My Brondong CEO

My Brondong CEO
korban novel


__ADS_3

" selamat datang kembali tuan dan non "


bi tuti menyambut kepulangan alfino dan caramel di pintu utama bersama pak bahar , suami nya.


sementara bi putri muncul dari dalam rumah sambil menggendong baby bara yang badan nya semakin hari semakin jelek alias gemuk.


bayi menggemaskan nan tampan dengan kulit yang putih bersih, benar-benar copy an papi nya.


" aahh kesayangan papi baru dua hari gak ketemu badan kamu kok makin besar, boy "


ucap alfino sambil mengambil alih bara dari gendongan bi putri, sang baby sitter.


" mirip banget dengan tuan "


ucap pak bahar.


" padahal aku yang mengandung sembilan bulan, bisa-bisa nya begitu lahir mirip papi nya "


" uhhh kamu curang "


ucap caramel menggoda bayi laki-laki nya itu sambil tak henti menciumi nya.


kini usia bara sudah menginjak enam bulan.


ia juga sudah memulai mpasi yang membuat badan nya naik terus.


apalagi ketika imunisasi di dokter spesialis anak, para suster sangat menyukai bara dan mengatakan jika bara dewasa akan tampan seperti papi nya.


benarkah begitu ?


tunggu saja.


*****


karena kebahagiaan keluarga kecil nya, caramel sampai melupakan kasus nya dengan viona di rumah sakit.


apalagi sekarang caramel sedang sibuk-sibuknya pulang balik kampung untuk mengurus sekolah kedua anaknya yang akan bersekolah jakarta.


sebab hanya ada satu jakarta sekolah menengah tahap internasional.


rencana alfino yang akan menyekolahkan nino dan nabila ke luar negeri akan segera terlaksana ketika mereka selesai di sekolah menengah pertama.


alfino sudah mencarikan sekolah menengah ataa di luar negeri untuk mereka, maka dari itu nino dan nabila akan bersekolah di sekolah menengah pertama tahap internasional agar memudahkan mereka beradabtasi dengan teman-teman nya.


" mel, ibu ingin bicara "


panggil ibu ketika caramel hendak pulang.


" iya bu, ada apa ? "


tanya caramel sambil mengusap lengan ibu nya.


garis-garis di wajah nya kini semakin jelas terlihat bahwa usia ibu sudah tidak muda lagi.


rambut nya kini telah memutih sebagian.


" kalau nanti nino dan nabila keluar negeri, boleh gak ibu kembali lagi ke kampung ? "


" ibu suka suasana disana yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk kota "


pinta ibu caramel.


" tapi kita akan berjauhan lagi bu "


" ibu tinggal dengan ku saja ya bu "


" bersama bara "


pinta caramel bersedih.


" rumah ini terlalu besar untuk ibu sendirian "


" dan ibu ingin tenang di hari tua ibu , mel "

__ADS_1


" ibu ingin berkebun bunga yang banyak setiap hari nya "


ucap ibu caramel dan membayangkan betapa bahagia nya dia.


caramel belum menyetujui nya dan belum juga menjawab apapun kepada ibu nya.


ibu nya kini tinggal di apartemen milik alfino bersama kedua anak nya, nino dan nabila.


ia berpamitan kepada ibu sebab hari sudah menjelang sore.


sebenarnya caramel dan alfino meminta ibu dan kedua anak caramel untuk tinggal serumah dengan mereka, namun dengan tegas ibu caramel menolak nya dengan beberapa alasan.


salah satu alasan nya adalah, menantu dan mertua kalau bisa jangan hidup serumah kata orangtua zaman dulu.


" assalammualaikum "


caramel masuk ke rumah nya yang di dominasi dengan warna pink.


lalu ia bergegas ke dapur untuk mengecek makan malam untuk alfino dengan menu yang sudah caramel tentukan setiap hari nya atas permintaan alfino.


ia juga mengecek bara yang sedang tertidur kembali setelah menghabiskan makan sore nya yang mana caramel juga lah yang memikirkan menu mpasi untuk bara.


" waalaikumsalam non sudah pulang ? "


sahut bi tuti yang tengah menyajikan makan malam ke meja makan.


" iya kesorean ya bi ? "


" aku naik mandi dulu ya bi "


ucap nya berpamitan kepada bi tuti.


setengah jam kemudian, alfino masuk ke kamar nya dan menemukan istri nya sedang duduk mengeringkan rambut panjang nya menggunakan hair dryer serta handuk kimono berwarna putih yang melilit tubuh nya.


" cupp "


alfino memeluk caramel dari belakang serta mengecup pipi kanan nya.


pasti nya dari sabun mandi yang barusan di gunakan caramel membasuh tubuh nya.


"sayang, aku kewalahan yaampun "


pekik caramel yang sedang di ciumi oleh alfino dari belakang sambil memegang hair dryer yang lumayan berat.


" sini aku yang keringkan rambut kamu "


alfino menawarkan diri lalu meletakkan tas kantor yang sedari tadi belum ia lepas dari genggaman tangan nya lalu menggulung tangan kemeja hingga mencapai siku.


" kebalik donk "


ucap caramel yang masih di posisi menghadap kaca meja rias nya dan melihat alfino dari kaca tersebut.


" why ? "


alfino mengernyitkan dahi nya merasa bingung.


" kalau biasanya aku baca di novel-novel romantis, suami nya yang selalu minta di keringkan rambut nah ini malah kamu yang mau keringkan rambut aku "


" kan kebalik sayaaanggg "


jelas caramel terkekeh kecil.


" novel ? "


" kamu suka baca novel juga ? "


" besok aku buatin ruang baca ya di belakang, biar kamu bisa baca sepuas nya "


saran alfino.


" eh eh eh gak usah apaan sih "


" aku baca nya di aplikasi ponsel kok "

__ADS_1


jawab caramel panik.


" hemm sudah kering rambut kamu "


" aku mandi dulu CUP "


ucap alfino sambil berlalu ke kamar mandi.


caramel pun bergegas menyiapkan piyama untuk suami nya yang sedang mandi.


hari ini caramel menyiapkan piyama berwarna navy dengan aksen gold di setiap pinggir nya.


tak berapa lama alfino keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit pinggang nya serta handuk kecil untuk mengelap rambut nya yang basah.


walau sudah setiap hari ia melihat pemandangan seperti nya, caramel tetap masih tercengang melihat keindahan lekuk tubuh suami tampan nya itu .


sambil meremas piyama suami nya , ia bergerilya melamuni suaminya.


" sayang , are you okay ? "


" sayang "


" hai sayang "


suara alfino naik satu oktaf dari awal nya.


" hemm hemm "


caramel salah tingkah.


" apa yang sedang kamu lamunkan ? "


" apakah ada lelaki lain yang sedang mengisi pikiran mu ? "


tanya alfino curiga sambil terus mengelap kepala nya dengan handuk kecil.


" iya, leeminho "


jawab caramel terbata-bata.


" aku ingin melihat bara apakah sudah tidur "


caramel ingin berlari keluar kamar secepat mungkin tapi tiba-tiba alfino mengejutkan nya.


" dengan pakaian seperti itu ? "


tanya alfino mengingatkan caramel kalau ia belum mengganti handuk kimono nya dengan pakaian lengkap.


" aahh **** "


" hehehe "


caramel cengengesan dan mengurungkan niatnya untuk keluar kamar.


" ayo kita selesaikan dulu tugas malam ini mumpung kita belum berpakaian , sayang "


alfino memeluk caramel dari belakang sambil menciumi belakang telinga nya yang membuat caramel merengek kegelian.


" udah berapa hari kamu tidak melayaniku sayang "


" i miss you so "


bisik alfino di telinga kiri caramel.


" i miss you more "


balas caramel dengan suara yang cukup pelan.


sudah berjam-jam lama nya alfino dan caramel belum juga menyelesaikan visi dan misi mereka.


dan sudah dua jam lamanya mereka belum juga turun untuk makan malam sehingga bi tuti sedikit mengantuk menunggu majikan nya itu sendirian di dapur.


HAI LIKE DAN KOMENTAR BANYAK BANYAK YA ❤️

__ADS_1


__ADS_2