
LIKE DAN KOMEN BANYAK BANYAK YA DEARS 🔥
AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT MENULIS
gemuruh pesta di gedung termewah masih terdengar hingga keluar gedung mengisyaratkan betapa meriahnya acara pertunangan alfino dan risa
tapi tidak dengan hati alfino
entah mengapa sejak tidak melihat caramel hatinya jadi gelisah
" alfino, daddy mau bicara "
daddy mendatangi alfino yang sedang duduk di luar samping gedung
" bicaralah dadd " ucap alfino lesu tanpa menatap daddy nya
" fin, carilah bukti kuat tentang keburukan risa dan serahkan kepada daddy segera "
pinta daddy
alfino syok mendengar ucapan daddy nya
" aku gak salah dengar dad? " tanya alfino
" semakin cepat kamu temukan maka semakin cepat kamu bisa lepas dari risa "
" dan semakin cepat kamu bisa memilih pasangan hidup sesuai kriteria kamu "
".bukankah kamu sangat membencinya?"
ucap daddy
" sebenarnya apa yang daddy rencanakan?"
tanya alfino penasaran
" sudahlah nanti suatu saat kamu akan tahu apa yang daddy rencanakan "
jawab daddy tersenyum sambil menepuk bahu putra semata wayangnya.
setelah kepergian daddy
drrrtttt...drrrttt....
ponsel di saku celana alfino bergetar
" deni " yang tertera dilayar ponsel alfino
" apaan ? " tanya alfino seraya mengangkat panggilan dari deni
__ADS_1
" lo dimana sekarang? "
" kenapa gak kasitau aku dari tadi ? "
alfino tampak panik setelah menerima telepon.
ia berjalan setengah lari menuju parkiran.
tiba-tiba risa menangkap gerak gerik alfino yang terburu-buru
" mau kemana dia " tanya risa dalam hati
" aku ikutin aja kali ya "
baru hendak melangkahkan kakinya untuk mengikuti alfino , ternyata ibu nya menarik tangan nya
" ayo ke tempat rekan bisnis disana "
risa pun mengikuti ibu nya dan gagal membuntuti pria yang sudah resmi menjadi tunangan nya itu.
" kenapa kamu caramel "
alfino terus berkata kata sendiri sambil berlari mencari mobil deni
caramel yang masih memikirkan kata-kata ibunya risa masih setia dalam lamunan nya
" apakah benar pak alfino selalu melirik ke arah ku ? " tanya caramel dalam hati
tiba - tiba seseorang membuka pintu mobil tepat dimana caramel duduk yaitu kursi belakang
" caramel, kamu kenapa berantakan gini ? "
alfino masuk ke dalam mobil deni dan duduk tepat disamping caramel
tanpa aba-aba alfino memeluk erat caramel seolah olah ingin mendengar apa yang telah terjadi dengan asisten nya itu.
entah mengapa caramel pun menangis didalam pelukan alfino
" mengapa pelukan ini sangat hangat ? "
" untuk saat ini biarlah seperti ini "
" seandainya kamu bisa terus memelukku seperti ini "
ucap caramel dalam hati sambil mencoba melepaskan pelukan bos nya
" ayo aku antar pulang "
ajak alfino
__ADS_1
" tidak usah pak , saya bawa mobil sendiri "
jawab caramel
" rini, pak deni saya duluan ya "
" terimakasih atas bantuan nya "
ucap caramel sambil turun dari mobil deni menuju mobil nya yaitu jazz merah yang terparkir tidak jauh dari mobil deni
" fin, lo jangan buat masalah dengan memeluk caramel "
" ingat lo itu udah tunangan "
" apabila orang lain mengetahui ini karir kamu dan caramel bisa hancur fin "
deni mencoba memperingatkan alfino
" diam lo " bantah alfino dan langsung turun dari mobil deni
rini hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat perdebatan antara kedua sahabat itu.
" caramel, buka "
" caramel ini perintah "
bentak alfino sambil mengetuk kaca mobil caramel
***** tampak caramel membuka kaca mobilnya
" lebih baik bapak jangan begini pak "
" nanti saya dikira janda ganjen "
pekik caramel sambil menangis
alfino terdiam saat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut asisten nya itu
" biarkan saya masuk sebentar "
" saya ingin bicara sama kamu "
ucap alfino dengan tidak sabarnya
" apa yang ingin bapak bicarakan ? "
" kita hanya perlu membahas soal pekerjaan pak "
caramel hanya ingin menghindar dari alfino agar tidak ada fitnah yang menimpa dirinya
__ADS_1
begitu pikirnya.....