
" *Ya Allah, apakah makhluk itu yang berbuat demikian?"
" Lalu siapa yang memerintahkan makhluk itu?"
" Semoga saja belum terlambat!!" batin Aisyah berkecamuk*.
Aisyah segera beranjak untuk melangkahkan kaki. Rasanya ingin segera dia menolong wanita itu. Tapi...
" Tunggu!!" ucap seseorang yang tidak nampak di mata Aisyah.
" Akan ada waktunya kamu menolong wanita itu. Saat ini hanya sedikit gambaran saja yang bisa kamu lihat !! Kamu harus bisa menyelesaikan apa yang akan kamu hadapi"
Aisyah segera teringat dengan makhluk itu.Matanya menyisiri setiap sudut. Tapi tidak ada nampak makhluk itu.
" Kemana makhluk itu?" gumam Aisyah.
Sreeekkk... Srekkkk...
Terdengar langkah seseorang seperti berjalan dengan kaki menyeret besi.
" Tolooonggg...Tolongg... " suara itu kembali mendominasi dan terasa berat.
*Hrrrr... hrrr...
" Mau kemana kau !!! "
Cetarrrr... cetarrrrr.
__ADS_1
" Aahhh... sakiitt... ampunnnn"
" Disini kamu akan habis !!! inilah akibat ulahmu !!! perjanjian kita sudah kau langgar* !!!"
Suara itu terus terdengar di telinga Aisyah. Aisyah tidak tahan mendengarnya. Di carinya seluruh penjuru. Aisyah kini mulau cemas dengan keadaan wanita itu.
" Hahahaha.... Hahahaha" terdengar suara menggelegar memekakkan telinga.
" Kau tidak akan bisa menemukannya keparat !!! kau harus menghadapiku terlebih dulu !! Hahaha" ucap suara itu.
" Siapa kau? Apa yang kau mau? Dan siapa wanita itu?" tanya Aisyah.
" Tidak perlu kau tahu !!! Bukan urusanmu!!" jawab suara itu.
"A`udzu billahi minas-syaitanir-rajimi"
" Allahu laa ilaaha illaa huw al-hayyul qayyuum. Laa ta’ khuzuhu sinatuw wa laa na’um, lahuu maa fisamaawaati wa maa fil-ard, man zallazi yasyfa’u ‘indahuu illaa bi iznih, ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yuhiituna bisyai im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal-ard, wa laa ya ‘uduhu hifzuhumaa wa huwal-‘aliyyul-‘aziim ".
" Hentikaaannnn !! Aaarggghhhhh panaassss!!! Manusia laknat !!!! Hhhhhrrrrrr"
Teriak makhluk itu dengan teramat marah dan sangat tersiksa kesakitan. Makhluk itu meronta - ronta menutupi telinganya dan dengan mata memerah seperti akan melancarkan serangannya.
Crassshhhh
Aisyah mampu menghindari seranganya. Kuku tajamnya belum menyentuh sedikitpun di tubuh Aisyah.
Crasssshhh Craaasssshhhh
__ADS_1
Dua kali serangan Aisyah masih bisa menghindarinya. Kini Aisyah tidak serta merta mengentikan bacaan ayat kursinya. Dia semakin menyerukan bacaannya.
" Aarggghhhhh.... bags*t !!!! Panasssss. Aaaaaaarrghhhh.... Hrrrghhhhh"
Seketika hujaman belati panas akan menerpa lengan aisyah. Aisyah yang belum sempat mengindar kini terkena serangannya.
" Aaahhh... Astaghfirullahhaladzim " ucap Aisyah.
Darah mengucur deras di lengannya.
" Itulah akibatnya jika kau ikut campur kedalam urusanku !!!" ucap makhluk itu.
Aisyah kembali diam dan fokus. Dibacanya kembali Ayat - ayat suci Alquran. Dia hanya diam bersila dan membacanya dengan tenang.
Tiba - tiba suara gemuruh datang mendekat. Entah apa lagi yang akan terjadi Aisyah hanya bisa menyerahkan semua kepada Sang Khaliq.
" Ya Allah, jika memang ini jalan yang harus hampa tempuh. Hamba iklhas menerima takdirMu. Semua ku pasrahkan hanya kepadaMu" batin Aisyah.
Makhluk itu mengeram dan terus merasa kesakitan ketika Aisyah membacakan ayat suci Alquran. Semakin kesakitan semakin marah pula makhluk itu. Tiba - tiba sura gemuruh itu bak berada di belakang Aisyah.
Jleeebbbbbb
Terasa seperti tertusuk. Gelap. Tidak ada satupun yang nampak.
"Aaahhhh" teriak Aisyah.
Aisyah seperti terlempar jauh. Entah siapa yang melemparnya. Badannya terasa sakit remuk redam. Aisyah kemudian perlahan bangkit sembari memperhatikan sekitar.
__ADS_1
" Dimana makhluk itu?" gumam Aisyah.