My Brondong CEO

My Brondong CEO
videocall


__ADS_3

"hemm nyaman nya bersih sekali kamar ini"


ucap caramel sambil merebahkan tubuh lelahnya yang seharian ini tiada henti bergerak


kamar kos kosan caramel ini tidak terlalu besar hanya muat single bed, lemari satu pintu , meja rias, kamar mandi dan dapur mini kalau-kalau caramel ingin memasak sesuatu.


furniture nya serba putih dan cat kamar ini didominasi warna pink muda .


pas sekali dengan caramel yang sangat menyukai warna pink.


tidak lupa di kamar ini terdapat pendingin ruangan juga dan untungnya harga sewa nya masih tergolong murah untuk tarif dikota.


"sebaiknya aku mandi dan langsung menyusun bajuku


setelah itu aku akan membeli keperluan di swalayan dekat sini" ucap caramel seraya membuka koper untuk mencari handuk.


"baru beberapa jam saja tidak ketemu anak-anak rasanya sudah rindu sekali"


caramel mengambil ponsel nya setelah selesai merapikan bajunya kedalam lemari yang sudah disediakan oleh pihak kos kosan.


tertera dilayar ponsel caramel


"IBU"


tidak lama videocall itu pun diangkat oleh sang ibu yang berada didesa.


"halo assalammualaikum bu"


"waalaikumsalam nak" jawab ibu caramel


terlihat sang ibu sedang duduk di sofa dan caramel kenal betul bahwa itu sofa di kamar kedua anaknya.


"tadi mereka gak bisa tidur katanya mau ditemeni nenek" jelas ibu caramel


"aku jadi merasa bersalah bu"


"jadi ngerepotin ibu" ucap caramel sedih


"ibu tidak merasa repot mel"


"lagian ibu gak ada kerjaan lain"

__ADS_1


jawab ibu sambil senyum


"kamu jaga kesehatan ya mel"


"kamu lagi dimana mel?"


"ini kos kosan baru aku bu"


"udah dulu ya bu aku mau ke swalayan takutnya kalau kemalaman nanti tutup"


jelas caramel


setelah mematikan panggilan video dengan ibunya caramel bergegas keluar kos nya menuju swalayan


caramel berjalan kaki sendirian karena jarak swalayan dari kos nya sangat dekat.


"mas, aku sedang berjuang untuk anak-anak"


"aku tau kamu disana marah karena aku bekerja dikota "


"tapi ini semua demi anak-anak kita"


caramel berhenti sejenak melihat ke langit sambil menghirup udara malam ini yang terasa menusuk tubuhnya


* swalayan*


"mie instan, telur, shampoo hemm apalagi ya yang harus aku beli?" caramel berbicara sendiri


"hei bro darimana lo" tanya alfino yang melihat deni datang tiba-tiba kerumahnya


"aku mau kasih tau lo bro"


"asisten magang itu sangat cerdas"


"baru sebentar aku ajarin sudah bisa menyelesaikan dokumen dokumen penting"


tutur deni menjelaskan


alfino hanya diam mengangguk dan bertanya


"ngomong-ngomong dia udah married atau belum, siapa namanya tadi?

__ADS_1


ca....cara...caramel ya?"


"dia janda anak dua bro" jawab deni sambil meminum teh yang disediakan bi sari


alfino membelalakkan matanya terheran


"apa?"


"janda?"


"serius lo kampret"


"mana berani aku berbohong kepada ceo kejam seperti lo " jawab deni sambil terkekeh


alfino melamun sambil berkata dalam hati


" berarti anak-anak yang dibawa nya ketika bermain di funland itu adalah anak nya"


"apa dia bercerai?" tanya alfino penasaran


"kepo lo ya"


"jangan jangan lo suka ya sama caramel"


ledek deni


"inget lusa hari pertunangan lo sama si seksi risa"


"jangan macem-macem lo"


ancam alfino


"brengs*k lo" sahut alfino


"caramel itu janda karena......"


"karena....."


"karena....."


alfino dengan serius nya menanti penjelasan deni

__ADS_1


"nungguin lo ya" hahahahah deni tertawa lebar melihat alfino yang penasaran tentang perihal caramel


__ADS_2