Doakan saja Den!" ucap Pak Darman menenangkan.
" Ya sudah, susu jahenya diminum. Ini sopnya juga sudah mateng. Tak siapin. Nanti bisa jagain Cah Ayu lagi" terang Mbok Saroh.
Sementara diruang yang luas, dengan interior yang mewah. Seorang gadis masih duduk dengan memejamkan matanya. Gadis dong!! Kan belum nananina hehehe. Just kid ya readers...
Mereka semua sibuk dengan jari jemarinya dan pikriannya masing - masing. Entah apa uang asa di pikiran mereka. Rasa khawatir tentu saja masih menelisik dihati mereka bertiga.
" Siapa?"
" Hmmm, tampakkanlah wujudmu!"
Belum ada jawaban di dalam kamar megah itu. Ya, Aisyah masih memejamkan matanya. Tetapi membuka mata batinnya.
" Baiklah, apa yang kamu mau?" ucap Aisyah.
__ADS_1
Hiiiiii.... hiiiiii.... hiiiii.....
Suara kikikan melengking yang sungguh memekakkan telinganya kini menggema dan menggelegar.
" Hiissss.... suaramu!!! Bikin sakit telingaku!!" gerutu Aisyah.
Gadis dengan mata bulat itu kini membuka matanya. Siapa sebenarnya yang dari tadi ingin bertandang menemuinya secara pribadi.
Makhluk jelek dengan mata kanan meleleh dan berdarah - darah sampai ke pipi. Mulut yang lebar tidak berukuran wajar. Belatung menumbuhi belakan tubuhnya. Bau anyir menyeruak ke hidung gadis cantik itu.
Bau yang kini menjadi biasa untuknya. Beradaptasi dengan dunia ghaib memang banyak kejutan. Bau yang entah anyir, entah bau singkong rebus, kentang rebus, bau pandang, wangi dan lain sebagainya kini menjadi endusan setiap hari bagi Aisyah.
" Siapa kamu?? Kenapa dari tadi memintaku untuk bertemu? Siapa tuanmu??" tanya Aisyah memberondong.
" Hiii... hiiii.... sabar. Pertanyaanmu banyak sekali. Bikin pusing saja jawabnya!!" jawab makhluk itu.
" Hmmm rubah wajahmu. Jelek!! Aku tidak suka!!" ucap Aisyah sarkas.
" Haaahhh!! sudah banyak tanya, sekarang nyuruh - nyuruh!!" gerutu makhluk itu lagi.
" Cepat!! Kalau tidak mau, enyahlah!! Kalau tidak aku bisa membakarmy seketika!" ancam Aisyah.
" Selain galak kamu juga tukang ancam!!' jawab makhluk itu kembali.
Dengan menggerutu yang entah apa itu. Mengonel dengan kecepatan yang hampir tak terdengar oleh telinga Aisyah. Makhluk itu berubah menjadi wanita cantik dengan pakaian lusuh.
" Bajumu jelek sekali!!" ucap Aisyah.
" Haahhh!!! Lagiiiiii???" ucap makhluk itu.
" Kenapa? Belum bisa ganti baju yang bagus? Kan bisa mbak kunti ganti baju!!" ucap Aisyah.
" Kukira ganti wajah cukup untukmu. Ternyata masih saja kamu memprotesnya!!" gerutu Mbak kunti.
" Hmmm. Lantas??" ucap Aisyah ketus.
" Baiklah gadis judes!!" ejek mbak kunti.
Hap... sreettt
Satu detik bahkan kurang, baju lusuh itu berubah menjadi baju bagus.
" Hmmm, begini kan enak kalau di pandang. Dan kalau datang ucapkan salam terlebih dahulu! Kamu main nyelonong saja!!" ucap Aisyah mengingatkan.
" Salam?" tanya mbak kunti heran.
" Ya... salam. Assalamualaikum " ucap Aisyah.
" Asss...eeeyemmmu..aiiikmmm" ucap mbak kunti.
" Kamu belum masuk islam??" tanya Aisyah.
__ADS_1
" Islam??" tanya mbak kunti heran.
" Haissshhhh!!!" ucap Aisyah yang mulai jengkel.