My Brondong CEO

My Brondong CEO
- END -


__ADS_3

" Awwww sakit bi "


teriak bi putri yang kaget mendapat pukulan dari bi tuti.


" kring...kring...kring "


telfon rumah berbunyi ketika kedua orang tersebut sedang asik berdebat kecil.


tiba-tiba pak bahar datang mengangkat telfon yang ternyata dari majikan nya perihal menanyakan keadaan bara dan tentunya pak bahar memberitahu kalau bara sedang tertidur di gendongan bi putri setelah menyantap sarapan nya.


setelah menutup telfon pak bahar berjalan menghampiri kedua wanita yang sedari tadi saling meledek.


" apa yang sedang kalian perdebatkan ? "


pertanyaan pak bahar membuat kedua orang tersebut menghentikan pertikaian kecil yang tak terlalu penting sebenarnya.


*****


" malam ini kita tidur bareng bara ya sayang "


pinta alfino kepada istri nya.


" hem oke biar aku jeput bara ke kamar nya ya "


mendengar permintaan alfino yang ingin tidur bersama anak nya maka caramel bergegas ke kamar bara yang berada tepat di sebelah kamar mereka.


ternyata bara masih bermain dengan bi putri dan belum tidur.


" halo jagoan papi "


alfino mengambil bara dari gendongan istri nya yang tengah mengenakan piyama berwarna putih.


ia menciumi bayi lelaki nya sambil mengunyel-ngunyel pipi tembam nya.


bara tersenyum ceria seolah mengerti sedang bermain dengan papi nya.

__ADS_1


sehingga kedua makhluk tersebut terlelap sambil berpelukan.


sungguh pemandangan yang menggemaskan ketika melihat kaki mungil bayi lelaki itu berada di atas perut kekar papi tampan nya


***


keesokan pagi nya


" aku pergi dulu ya "


" kalau mau pergi kemana wajib bawa supir "


pesan alfino kepada caramel lalu mencium pucuk kepala istrinya sehingga tercium lah aroma susu vanila dari harum rambut nya.


" siap bos "


" cepat selesaikan pekerjaan nya agar kamu bisa cepat pulang "


" aku akan sangat merindukan mu "


tak terasa caramel menitihkan air mata nya seraya memeluk suaminya.


penonton nya tak lain adalah pak bahar, bi tuti, bi putri yang tengah menggendong bara dan deni yang sedang berdiri di dekat mobil menunggu alfino masuk.


" sudah sudah drama nya "


" bikin jomblo ngiri aja kalian "


pekik deni bergurau membuat para penonton tertawa.


" biarin "


pekik caramel.


" kamu harus jagain suami aku ya den, bisa-bisa entar dia gak ingat pulang "

__ADS_1


canda caramel sambil melepas pelukan nya dari dada bidang alfino.


" hahaha maybe yes maybe no "


deni terbahak-bahak mendengar celoteh caramel.


sampai detik ini ia masih tak menyangka bahwa wanita desa yang tidak punya tempat tinggal saat awal bekerja dulu , sekarang malah jadi istri bos nya.


wanita yang selalu ceria meskipun ia belum tahu malam itu akan tidur dimana.


sungguh perjalanan hidup yang panjang dan tentunya sangat sulit bagi caramel.


namun ia mendapatkan hasil yang terlalu indah atas pengorbanan dan ketulusan hati nya selama ini.


disinilah kisah caramel dimulai dan diakhiri.


tentunya akhir bahagia bersama keluarga besar alfino yang turut andil dalam memberi kasih sayang luar biasa kepada caramel.


bagi mereka caramel ibaratkan sebuah keberuntungan dan hadiah spesial yang telah tuhan siapkan untuk mereka.


" bye bye "


teriakan di iringi senyuman yang memperlihatkan barisan gigi rapi nya mengantarkan kepergian suaminya ke luar negeri.


begitupun alfino yang masih twrus menoleh ke belakang sehingga membuat deni berdecak kagum.


" betapa bucin nya seperti anak sma saja "


celoteh deni mengejek atasan sekaligus sahabat nya tersebut.


" iri "


sahut alfino sambil mengalihkan pandangan nya ke jendela kanan yang berada tepat di sebelahnya.


" i love you, caramel, bara, nino dan nabila "

__ADS_1


" papi akan segera pulang "


alfino berkata halus dalam hati.


__ADS_2