My Brondong CEO

My Brondong CEO
kabar bahagia


__ADS_3

sesampainya di rumah sakit, alfino berlari kesana kemari.


jantungnya berdetak sangat kencang dan fikiran nya buntu.


kekhawatiran nya akan istri nya membuat alfino tidak bisa berfikir jernih.hanya untuk sekedar bertanya kepada resepsionis atapun suster yang sedang berjaga.


sampai dimana devan melihat dari kejauhan alfino yang sedang mondar mandir gelisah mencari keberadaan ruangan caramel.


" alfino "


panggil devan.


alfino yang mendengar seseorang memanggilnya menoleh ke arah sumber suara.


begitu ia melihat devan, ia langsung berjalan setengah berlari menuju devan yang mana disitu juga terdapat bi tuti dan pak bahar yang sedang duduk di kursi tunggu tepat di depan ruang operasi.


" mana caramel ? "


alfino bertanya dengan wajah yang merah padam dengan keringat yang membasahi dahi nya.


" tenang dulu duduk sini dulu "


ucap devan mendudukkan paksa alfino yang gelisah.


" aku cuma mau ketemu caramel "


" istriku "


ucap alfino sedikit membentak.


" caramel sedang berjuang di ruangan itu "


" sebaiknya kamu berdoa agar caramel dan bayi nya sehat-sehat "


beritahu devan.

__ADS_1


" kenapa caramel di operasi ? "


" bukankah dokter bella mengatakan posisi bayi nya bagus dan bisa lahiran secara normal ? "


tanya alfino dan devan tidak menjawab nya.


" bi tuti, pak bahar jelaskan pada saya "


bentak alfino dengan tangan yang mengepal.


" non..non caramel pecah ketuban tadi di rumah dan saat itu saya dan bapak belum pulang dari swalayan tuan "


" ma..maafkan kami tuan "


jawab bi tuti dengan gugup.


bi tuti tahu betul alfino sedang marah besar saat ini.


apalagi dengan keberadaan caramel di ruang operasi sana dan alfino belum bisa melihat nya secara langsung.


tambah pak bahar menjelaskan.


setelah satu jam berlalu, tampak dokter bella keluar dari ruang operasi.


" dokter bella ,gimana keadaan istri dan anak saya ? "


alfino yang melihat dokter bella keluar dari ruangan operasi langsung melompat dan bertanya kepada nya.


" al , selamat ya "


" mami dan baby nya selamat sehat-sehat "


" baby boy kamu tampan sekali seperti papi nya "


dokter bella mencubit pipi alfino .

__ADS_1


alfino yang mendengar nya langsung terkejut dengan mulut yang menganga terbuka.


bibir nya mengutas sebuah senyuman yang menandakan kebahagiaan.


begitu juga dengan devan, bi tuti dan pak bahar yang mendengar kabar baik ini segera menghela nafas lega.


" aku ingin menemui mereka "


ucap alfino yang ingin segera masuk ke ruangan operasi namun dokter bella menahan nya.


" eeittsss tunggu dulu alfino "


" kamu belum bisa menjenguk nya, bersabarlah satu jam lagi "


" caramel dan baby boy kamu sedang di bersihkan agar tidak ada kuman yang menempel di bekas luka caesar caramel yang bisa menyebabkan infeksi "


tutur dokter bella.


" aku akan membeli rumah sakit ini agar kamu tidak bisa melarangku bertemu dengan istri dan anak ku "


ucap alfino sombong dan membuat mereka yang berada disitu terkekeh geli.


" huhh dasar anak manja "


dokter bella menjewer telinga kanan alfino.


bella yang sudah mengenal alfino sejak kecil dahulu memang mengetahui bahwa alfino bukanlah anak manja, sebab sedari kecil ia hanya tinggal bersama pembantu di rumah nya sedangkan orangtua nya bekerja di luar negeri.


maka bella sudah menganggap alfino seperti adik kandung nya sendiri.


dan kebetulan rini saudara sepupu dokter bella menikah dengan deni, sabahat alfino.


" sabar bro sabar "


ledek devan dan alfino memelototi nya.

__ADS_1


HAI LIKE DAN KOMEN BANYAK BANYAK YA ❤️❤️


__ADS_2