
" aahh capek nya "
ucap deni sambil merebahkan tubuh nya di sofa yang ada di kamar nya.
" sini aku pijitin " ucap rini yang hendak memijak bahu suami nya.
" gimana hukuman kilan sayang ? "
tanya rini sambil memijat suami nya.
" hukuman limabelas tahun sayang dan sudah di putuskan tadi siang "
jawab deni.
" sudah tidur teresia ? "
deni mencari-cari melempar pandangan nya ke sekitar kamar.
" sudah di bawa ke kamar nya oleh bi retno "
" sudah makan sayang ? "
jawab rini sambil bertanya kembali.
beberapa saat rini menunggu jawaban deni ternyata begitu rini melihat nya deni sudah terlelap di sofa.
rini mengambil selimut lalu membaringkan suami nya di sofa.
terlihat wajah lelah serta beberapa garis halus di dekat mata nya pertanda belakangan ini ia memang sangat lah lelah mengurus pekerjaan nya yang padat.
*****
" TIT...TIT...TIT...TIT....TIT...TIT..."
__ADS_1
caramel kembali ke garasi di rumah nya sebab sudah setengah jam ia menunggu alfino di ruang tv namun yang di tunggu tak kunjung pulang.
caramel yang merasa bosan kembali teringat dengan mobil yang belum sempat ia lihat tadi.
sementara bi tuti sedang sibuk menyetrika pakaian di kamar setrika , pak bahar sedang memotong rumput taman halaman depan dimana bunga-bunga milik caramel tersusun rapi disana.
ketika caramel hendak membuka cover mobil tersebut, ponsel nya berdering dan tertera di layar nama alfino.
caramel kembali gagal melihat mobil apa yang di tutup , ia sangat penasaran.
" sayang, aku pulang "
alfino membuka pintu kamar dan mencari keberadaan caramel namun hasilnya nihil.
ia teringat dengan laporan pak bahar yang mengatakan caramel seperti penasaran dengan mobil tersebut maka ia bergegas menuju garasi.
alfino yang buru-buru membuka pintu tak menyadari caramel ingin membuka pintu juga dan " BRUKKK "
alfino dan caramel bertubrukan untung saja alfino sigap memeluk caramel.
" maaf sayang aku kira kamu hilang hehe "
canda alfino dan mengecup pucuk kepala istri nya yang malam ini sedang memakai dress purple di atas lutut berlengan pendek.
" lagian kalau aku hilang, kamu pasti nemuin aku walaupun aku bersembunyi di lubang semut sekalipun "
caramel tertawa sementara alfino memeluk pinggul caramel dan berjalan menuju kamar.
" emang kamu muat di lubang semut dengan perut buncit gini haha " alfino terbahak meledek istri nya.
" aku buncit juga karena kamu "
" atau jangan-jangan kamu udah gak cinta lagi ya sama aku karena aku gendut "
__ADS_1
" aku gendut juga karena kamu yang kirimin aku coklat dan es krim segerobak "
ucap caramel cemberut.
" uluh uluh sayangku sensitif amat aku becanda , tidak sedetik pun aku tidak mencintaimu di dalam sini "
ucap alfino dan meletakkan tangan caramel ke dada bidang nya.
" si brondong udah pinter gombal "
ledek caramel melirik suami tampan nya yang semakin hari ia rasa semakin tampan.
" buat anak lebih pinter aku sayang "
goda alfino yang ingin mencium bib** caramel namun caramel mengelak.
" bau ihhh mandi sana seharian diluar "
ucap caramel sambil mendengus mendekati alfino.
" parfum kamu kok lain sayang , parfum cewek mana ihh nyebelin kamu "
pekik caramel yang pura-pura ngambek padahal ia hanya ingin menjahili suami nya.
" suerr sumpah sayang ini emang parfum aku , aku gak pernah dan gak akan mau dekat dengan wanita lain selain istri aku "
alfino mulai panik sementara caramel menyunggingkan senyuman nakal nya.
" kamu ngerjain aku ya awas kamu ya gak ada ampunan malam ini "
ucap alfino menggelitik istrinya dan mereka tertawa bersama.
HAI LIKE DAN KOMENTAR BANYAK BANYAK YA π
__ADS_1