
caramel bergegas kembali ke meja kerja nya setelah mengembalikan nampan ke pantry.
"sudah selesai kamu buatin teh untuk orangtua bos?" tanya deni
"pak deni akan segera menikah ya?"
ucap caramel spontan sambil menutup mulutnya tanda keceplosan.
" tahu darimana kamu?" tanya deni menyelidik
"tadi aku mendengar pembicaraan orangtua pak alfino dengan pak alfino soal pernikahan bapak" jawab caramel agak ragu
"kamu nguping ya ?" canda deni
" ahh...itu...ehhh... enggak pak"
"saya hanya mendengar sekilas saat mengantarkan teh tadi"
caramel tampak salah tingkah
"santai aja caramel"
"iya saya akan menikah dua minggu lagi setelah acara pertunangan pak alfino dengan risa " jawab deni menjelaskan
"emang pak bos kapan akan bertunangan?"
caramel mencoba menyelidik
entah apa yang ada didalam fikiran nya tetapi dia ingin sekali mengetahui kapan acara nya.
"besok" jawab deni singkat
"ohiya kamu jangan lupa datang ya nanti pergi nya barengan sama saya dan pacar saya"
beritahu deni
" siap pak" jawab caramel sambil meletakkan tangan nya di kening seperti tanda hormat
__ADS_1
di ruangan ceo tampak alfino yang sedang mengeluh dan bersandar ke mommy nya pertanda meminta pertolongan agar acara pertunangan nya dibatalkan.
" fin...kamu itu udah dewasa kenapa masih suka manja sama mommy". ucap mommy sambil menggeser kepala alfino dari pundaknya
"ayo kita pulang mom" pinta daddy ke mommy
"besok jam 09.00 langsung saja kamu datang ke gedung xxx ya fin" ucap daddy
alfino hanya mengangguk malas mengingat pertunangan nya dengan risa akan dilaksanakan besok dan di siarkan langsung di seluruh chanel televisi
maklum saja .
karena alfino gilberto adalah seorang ceo tampan termuda yang sudah memiliki banyak aset di usia nya yang belum mencapai kepala tiga.
alfino menekan telepon kantor agar tersambung ke asisten nya
tapi sudah panggilan kedua tak kunjung ada jawaban.
tiba-tiba ada suara disebrang telepon pertanda diangkat seseorang
" den, kemari sekarang!" perintah alfino
telepon di meja seberang nya berbunyi sudah yang kedua kali sementara pak deni sedang keluar makan siang
kalau tidak aku angkat bisa jadi itu telepon penting dari bos
dengan ragu caramel mengangkat telepon dimeja deni.
" kalau begitu kamu saja yang kemari"
perintah alfino
"baik pak" jawab caramel dan segera melangkahkan kaki nya menuju ruangan ceo.
tok..tok..tok...
"masuk" suruh alfino
__ADS_1
" iya pak ada yang bisa saya bantu?" tanya caramel dengan lembut
jujur saja dia masih merasa sangat canggung berhadapan dengan bos nya itu
karena selain tampan , bos nya itu sangat dingin kepadanya.
berbanding terbalik dengan lelaki yang ia temui di arena bermain saat itu.
" caramel, bisakah kamu membelikan saya makan siang di restoran jepang yang berada tepat didepan kantor kita?" tanya alfino
"bisa pak"
"bapak mau makan apa?"
jawab caramel
" sushi xxxx 5 porsi "
"kamu pakai kartu ini"
ucap alfino seraya memberikan black card beserta pin nya kepada caramel .
20 menit kemudian caramel kembali dengan membawa bungkusan pesanan bos nya.
tok..tok..tok..
"iya masuk" jawab alfino
"ini pesanan bapak "
ucap caramel sambil meletakkan bungkusan tersebut diatas meja yang biasanya tempat tamu duduk.
"saya permisi ya pak" ucap caramel sambil menundukkan kepalanya sedikit.
" siapa yang menyuruh kamu pergi?"
bentak alfino
__ADS_1
caramel terkejut mendapat bentakan dari suara bass alfino hingga jantungnya deg deg serr....