My Brondong CEO

My Brondong CEO
rini hamil


__ADS_3

betapa bahagia nya alfino yang selama puluhan tahun tidak mendapat kan kasih sayang seorang ibu.


karena mereka harus terpisah jarak dan ini adalah kali kedua alfino di masakkan oleh mommy nya.


yang pertama saat pertama kali alfino masuk sekolah dasar.


" papi pulang dulu ya nanti papi jeput kalian kalau sudah libur sekolah "


alfino memeluk kedua anak caramel.


"tuhan baik sekali mengirimkan beberapa orang malaikat setelah mengambil seorang malaikat dari hidupku " batin caramel sambil tersenyum melihat drama yang ke sekian kali nya di hadapan nya.


yap drama antara alfino dan kedua anak nya ketika hendak berpisah sementara.


mereka saling peluk saling cium dan bahkan sampai menangis haru.


dengan ibu nya saja mereka tidak se drama ini namun caramel sangat bersyukur telah mendapat seseorang yang menyayangi kedua anak nya.


mommy dan daddy menggeleng kan kepala sambil tersenyum melihat ke romantisan alfino yang bukan dengan caramel tetapi dengan kedua anak caramel.


" bu, caramel pamit ya bu "


" ibu pergi kerja dulu ya sayang "


ucap caramel dan bergantian memeluk mereka .


hemm seperti nya mereka lebih sayang papi baru nya di banding caramel.

__ADS_1


" sayang, minggu depan saja ya kita adakan resepsi nya "


ucap alfino di tengah perjalanan sambil mengemudi berhubung ia tidak memakai jasa supir hari ini karena pak dadang di tugas kan membawa mobil yang di tumpangi mommy dan daddy


ketika alfino menoleh ternyata caramel sudah tertidur pulas.


wajar saja ini sudah tengah malam dan mereka belum juga sampai di kota.


perjalanan menempuh tiga jam untuk sampai ke kota dengan melewati perumahan penduduk yang tidak padat .


jalan ini merupakan akses satu-satu nya untuk sampai ke kota dengan pinggiran jurang yang hanya di batasi pagar pendek dari batu dan di penuhi dengan berbagai macam pepohonan.


******


" hueekkkk hueekkkk "


" kamu kenapa wajah kamu pucat sekali "


deni yang ikut berlari menyaksikan rini yang terus terusan muntah di westafel.


sambil mengusuk punggung rini , deni mengajak nya ke rumah sakit.


sesampai nya di rumah sakit deni dan rini tidak perlu mengantri untuk menjumpai dokter kandungan mengingat rumah sakit ini adalah milik papa rini dan dokter kandungan nya adalah kakak sepupu rini sendiri.


" tidak ada yang perlu di khawatir kan deni "


ucap dokter bella sambil mendudukkan tubuh nya di kursi meja kerja nya.

__ADS_1


" tidak khawatir bagaimana kak , coba kakak lihat wajah pucat rini "


deni panik dan menunjuk ke arah istri nya yang sedang duduk di samping nya.


" congratulation ya den, saat ini rini sedang hamil dan sudah memasuki minggu ke enam.


ucap bella sang dokter kandungan.


deni membulat kan kedua bola mata nya dan tiba-tiba memeluk perut rini.


******


" HOAMMM " caramel meregangkan tubuh nya dan mencoba membuka mata nya.


seingat nya semalam ia masih berada di perjalanan pulang bersama alfino.


caramel yang masih terduduk di kasur kingsize yang di lapisi seprai berwarna abu-abu muda menangkap sosok makhluk tuhan paling tampan di balkon.


" sayang, kamu udah bangun ? "


caramel menghampiri alfino yang sedang berdiri di balkon kamar.


" maaf aku kesiangan , aku ke dapur dulu ya "


caramel bergegas hendak pergi meninggal kan alfino namun lengan nya tiba-tiba di tarik alfino .


HAI HAI HAI WALAU HARI INI HARI MINGGU TAPI AKU USAHAKAN TETAP UP YA DEARS πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

__ADS_1


__ADS_2