
" silahkan tunggu diluar "
ucap salah seorang perawat yang menahan deni dan viona untuk masuk ke ruang IGD.
para staff juga ingin ikut menyusul ke rumah sakit terdekat dari lesehan dimana mereka belum sempat menikmati makan siang nya.
namun deni berkata bahwa mereka lanjut makan siang saka dan jangan mengkhawatirkan alfino.
biar deni dan viona yang membawa alfino ke rumah sakit sebab viona tadi sempat memberikan pertolongan pertama saat alfino sesak.
" menurut kamu , saya harus telfon istri alfino tidak ? "
deni bertanya kepada viona yang duduk di sebelah nya dengan menimbang-nimbang ponsel nya.
mereka duduk di kursi tunggu tepat di depan ruangan IGD.
" up to you "
jawab viona.
deni mengurungkan niat nya untuk menghubungi caramel, sebab ia takut kalau caramel akan khawatir.
biasanya juga alfino akan sembuh dari alergi nya ketika sudah mengkonsumsi antibiotik dari dokter nya.
namun malangnya, stok obat yang selalu ia bawa kemana-mana itu berada di mobil alphard yang biasa dibawa oleh pak dadang.
dan kebetulan hari ini ia sedang menggunakan mobil minicooper milik caramel dengan deni yang menyetir.
setelah menunggu kurang lebih lima belas menit, seorang dokter tampak keluar dari ruang IGD dan menyusul alfino yang belum sadarkan diri di atas ranjang.
tidak lama kemudian alfino di dorong oleh beberapa perawat untuk di pindahkan ke ruang rawat inap.
" gimana keadaan dok ? "
tanya deni memberhentikan langkah sang dokter.
berbeda dengan viona yang malah mengikuti kemana alfino di dorong.
" alergi beliau sangat parah "
" bisa jadi ada trauma mendalam hingga membuat nya alergi separah ini "
beritahu nya kepada deni.
lalu deni merogoh ponsel pintar di saku nya guna menghubungi caramel.
DRRRTTTT....DRRRRTTT....DRRRTTT
Ponsel caramel di meja berdering tanpa sang empunya mengetahui nya.
ternyata ia sedang bermain bersama baby bara di kamar dengan nuansa serba biru.
caramel meninggalkan ponsel nya setelah melakukan panggilan video dengan alfino tadi.
" bi, saya tinggal ya "
ucap caramel perlahan agar tak membangunkan bara yang tertidur di pangkuan nya lalu meletakkan bara di kasur nya.
" bi, masak apa hari ini ? "
" bau nya harum sekali "
caramel berjalan menuju dapur selagi bi tuti menyiapkan makan siang untuk nya.
" wahhh ayam rica-rica ya bi "
" lezat ni kayak nya "
puji caramel.
" tidak selezat masakan non "
bi tuti kembali memuji majikan nya itu.
" oh iya bi, nanti malam masak nya dikit aja ya bi karena seperti nya alfino akan kembali larut malam "
__ADS_1
ucap caramel sambil mendudukkan tubuh nya di kursi meja makan dekat dapur.
" baik non "
jawab bi tuti seraya menyajikan hasil masakan nya.
*****
" kemana sih caramel kok gak angkat telfon "
pekik deni kesal karena sudah lebih lima kali ia mencoba menghubungi caramel namun tak kunjung mendapat jawaban.
lalu ia bergegas menuju kamar rawat inap dimana alfino di rawat.
CEKLEKK
Deni membuka pintu nya dan terlihat alfino yang terbaring lemah di ranjang.
deni menangkap sebuah tas jinjing wanita berada di nakas tepat di sebelah ranjang alfino.
ia bertanya-tanya tas siapa itu .
ia lupa kalau viona bersama nya sejak tadi.
sampai akhirnya viona muncul dari pintu kamar mandi.
" viona kamu sudah disini ? "
" saya kira kamu kembali kesana "
ucap deni yang sedikit kaget.
" iya pak saya mengikuti pak alfino ketika baru keluar dari igd "
ucap nya.
" gimana ya saya jadi bingung kalau sudah begini "
" kalau saya suruh mereka kembali ke kota sangat tanggung sebab lokasi proyek sudah dekat dari sini "
" tapi kondisi alfino begini "
" bapak bisa menghandle nya tanpa pak alfino ? "
tanya viona.
" bisa sih tapi saya gak mungkin ninggalin alfino sendirian disini "
jawab nya.
" saya bisa pak "
" kalau bapak izinkan saya bisa menjaga pak alfino sampai bapak kembali "
viona menawarkan diri.
" kamu yakin ? "
tanya deni.
" bapak percaya sama saya "
jawab viona.
" baiklah saya akan kembali dalam tiga jam dan tolong jaga alfino untuk saya "
ucap deni.
" ohya pak, apakah bapak sudah menghubungi istri nya pak alfino ? "
tanya viona menyelidik.
" sudah, tapi belum ada jawaban "
jawab deni singkat.
__ADS_1
sebenarnya ia tahu kalau viona menaruh hati pada alfino.
apalagi alfino sudah menceritakan semua nya kepada deni perihal viona dan dirinya yang berada di satu kampus.
tapi deni tidak punya pilihan lain saat ini selain mengizinkan viona menjaga alfino di rumah sakit.
*****
setelah selesai menyantap makan siang nya, caramel mencari keberadaan ponsel nya dan ia baru ingat kalau ia meninggalkan ponsel nya di meja ruang keluarga setelah selesai melakukan panggilan video dengan alfino.
" deni ? "
" ada apa nelfon sebanyak ini ? "
batin caramel lalu menekan nama deni di layar ponsel nya guna melakukan panggilan.
namun sayang nya, ponsel deni tertinggal di mobil ketika ia menghubungi nya sehingga deni tidak menjawab panggilan caramel.
kini deni dan para staff sedang berada di lokasi proyek pembangunan pabrik kosmetik milik sakura group yang sudah di bangun dua puluh persen.
" apaan sih deni kok gak angkat telfon ku "
batin caramel bingung.
caramel mencoba menghubungi alfino dan betapa kaget nya ia ketika seseorang yang bukan alfino menjawab panggilan itu.
" kamu siapa ? "
" mana suami saya ? "
" maling kamu ? "
pekik caramel panik lalu tak terdengar lagi suara dari ponsel alfino.
*****
viona tersentak dari tidur nya ketika mendengar suara ponsel seseorang berdering.
ia mencari-cari sumber suara nya dan ternyata suara tersebut berasal dari saku jas alfino yang berada di atas sofa kamar inap nya.
viona tertidur di sofa beberapa menit yang lalu.
ia merasa sangat lapar sebab sejak semalam ia belum menelan sebutir nasi pun.
tadi ketika hendak makan siang, alfino malah sakit dan ia belum sempat melahap makan siang nya.
tertera di layar ponsel dengan nama SAYANG dengan emot love berwarna merah di ujung nya.
viona menebak pastilah caramel yang menghubungi alfino.
kalau bukan caramel siapa lagi secara alfino cuma punya SAYANG hanya satu orang.
" aku kerjain ah "
batin viona sambil tersenyum licik.
viona menekan tanda hijau pertanda menjawab panggilan tersebut lalu ia hanya berkata HALO .
setelah itu viona hanya diam mendengar caramel memaki nya dari seberang telfon.
****
TUT..TUT..TUT
panggilan di matikan oleh seseorang yang tak ketahui ia siapa.
" brengsek si deni "
maki caramel yang mana deni masih juga belum menghubungi nya.
tak berapa lama, setelah caramel kehilangan akal ponsel nya kembali berdering dari deni.
caramel juga sempat menghubungi gula, namun sayang nya gula tidak ikut dalam perjalanan bisnis keluar kota tersebut.
" kemana aja sih pak deni "
__ADS_1
nada bicara caramel sedikit menekan.
HAI LIKE DAN KOMEN BANYAK BANYAK YA ❤️