My Brondong CEO

My Brondong CEO
kuman


__ADS_3

sepulang kantor alfino dan caramel berangkat menuju rumah deni dan tak lupa mereka akan singgah sebentar membeli rujak sesuai permintaan rini.


mereka mengendarai mobil baru caramel berwarna putih yang merupakan hadiah dari alfino.


sekarang caramel sudah memiliki tiga mobil.


yang pertama mobil jazz merah yang kini sudah di antar kan oleh anak buah alf degino, yang kedua berwarna putih hadiah dari alfino dan yang ketiga minicooper berwarna kuning hadiah dari daddy.


" yakin beli di sini ? " alfino tampak tak yakin dengan lapak penjual rujak nya karena hanya ber atapkan tenda biru dan gerobak dagangan nya berada tepat di atas saluran air yang pasti nya banyak kuman yang menempel .


" rini mau nya disini , aku turun ya " ucap caramel sambil membuka pintu mobil.


belum sempat caramel menurunkan sebelah kaki nya, alfino berkata ingin ikut.


" kamu disini aja banyak kuman disana "


ucap caramel.


" kuman ? " tanya alfino heran.


" iya kuman "


" apa kamu gak lihat disana banyak anak gadis nongkrong hah ? "


" mau kamu di tempelin kuman? "


pekik caramel.

__ADS_1


" apa hubungan nya " alfino semakin bingung.


" hisss ganteng-ganteng oon juga ternyata "


caramel keluar dari mobil meninggalkan alfino yang masih bingung.


dan benar saja ketika alfino keluar dari mobil memakai setelan jas lengkap dengan kacamata hitam nya , para gadis yang sedang nongkrong di sepanjang jalan terus memandangi alfino yang sangat tampan.


caramel yang sudah sampai terlebih dahulu di tukang rujak menatap aneh para gadis yang kecentilan seperti sedang kedatangan seorang superstar.


caramel mencari sumber pandangan mereka dan ternyata ia adalah calon suami nya yang menjadi pusat perhatian.


" sudah sayang ? " alfino menghampiri caramel dan semua mata tertuju pada mereka yang sedang berdiri di samping gerobak rujak.


" ini sudah mau selesai sayang " caramel menjawab nya dengan suara keras agar para gadis yang kecentilan mendengar nya.


alfino kaget dan heran mengapa caramel menjawab nya dengan sedikit berteriak.


" bener kan yang aku bilang disana itu banyak kuman "


" kalau kuman sudah menempel bisa jadi penyakit buat aku "


caramel mengomel sambil memasang safety belt.


alfino tidak juga faham apa yang di maksud calon istri nya itu.


ia hanya menggeleng-geleng kan kepala nya mendengar ucapan caramel.

__ADS_1


" kamu lihat kan banyak kuman yang menatap kamu seperti tadi "


" jangan-jangan kamu suka ya sama kuman "


caramel memelototi alfino.


" dari tadi kuman mulu, emang kuman apa yang ada disana sayang ? " tanya alfino sembari mengemudi kan mobil nya menuju rumah deni dan rini.


" oh oh oh kuman yang kamu maksud cewek-cewek tadi ? " alfino tiba-tiba menemukan jawaban nya sendiri dan tertawa lepas melihat caramel marah.


" makanya jadi cowok tu jangan ganteng-ganteng amat jadi susah aku jagain nya " ucap caramel kesal.


"uluh-uluh ibu negara ngambek " goda alfino seraya mengacak-ngacak rambut caramel dengan tangan kiri nya sementara tangan kanan nya memegang kemudi .


****** di kediaman deni dan rini.


sebuah rumah mewah yang tidak terlalu luas dengan cat berwarna cream.


kira-kira ukuran nya setengah dari rumah alfino.


pintu gerbang yang tidak terlalu lebar dengan cat berwarna hitam membuat rumah itu tampak mewah dan minimalis.


" selamat sore menjelang malam pak alfino " sapa seorang security yang berjaga di depan pintu gerbang rumah deni dan rini.


rumah ini adalah rumah yang di beli oleh deni dari hasil kerja keras nya selama beberapa tahun mengabdi kepada alfino.


alfino sengaja memberi kan deni gaji lima kali lipat dari karyawan lain nya mengingat deni adalah sahabat nya dan kelak akan membutuh kan banyak uang untuk menikah.

__ADS_1


" hai bro, caramel ayo masuk kita makan malam bareng , mumpung masih di siapin sama bi ana kita duduk-duduk dulu ngobrol disini ya " ucap deni sambil berjalan bersama alfino dan caramel ke ruang keluarga.


HAI HAI DEARS UP MALAM-MALAM MUMPUNG ADA WAKTU SENGGANG , LIKE DAN KOMENTAR YA 🔥


__ADS_2