Misteri Rumah Putih

Misteri Rumah Putih
21.


__ADS_3

Vendra membiarkan Aisyah memeluknya. Membiarkannya agar dapat mengendalikan dirinya, sampai rasa takut itu sedikit demi sedikit hilang.


Aisyah kini sudah mulai sadar akan tindakannya itu. Dia kemudian tergagap karena melakukan hal tersebut.


"Ma...ma.. af tuan" ucapnya lirih.


" Mbok..." panggil Vendra.


Vendra mengulurkan tangan ke arah Mbok Saroh dan meminta kembali gelas yang berisi air mineral tadi. Diberikanlah air itu kepada Aisyah.


Aisyah segera menerima air tersebut dan meminumnya secara perlahan. Gugup? Tentu saja. Kini yang ada diotak Aisyah menghadapi orang mengerikan didepannya.


Pemilik rumah yang sangat garang dan menyeramkan. Dengan muka yang ditumbuhi jambang dan kumis yang sangat tebal tanpa di cukur. Dan rambut gondrong yang cukup rapih dan wangi menurut hidung yang menciumnya.


" Sudah? " tanyanya kembali.


" Hem" jawab Aisyah singkat.


" Kenapa? Ada apa?" tanya Vendra.


Seketika matanya membulat teringat kejadian yang baru saja di laluinya. Dia langsung meremas gelas yang dipegangnya. Vendra melihat gerak gerik yang terjadi pada gadis itu.


" Apa yang telah dilaluinya. Hingga membuatnya histeris begini? Awass saja jika.." batinnya menggantung.


" Tuan.. a..aku.. melihatnya.. Ya.. tuan.." ucapnya kemudian.


" Melihat? " tanya Vendra.


" Ya.. yaa.. melihatnya tuan.. sungguh aku tidak pernah berdusta" ucap Aisyah dengan antusias.


" Apa yang kamu lihat?" tanya Vendra.


" Noni... wanita noni tuan.. dia.. dia..." ucap Aisyah yang begitu ketakutan.


" Dia menampakkan diri. Aku yakin dia bukan manusia. Dan, ada wanita juga tuan. Dia penghuni.." ucapnya lagi.

__ADS_1


" Kamu yakin?" tanya Vendra kembali.


" Iya tuan" jawabnya singkat.


" Apa kamu melakukan sesuatu dikamar itu? Apakah kamu melamun? Atau kamu sudah melakukan hal - hal yang aneh?" tanya Vendra menegaskan.


" Tidak tuan.. Tadi ada foto yang berbingkai jatuh, aku akan memperbaikinya. Tapi aku belum melakukannya. Karena aku harus membersihkan kamar itu bukan? Saya pikir akan saya betulkan setelah semua beres. Tetapi entah berapa menit kemudian guci jatuh tanpa saya senggol atau saya sentuh. Dan pecah, tuan menyaksikan sendiri bukan? " terang Aisyah panjang lebar.


" Hm.. lanjutkan!!" ucap Vendra mendengarkan.


" Tiba - tiba pintu tertutup, saya pikir angin yang terlalu kencang sehingga pintu tidak sengaja tertutup. Dan saat saya menyapu dan mengelap - elap meja terdengar rintihan tangis seseorang. Kemudian saya cari. Awalnya saya agak takut. Tapi kemudian dia berbicara dengan saya baik - baik. Dia tinggal di luar kamar itu. Di belakang kamar itu. Saya sudah biasa saja. Tapi saat Mbok Datang mengetuk pintu.." ucapnya menggantung.


Vendra hanya mengernyitkan dahinya. Dia tidak membuka sedikitpun suara. Menyimak dan mendengarkan dengan baik gadis itu. Sesekali melihat wajah ayunya yang sangat cantik.


Entah rasa apa yang mulai menelisik dihatinya. Awalnya hany melihat dari kejauhan kecantikan itu. Kini sudah berada di depan matanya. Tanpa ada penghalang sedikitpun.


Tapi melihat wajah ayunya yang kini pucat pasi dan merasa sangat ketakutan membuatnya menjadi iba dan kasihan. Dia hanya bisa mendengarkan dan memberikan ketenangan sebisanya.


" Tiba - tiba noni itu ada di atas ranjang. Dan.. noni itu berkata jangan takut. Tapi kemudian dia seperti akan menelan saya dan mulutnya menganga bak monster yang mengeluarkan liur menjijikkan. Itu sangat menakutkan tuan. Tapi entak kemana setelah itu, noni itu pergi tak berbekas" terangnya.


" Noni? apakah dia seperti orang belanda dan memakai gaun seperti wanita eropa? Gaun wanita eropa klasik?" tanya Vendra kembali.


" Hm.. baiklah. Aku tahu sekarang. Mungkin dia hanya menakut- nakutimu. Karena dia belum mengenalmu. Dia tidak akan memakanmu. Tenang saja. Kamu bisa tidur dikamarku. Kamarku sedikit aman. Aku akan tidur di sofa itu" ucap Vendra santai dengan menunjuk sofa cukup besar.


" Tidak perlu kamu khawatirkan. Bukankah kamu orang beriman?" ucap Vendra.


" Apa hantu itu peliharaan anda tuan?" tanya Aisyah.


" Peliharaan? Hahaha... ya.. iya" jawab Vendra yang cukup kaget.


" Astaghfirullahhaladzim.." ucap Aisyah kemudian


Disamping kaget karena suara Vendra yang menggelegar. Dia juga menyayangkan akan lelaki itu. Ternyata peliharaannya bangsa jin dan syeiton.


" Astaghfirullahhaladzim semoga anda dibukakan hatinya untuk segera bertobat tuan" batin Aisyah.

__ADS_1


" Sudah bersihkan dirimu! " perintah Vendra.


" Mbok layani dia. Setelah itu ajaklah kebawah. Makan" perintah Vendra kepada Mbok Saroh.


" Nggih den" jawab Mbok Saroh singkat.


" Ayo cah ayu. Sudah ndak usah takut. Mbok temani di kamar mandi juga" ucap Mbok Saroh menenangkan.


Aisyah segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Vendra keluar dari kamarnya.


Vendra kemudian masuk ke kamar tersebut. Dan mengamati foto yang dimaksud Aisyah tadi. Dia kemudian tersenyum sendiri.


" Mom, jangan pernah bermain - main dengannya. Dia gadis yang baik. Aku sudah sangatlah lama melihatnya. Hanya mampu dari kejauhan. So, please. Stop untuk menakutinya" ucap Vendra dengan memegang bingkai foto dirinya dengan Mamanya.


" Dan sebenarnya siapa penghuni lain di belakang kamar ini? Baru tahu ada penghuni baru. Tidak ijin pula denganku" gumam Vendra.


" Mom, apakah mom tahu? Gadis itu mengiraku memelihara setan dirumah ini. Aku saja sudah seperti setan begini. Manusia jadi - jadian. Tapi dia tidak takut kepadaku. Haha. Gadis lucu" ucapnya lagi.


" Apakah dia mom?" ucapnya kemudian.


Sementara di sebuah kamar mandi yang cukup elegan. Dan tertata sangat rapi serta bersih. Memang pencahayaan dirumah ini diminimalisirkan jika malam hari. Semua dilakukan si empunya rumah untuk menjaga diri dari orang asing menurutnya. Dan agar rumah ini tidak di salah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.


Dan memang sengaja membuat kesan angker. Padahal rumah ini tertata sangat rapi. Jika dibagian depan ruang tamu yang memang sengaja dibuat berantakan dan banyak sekali debu dan semacam sarang laba - laba dibiarkan begitu saja.


" Mbok, apakah semua ini?" tanya Aisyah.


" Ya, tentu saja cah ayu. Bahkan seluruh barang yang ada di kamar ini aden sendiri yang menatanya. Dan kemarin cah ayu sudah menata ulang kamar ini. Dan.. " ucap Mbok Saroh menggantung.


" Pasti saya mendapat hukuman mbok. Ya sudahlah, memang salah saya. Saya lancang" jawab Aisyah sedih.


" Bentar ya cah ayu. Tak ambilke baju. Sebentar wae, sebentar saja" ucap Mbok Saroh.


" Mbok, saya takut. Jangan tinggalkan saya" jawab Aisyah memelas.


" Wes ndak apa, itu bajunya buat telesan, buat basahan saja. Terus pintu kamar mandi dibuka saja kalau takut yo?bok cuma mau ngambilke baju di lemari itu" terang Mbok Saeoh dengan menunjuk lemari yang dimaksud.

__ADS_1


" Iya mbok" jawab Aisyah menyetujuinya.


Mbok Saroh segera mengambil baju yang di maksud. Sementara Aisyah mandi dengan cepatnya karena merasa takut. Dia kemudian segera menyambar handuk yang sudah disiapkan. Dia kemudian membuka basahan dan memakai handuk itu.


__ADS_2