My Brondong CEO

My Brondong CEO
berpisah demi masa depan


__ADS_3

nino dan nabila langsung tidur sesampainya dirumah karena sangat lelah seharian pergi jalan-jalan


caramel dan ibu masih duduk di ruang keluarga karena caramel bilang ingin mengatakan sesuatu


"bu, jika aku bekerja dikota gimana?"


"gajinya gede bu", ucap caramel meyakinkan ibunya.


"semua keputusan ada ditanganmu, mel"


sahut ibu sambil mengenggam tangan anak perempuan satu-satunya.


"ibu dukung semua keputusanmu"


" biar ibu dan anak-anak tinggal disini dulu, kelak kalau kamu sukses kamu bisa membawa anak-anak pindah kekota".


setelah persetujuan ibunya, caramel buru-buru menelfon bos akong dan bos cici.


" halo bu bos maaf mengganggu malam-malam, aku cuma mau bilang kalau aku mau kerja di perusahaan yang bu bos rekomendasikan"


jelas caramel


terdengar suara di sebrang telfon


" baiklah caramel saya akan konfirmasi ke keponakan saya yang di kota"


caramel terlihat sedih harus meninggalkan ibu dan kedua anaknya didesa


memang jarak dari desa nya ke kota hanya menempuh sekitar 3 jam an saja tapi rasanya berat sekali hatinya jauh dari keluarga.


"kamu harus semangat kerja nya ya mel, biar anak anakmu sukses " ucap ibu sambil memeluk caramel.


keesokan paginya caramel sudah mendapat kabar dari bos cici bahwa dirinya harus kekota mengantarkan surat lamaran.


pagi pagi sekali caramel pun melajukan mobilnya menuju perusahaan sesuai alamat yang diberikan bos cici nya.


kedua anaknya pun mengerti bahwa ibunya harus bekerja dan menyemangati caramel.


caramel mencium kedua anaknya sambil berkata" ibu janji akan sukses demi masa depan kalian"


sesampainya dikantor tersebut


caramel takjub dengan gedung mewah yang menjulang tinggi .


rasanya dia tidak percaya diri atau istilah anak zaman now "INSECURE".

__ADS_1


apalagi mengingat dirinya tidak punya pengalaman sama sekali .


"bismillah" ucap caramel semangat


dengan melangkahkan kaki nya caramel langsung menuju resepsionis


" permisi mbak, saya mau ketemu pak deni"


" pak deni nya ada?"


" tunggu disitu dulu ya mbak nanti saya hubungi pak deni terlebih dahulu" jawab si resepsionis


caramel yang mengenakan rok berwarna abu tua dengan top turtle neck dipadu padankan dengan jas maron membuat penampilan nya semakin elegant.


tidak ada yang akan menyangka kalau caramel sudah memiliki dua anak.


tak berapa lama pak deni yang ditunggu datang menemui caramel sambil mendudukkan tubuhnya dikursi depan caramel


" kamu yang dari desa x kan ?"


tanya deni


" iya pak"


jawab caramel


"caramel pak"


jawab caramel secepat mungkin


deni membaca surat lamaran caramel dan karena dia lulusan terbaik salah satu universitas dikota ini maka deni langsung menerima nya.


" oke hari ini kamu bisa mulai bekerja sebagai asisten pribadi CEO " ucap deni


caramel membulatkan matanya merasa heran karena sebelumnya dia diminta bekerja sebagai staf marketing.


" apa saya tidak salah dengar pak?"


tanya caramel memastikan


" ayo ikut saya" ajak deni dan caramel pun mengikuti deni dibelakangnya .


mereka berjalan menuju lift.


caramel memperhatikan angka yang ditekan pak deni di pintu lift adalah angka 26 .

__ADS_1


ternyata gedung ini sangat besar fikirnya.


" apa kamu bersedia menjadi asisten pribadi CEO , caramel ?" tanya deni memastikan.


dengan sigap caramel menjawab


" saya bersedia pak dan siap jadi asisten pribadi CEO "


"tapiii....saya belum punya pengalaman sama sekali menjadi asisten pak"


sambung caramel ragu


" tidak apa seminggu ini saya akan ajari kamu"


jawab deni


caramel pun hanya mengangguk.


ting...


pintu lift terbuka dan langsung menyuguhkan pemandangan yang luar biasa.


caramel terperangah melihat sekeliling nya.


ruangan yang sangat luas dan asri dengan desain minimalis nan mewah .


warna putih mendominasi ruangan ini dengan banyak tanaman yang membuat ruangan ini sangat segar dipandang.


ternyata itu adalah ruangan khusus CEO dan tidak sembarang orang bisa masuk kesini.


"ayo masuk caramel"


ajak deni sambil membukakan pintu ruangan khusus CEO.


caramel penasaran apakah CEO nya muda dan tampan seperti di novel novel atau ceo tua dengan perut buncit dan kepala botak .


pak alfino....


deni memanggil alfino yang ternyata tidak ada diruangan nya.


terdengar suara hentakan sepatu dari arah


toilet.


" apaan sih berisik banget manggil manggil aku lagi di toilet"

__ADS_1


jawab alfino ketus kepada asisten sekaligus sahabat nya itu.


mata caramel terbelakak mendapati bahwa ceo nya ternyata......


__ADS_2