
tepat jam makan siang beberapa mobil mewah tampak berhenti makan siang di sebuah villa mewah milik alfino yang mana berada tepat dekat dengan lahan proyek mereka.
masing-masing dari mereka membawa lima orang perwakilan dari tiga perusahaan, yakni perusahaan alfino, devan dan perusahaan gerald.
tak lupa caramel juga turut ikut serta namun mereka tak menginap di villa tersebut melainkan di sebuah rumah khusus yang letak nya bersebelahan dengan villa untuk para staff dari perusahaan devan dan kilan.
" gula, kamu kok kurusan "
bisik caramel yang sudah sepekan ini tak mendengar kabar dari gula.
" ibu aku meninggal minggu lalu bu dan aku tidak berselera makan "
bisik gula yang duduk tepat di samping kiri caramel.
alfino di samping kanan dan devan tepat di hadapan nya.
mereka duduk di meja makan berukuran sangat panjang yang mana cukup menampung lima belas orang untuk makan siang.
" aku turut berduka cita ya gula semoga kamu lebih tabah dan sabar mengahadapi cobaan ini " bisik caramel.
" kenapa kamu gak kasitau aku ? " tanya caramel dengan suara yang pelan.
" maaf bu tapi ibu saya berada di kampung dan jalan menuju kesana sangat jelek dan berlubang bu "
" saya khawatir karena ibu sedang hamil muda " jawab gula berbisik.
sementara caramel tidak menyadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikan dan terus memandang ke arah nya yaitu devano harista
" apa kabar kamu mel sudah berbulan-bulan aku tak melihat mu "
batin devan memandangi istri alfino yang cantik dengan rambut panjang nya di gerai.
lahan milik alfino berada di daerah pegunungan dengan udara yang sejuk.
butuh minimal dua jam perjalanan darat dari pusat kota medan menuju ke lahan alfino.
namun disini sangat cocok untuk membuat sebuah pabrik sekaligus dapat membuka lapangan pekerjaan untuk warga sekitar.
__ADS_1
tok...tok..tok
" caramel bisa tolong bantuin aku sebentar gak ? "
panggil kilan sambil mengetuk pintu villa caramel dan alfino.
sementara yang di panggil tengah melakukan adegan ranjang dengan alfino yang memegang kendali.
keringat bercucuran di sekujur tubuh mereka masing-masing, nafas memburu serta goyangan-goyangan yang tiada henti hingga mencapai pelepasan.
" AARRGGHHHH "
Alfino mengerang merasakan kenikmatan yang sudah beberapa minggu ini tak ia rasakan berhubung pekerjaan menumpuk dan mengharuskan ia pergi pagi pulang tengah malam ketika caramel sudah terlelap.
" suara apaan tu ? "
ucap kilan sambil mendekatkan telinga nya ke pintu.
dan " ceklek "
pintu di buka oleh alfino yang hanya memakai celana kolor pendek dengan rambut yang sedikit berantakan namun tak mengurangi ketampanan nya.
" eeehhhhh al...ka...kamu kok gak pakai baju ? "
tanya kilan gugup.
" ehmm iya belum sempat "
" ada apa kamu kemari ? "
tanya alfino.
" a...aku mau ngajak caramel memilih menu makanan yang akan para chef sajikan untuk kita selama disini "
kilan gugup ketika melihat dada bidang alfino yang terlihat seperti potongan roti sobek.
" sayang siapa yang datang ? "
__ADS_1
tanya caramel sedikit berteriak dari arah dalam.
" kilan sayang " terdengar suara alfino berteriak.
" yasudah sebentar lagi caramel akan menyusul kesana , mandi dulu entar marah Allah kalau belum mandi hehe "
alfino mencoba memamerkan adegan yang baru saja ia lakukan bersama caramel.
kilan yang mendengar pernyataan alfino tersebut semakin memanas dan ingin juga merasakan sentuhan alfino.
namun sayang nya alfino terus saja menolak ketika berada di dekat nya.
" brengsek ! "
maki kilan sambil berjalan menuju villa.
" siapa yang brengsek "
tiba-tiba terdengar suara dari balik pohon.
" pak devan ngapain disitu ngintipin aku ya "
kilan berkata dengan pede nya.
" buat apa aku ngikutin wanita jahat seperti kamu yang ingin mencelakai bahkan ingin merebut suami wanita lain "
" gak takut karma kamu ya "
ucap devan dengan santai nya yang sedang duduk di sebuah kursi seperti kursi taman sambil memakan biskuit coklat.
" setidaknya saya sudah berusaha dan berjuang untuk mendapatkan orang yang saya cintai pak , masalah berhasil atau gak nya itu mah urusan belakangan "
ucal kilan yang langsung duduk di samping nya dan melihat coklat yang di pegang devan lalu merebut dan memakan nya sampai habis , membuat devan membuka mulut nya cukup lama karena kaget dengan kelakuan sembarangan kilan.
" ehh maaf pak habis nih "
kilan gugup sekaligus sangat takut melihat wajah devan yang memelotot kan kedua mata nya da melihat nya tanpa kedip.
__ADS_1
tanpa sadar biskuit coklat yang di rebut kilan dari devan sudah habis ia makan dan hanya menyisakan bungkus plastik berwarna coklat susu dengan gambar bola-bola coklat.
HAI LIKE DAN KOMENTAR BANYAK BANYAK YAA ❤️