
" Maaf, jika rasa itu datang dengan begitu cepat. Tanpa kita duga. Jalani saja seperti air yang mengalir. Mungkin akan asa sedikit riak gelombang atau bqhkan badai menerpa. Tapi tetaplah tenang dalam goncangan itu" ucap Vendra.
Aisyah hanya menyimak, mendengarkan, mencerna dan mengernyit. Sungguh langka !!! Balok es telah mencair. Dan itu terjadi pada suaminya. Baru kali ini dan saat ini Aisyah mendengar banyak kata dari mulut lelaki yang kini menjadi imamnya itu.
Sedangkan Mbok Saroh dan Pak Darman tak kalah kagetnya. Ternyata, Adennya sudah berubah. Bisa terbuka dengan apa yang dirasakannya.
" Ehemmm" dehem Pak Darman.
Dua sejoli saling tengok mencari keberadaan siempunya suara. Dengan tergagap dan malu mereka melepaskan pelukan dan pastinya kikuk untuk menghadapi apa yang ada di depan matanya. Bagaimana tidak, mereka hanyut dalam perasaan masing - masing. Dan tak disadari perasaannya mengalihkan dunianya saat ini.
" Hehe" Aisyah tertawa menghilangkan kikuknya.
" Ya, kami tahu. Kami sudah pernah mengalami masa itu. Kami juga pernah muda. Dan... Ya... sepertinya kita kembali ke paviliun saja ya Mbok? Kita kalau disini pasti ganggu penganten baru" ucap pak Darman dengan mengerling tanda kode kepada istrinya.
" Wo.. lah iya to Pak'e kita balik aja wes kalau begitu. Nanti kita dikira nyamuk lagi. Untuk urusan selanjutnya kita akan bantu sampai titik darah penghabisan. Dan untuk sekarang, Simbok mau beres- beres. Sebentar lagi subuh dan harus menyiapkan segalanya" ucap Mbok Saroh.
" Tidak perlu Mbok. Istirahatlah!!" ucap Vendra kembali ngirit bicara.
" Loh.. apa ndak mau makan?" tanya Mbok Saroh heran.
" Nggak perlu Mbok. Mbok istirahatlah. Saya yang akan memasak untuk kami" ucap Aisyah kembali meyakinkan.
" Emmm baiklah kalau begitu. Kita akan istirahat dulu, nanti semoga badan tua ini bisa segar kembali dan bisa bekerja sama kembali" ucap Mbok Saroh.
" Iya" jawab Vendra.
Aisyah kemudian merapatkan tubuhnya ke Mbok Saroh. Dan mengusap tangan yang sudah mulai keriput dimakan usia itu.
" Simbok istirahatlah, terimakasih sudah membantu dan menemaniku. Jangan khawatir, semua akan baik - baik saja" ucap Aisyah meyakinkan.
" Baiklah. Jangan terlalu lelah. Istirahat juga Den, cah ayu. Mbok juga ndak mau kalian sakit. Misi kita pasti berhasil. Siapa yang bersungguh - sungguh pasti berhasil. Apa yang mustahil didunia ini jika Allah sudah berkehendak?" ucap Mbok Saroh.
" Iya Mbok. Pak, tolong istirahat ya? Kami disini Insyaallah baik - baik saja" ucap Aisyah kepada Pak Darman.
" Iya. Jaga diri kalian baik - baik" pesan Pak Darman.
Dua sejoli yang sudah berumur kini meninggalkan kamar mereka dan segera kembali ke paviliun yang berada di belakang rumah itu.
Sedangkan pasangan muda yang baru saja mengungkapkan perasaan masing - masing itu kini dilanda gusar dan kikuk. Sampai - sampai tidak satu mulutpun terbuka untuk membuka obrolan.
" Emmbb... sebaiknya aku ambil wudlu dulu" ucap Vendra dengan menggaruk tengkuknya.
" Ah.. ya.. aku tunggu Mas" jawab Aisyah lembut dengan tersenyum.
" Manis..." ucap Vendra lirih.
" Ya??" tanya Aisyah memastikan.
" Ah... tidak" jawab Vendra gelagapan.
__ADS_1
Dikamar mandi Vendra hanya terdiam dan ditariknya bibir yang berucap manis bsru saja menjadi sebuah garis lengkunh dan kemudian menjadi sedikit terbuka dan akhirnya melebar. Tertawa, Ya tentu saja. Entah kenapa hatinya merasa sangat bahagia hanya melihat senyuman gadisnya itu.
" Baru kali ini melihat senyum manisnya... ya, manis.. bahkan sangat manis" ucapnya lirih.
Aisyah yang dari luar sudah menunggu Vendra tetapi sepertinya penghuni kamar mandi belum melakukan pergerakannya. Terbukti tidak adanya suara gemericik air yang terdengar.
*Tok
Tok
Tok*
Ketukan pintu menggema keseluruh ruangan. Sehingga penghuni ruangan yang tak bersuara itu mendengarnya.
" Mas..." ucap Aisyah.
" Mas... sudah atau belum?" tanyanya sekali lagi.
Siempunya hanya diam mendengarkan.
" Ya, tunggu sebentar" teriak Vendra dari kamar mandi.
" Baiklah. Keburu habis waktu subuh Mas" ingat Aisyah.
" Ya, sebentar!" jawab Vendra.
Vendra segera membersihkan dirinya dan ritual lainnya yang ia lakukan. Tak lama Vendra keluar dari kamar mandi. Terlihat dua sajadah sudah membentang.
" Hmmm" jawab Vendra singkat.
" Imamin" ucap Aisyah dengan mempersilahkan Vendra menuju Sajadah di depannya.
Terlihat netra lelaki itu ragu dan akan menolaknya.
" Bisa... ayo... Bismillah" ucap Aisyah meyakinkan.
Vendra masih ragu dengan semua ini. Terlihat dari binar mata sang istri yang sangat antusias, dia jadi tidak bisa melihat antusias di wajah cantik istrinya sirna.
" Bismillahhirrahmannrirrahim " ucap Vendra lirih.
" Allahu Akbar" takbir Vendra.
Suara mendayu nan merdu kini terdengar sudah ditelinga Aisyah. Suara yang sangat dia kenali. Suara yang sudah membimbingnya keluar dari kejadian semalam. Aisyah kini hanya bisa mendengarkan lebih seksama.
" Assalamualaikum warrahmatullahh" salam terakhir sholat.
" Assalamualaikum warrahmatullah Inni As Aluka Fauza Bil Jannah " tengok kanan
" Assalamualaikum warrahmatullahh Inni As Aluka Najatam Minan Nar Wal ‘Afwa ‘Indal Hisab " tengok kiri.
__ADS_1
Rukun Sholat ini ada tiga belas (13) perkara , yaitu
Niat ( niat terletak dalam hati, namun baik bila dilafadzkan)
Berdiri untuk sholat bagi yang mampu
Membaca AL fatihah
Ruku dengan thumaninah
Itidal dengan thumaninah
Sujud dengan thumaninah
Duduk diantara dua sujud dengan thumaninah
Duduk tahiyat akhir
Membaca tahiyat akhir
Sholawat atas Rasulullah
Salam
Tertib ( artinya urut sesuai uratan yang dicontohkan Rasulullah )
Diluar ini merupakan sunnah sholat sesuai dengan yang dicontohkan dalam sholat Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Khusus dalam rukun kesebelas, yaitu salam , ada ikhtilaf mengenai hal ini, dan semua ada dalilnya. Dari beberapa yang digunakan, author menggunakan sesuai yang diajarkan ustadz author, yaitu mengucapkan Assalamualaikum Warahmatullah kekanan dan kemudian Assalamualaikum Warahmatullah kekiri tanpa Wa barakatuh.
Adapun doa saat salam adalah :
Inni As Aluka Fauza Bil Jannah (Sesungguhnya saya meminta kepada Engkau kemenangan dengan Syurga) Salam ke kanan.
Inni As Aluka Najatam Minan Nar Wal ‘Afwa ‘Indal Hisab (Sesungguhnya saya meminta kepada Engkau untuk selamatkan dari Api Neraka, dan Pengampunan di hari Perhitungan amal). Salam ke kiri
Namun kedua doa ini tidak termasuk dalam rukun dan sunnahnya sholat, hanya saja tertulis dalam beberapa kitab fikih. Wallahualam bishowab
Badan kekar itu kemudian berbalik. Spontan dengan adanya badan berbalik, jemari mungil itu kemudian menengadahkan tangannya. Tanda ingin meminta salam.
Vendra kemudian mengulurkan tangannya. Diraihlqh tangan imamnya itu kemudian dia cium punggung tangannya dengan takdzim.
Setelah itu Vendra kembali bersila dan memanjatkan doa - doa yang semampu dia bisa baca. Aisyah hanya mengaminkan semua yang dipanjatkan oleh suaminya .
Vendra kemudian berbalik.
" Apa yang kamu minta dalan doa?" tanya Vendra seketika.
__ADS_1
" Mengaminkan apa yang suamiku minta dalan doa " jawab Aisyah.