
" kak caramel "
rini yang baru datang bersama deni memeluk caramel dengan erat.
" mana teresia ? "
tanya caramel melihat deni dan rini yang datang tanpa anak perempuan mereka.
" tinggal sama suster dirumah kak karena agak demam "
jawab rini.
" saking rindunya sampe-sampe gak menyapa om dan tante ya rini "
ucap daddy yang melihat keakraban antara rini dan caramel.
mereka pun bercanda tawa dan memutuskan untuk makam malam bersama di rumah caramel dan alfino.
setelah selesai makan malam, alfino mengajak caramel untuk istirahat mengingat hari ini telah melalui perjalanan yang panjang .
sama seperti jalan hidup mereka yang telah melalui banyak sekali rintangan hingga bisa sampai ke titik ini.
" sayang ayo duduk sini aku ingin bicara dengan kamu "
alfino menepuk kasur di samping nya sementara caramel sedang membersihkan wajah nya di meja rias berwarna putih dengan polesan pink di setiap bagian nya.
alfino membantu caramel yang perutnya sudah besar dengan berbalut daster satin berwarna merah untuk naik ke atas kasur
" pelan-pelan cantik "
goda alfino.
__ADS_1
" sesak sayang , kamu gak lihat perut aku udah segede ini "
ucap caramel ketika alfino memeluknya sambil duduk dan menciumi seluruh wajah nya dengan gemas.
" aku kangen sayang "
" kangen kamu dan baby kita "
" ohya kemarin nino dan nabila menghubungi ku katanya kangen dengan ibu nya yang sudah lama tidak menelfon mereka "
beritahu alfino dan masih menjahili istri nya dengan mencubit hidungnya sampai menciumi perut buncit nya.
" kamu bilang kalau aku kabur ? "
caramel kaget.
ia tak ingin ibu dan kedua anaknya mengetahui kalau ia bertengkar dengan alfino karena tidak ingin mereka berfikir yang tidak-tidak.
ucap caramel.
alfino mengernyitkan dahi nya mendengar ucapan caramel.
" wanita yang cantik, lebih seksi, dan pastinya gak gendut kayak aku sekarang "
caramel cemberut.
" hei hei apa-apaan kamu ngomong nya ngawur "
" untuk sekedar berbicara dengan lawan jenisku saja aku malas apalagi untuk mencintai wanita lain selain kamu itu gak akan pernah terjadi "
" karena ketika aku memutuskan untuk mencintai seorang wanita maka aku gak akan melepaskan nya kecuali dia yang ingin "
__ADS_1
ucap alfino dan mencium pucuk kepala caramel.
tercium aroma rambut caramel yang sangat ia rindukan, harum nya sama persis seperti saat pertama mereka saling mengenal dahulu dan tidak berubah sedikitpun.
rambut panjang nan lembut nya membuat alfino suka sekali bermain-main dengan nya bahkan tak jarang caramel mengeluh sakit karena rambutnya yang sedikit tertarik ketika alfino menggulung-gulungnya.
" soal almarhum bobi aku beneran gak tau sayang "
" maafkan aku "
alfino berkata serius dan menatap lekat mata indah milik istri nya.
" its okay "
" aku sudah ikhlas dan aku mau ibu mengetahui hal ini "
ucap caramel dan menyenderkan punggungnya di sandaran kasur nya yang berwarna pink dengan aksen mutiara.
*****
" sayang, mommy dan daddy kok gak kelihatan pagi ini ? "
tanya caramel yang celingak-celinguk mencari keberadaan mommy dan daddy saat sudah berada di meja makan.
" mereka sudah flight pagi tadi sayang dan mereka tidak ingin menbangunkan kamu "
jawab alfino sambil memakan sandwich nya.
" hemm kalau aku sudah lahiran, bawalah aku keluar negeri dimana mommy dan daddy berada "
pinta caramel sambil tersenyum.
__ADS_1
HAI LIKE DAN KOMENTAR BANYAK BANYAK YA ❤️