
" al makan lah sedikit, dari kemarin kamu belum memakan sebutir nasi pun "
" gimana kalau nanti tiba-tiba ada kabar dari orang suruhan kita perihal keberadaan caramel dan kamu tidak punya tenaga untuk menghajar mereka "
deni membujuk alfino yang sedang duduk di lantai kamar nya dengan kondisi yang acak-acakan.
dari mulai siang sejak caramel menghilang, alfino terus berkeliling mencari keberadaan caramel tanpa henti.
ia juga tidak berselera makan dan mandi pun tak ia lakukan.
" menurut kamu apa aku pantas untuk berselera makan hah ? "
alfino membentak deni tanpa menatap ke arah nya.
" setidaknya kamu harus menjaga kesehatan kamu agar suatu saat caramel butuh bantuan mu, kamu bisa "
ucap deni tegas.
" apa aku menghubungi daddy dan mommy mu saja ? " tanya deni.
" jangan ! "
" bisa-bisa aku di keluarkan dari kartu keluarga ! "
" mereka sangat mencintai caramel apalagi semenjak caramel mengandung anak ku perhatian dan kasih sayang mereka hanyalah untuk caramel begitupun uang bulanan yang setiap bulan nya masuk ke rekening caramel bernilai puluhan juta "
ucap alfino dan merampas makanan yang ada di tangan deni.
alfino memakan nya sampai habis dan langsung pergi mandi.
ketika sedang mengeringkan rambut nya , ia melihat sesosok wanita yang mirip sekali dengan caramel sedang duduk di kasur sambil tersenyum.
" sayang "
__ADS_1
alfino berbalik badan untuk melihat caramel.
namun sayangnya itu hanya khayalan alfino semata.
ia terlalu rindu dengan istri nya sampai-sampai ia merasa caramel masih berada di rumah ini.
" sayang, kamu dimana ? "
alfino sudah tidak dapat menahan amarah, kekesalan, air mata yang tertahan, rasanya sudah menumpuk penuh di dalam dada nya sehingga membuatnya sesak.
" aku bersumpah akan membunuh siapapun yang terlibat dalam penculikan ini "
" bajingan ! "
ucap alfino sambil mengepalkan tangan nya.
" biar aku yang menghandle kantor, kamu tetap di rumah nunggu kabar dariku "
ucap deni yang barusan membuka pintu kamar alfino dan berlalu pergi.
" DRRRTT DRRTTT DRRTTT "
alfino menyambar ponsel nya yang berdering, ia mengira kalau caramel lah yang menghubungi nya.
ternyata mommy yang menelfon nya dan alfino menggeser ponsel nya ke arah tombol hijau.
" yes momm "
alfino menjawab telfon dengan lemas nya.
" alfino, kemana caramel menantu mommy tersayang ? "
" sudah dari kemarin mommy tak bisa menghubungi nya "
__ADS_1
ucap mommy dari seberang telfon.
" hemmm...caramel...sedang istirahat momm karena kata dokter ia tidak boleh terlalu sering bermain ponsel "
ucap alfino berbohong takut mommy dan daddy nya marah besar.
" hemm baiklah sampaikan salam mommy kepada menantu mommy tercantik jaga kesehatan jangan lupa minum vitamin "
mommy menutup telfon dan alfino mencampakkan sembarang ponsel nya ke atas kasur.
tak lama kemudian ponsel tersebut kembali berbunyi dan betapa mengejutkan nya panggilan itu adalah dari caramel.
alfino membulatkan mata nya tak percaya dan langsung mengangkat panggilan tersebut.
" halo sayang sayang kamu dimana sayang jawab aku sayang "
alfino semakin resah karena tak ada suara dari panggilan tersebut sampai akhirnya
" halo pak alfino yang terhormat kalau kamu ingin istri dan bayi kamu aman segera datang kesini dan tanda tangani surat perjanjian ini "
ucap seorang wanita yang seperti nya alfino mengenali suara nya.
yappp.... tidak salah lagi itu adalah suara kilan si pembuat onar.
" kirimkan alamat kepadaku brengsek ! "
" aku akan membayar berapapun yang kau minta asal jangan berani kamu menyentuh secuil pun istri dan anak ku "
alfino mengatakan nya dengan penuh amarah yang sudah menyelimuti diri nya.
" jangan kesini sayang aku mohon jangan kesini "
terdengar suara tangisan lemah caramel di telfon dan orang yang menelfon tersebut langsung mematikan panggilan nya menonaktifkan ponsel caramel.
__ADS_1