
" TING TING "
ponsel caramel yang sedang ia pegang berbunyi pertanda sebuah pesan masuk dan bertepatan dengan alfino yang baru keluar dari kamar mandi mengelap rambut nya dengan handuk kecil.
alfino menghampiri caramel dan merampas ponsel dari tangan nya.
" oh jadi ini kelakuan kamu dibelakang aku? "
" chattingan dengan lelaki lain ? "
ucap alfino dengan suara yang menggelegar.
caramel melongo dengan sikap alfino yang menuduh ia chattingan dengan devan.
belum lagi caramel sempat membuka pesan dari siapa ponsel nya telah di rampas alfino.
alfino membanting ponsel caramel hingga berserakan di lantai kamar.
" Alfino ! "
" apa-apaan kamu ? "
pekik caramel.
" kamu yang apa-apaan ! "
" berani sekali kamu chattingan dengan lelaki itu " pekik alfino kembali.
caramel menangis dan mengutip satu persatu kepingan ponsel nya yang berceceran di lantai.
ia enggan menjelaskan bahwa ia tidak ada bertukar pesan dengan devan.
bahkan ia tak tau kalau devan lah yang mengirim pesan kepadanya.
alfino pergi ke ruang ganti berpakaian santai.
mengambil kunci mobil dan pergi meninggalkan caramel sendirian di kamar yang tengah menangis.
*****
" kemana sih caramel kok gak balas pesanku "
__ADS_1
batin devan sambil mondar-mandir di balkon melihat ke arah rumah di seberang sana.
*****
" brengsek lo devan berani kamu mengirim pesan dan datang ke rumah kami "
" aku harus ajak caramel pindah, kalau tidak bisa-bisa caramel di rebut nya "
batin alfino yang mana tengah mengendarai mobil sport berwarna hijau.
ia tak ada tujuan, perutnya juga sangat lapar dan perih maka ia memutuskan untuk memutar kemudi dan kembali ke rumah.
" bi, siapa yang masak ini semua ? "
alfino bertanya dengan sedikit berbisik.
" nona tuan, ia juga mengisi kulkas dengan berbagai macam bahan makanan "
" lihat ini tuan "
ucap bi tuti sambil membuka kulkas dua pintu di dapur.
" hemm baiklah saya akan makan malam "
" ohya bi, apa caramel sudah makan? "
tanya alfino
bi tuti hanya menjawab nya dengan menggeleng pertanda caramel belum makan.
alfino menyantap sampai habis semua makanan nya karena sejak siang ia tak makan apapun seingat nya.
tiba-tiba ia terfikir bagaimana caramel membeli semua bahan makanan sebanyak itu ?
" apa dia menggunakan uang mahar yang ada di tabungan nya ? "
batin alfino.
bi tuti yang sedang mengintip tuan nya makan dengan lahap dan sambil terkekeh kecil dikejutkan oleh pak bahar yang datang dari belakang nya.
" ngintipin cowok tampan kamu ya bu "
__ADS_1
bisik pak bahar.
" astaga kiamat "
ucap bi tuti melompat kaget.
" bapak ngagetin ibu aja kalau ibu jantungan gimana ! "
bi tuti memukul lengan suami nya, meninggalkan nya untuk segera membereskan piring kotor diatas meja setelah melihat alfino pergi berlalu naik.
alfino membuka perlahan pintu kamar nya dan melihat caramel yang sedang berdiri di luar kamar yakni tepat nya di balkon.
" sayang , kamu sudah pulang ? "
" kamu darimana ? "
" udah makan kamu ? "
caramel berjalan menghampiri suaminya yang tadi mengamuk hebat sedang memasuki kamar.
" maafin aku "
" aku hanya cemburu "
ucap alfino sambil memeluk istri nya.
ia menyesal telah marah dan tak percaya kepada caramel.
" gak apa-apa kalau kamu cemburu tanda nya cinta dan aku beneran gak ada chattingan dengan devan " jelas caramel.
" devan hanya teman ku sedari sekolah dulu dan kamu suami ku masa depan ku , aku cuma cinta nya sama kamu "
ucap caramel.
" ini buat kamu pin nya tanggal pernikahan kita " devan memberi black card no limit kepada caramel.
tangan caramel gemetar saat memegang kartu kredit milik para konglomerat .
kartu kredit tanpa batas dan hanya beberapa orang saja yang memiliki nya.
" aku gak perlu ini , aku cuma perlu kamu "
__ADS_1
ucap caramel sambil memberikan kembali black card nya kepada alfino.
HAI HAI LIKE DAN KOMENTAR BANYAK BANYAK YA 🥰