
" APA !!!! "
caramel berteriak kaget mendengar kabar dari deni.
" aku on the way sekarang "
ucap nya dan bergegas ke garasi menaiki mobil yang berada paling depan posisi nya.
sesampainya di gerbang utama rumah nya, caramel sempat di hentikan oleh security.
" bukain pintu nya , pak "
teriak caramel.
" maaf bu, pesan pak alfino..."
belum sempat security menyelesaikan perkataan nya caramel sudah memotong nya dengan menjelaskan bahwa alfino di rumah sakit.
" tapi bahaya bu kalau menyetir sendiri "
security serba salah.
" bukain atau aku yang buka sendiri "
teriak caramel.
ia melaju membelah jalanan dengan mobil bmw hitam milik alfino.
pak dadang yang mencoba meneriaki nya juga tak ia perdulikan sebab fikiran nya ia harus sampai secepat mungkin kesana.
ia begitu khawatir dengan keadaan suami nya.
ia mengetahui bahwa alfino tidak suka makanan pedas namun ia tidak tahu bahwa alfino alergi separah ini.
*****
sementara di rumah sakit, viona yang tadi nya duduk di sofa berjalan mendekati ranjang dimana alfino terbaring belum sadarkan diri.
__ADS_1
ia duduk tepat di sebelah ranjang sambil mengusap lembut kening putih alfino serta rambut yang tertata rapi.
" tampan sekali "
ucap viona seperti ingin menerkam alfino.
" kenapa kamu tak pernah memberiku kesempatan ? "
" I'll be the best "
tanya nya tanpa alfino menjawab.
" hooaammm krruukk krruukk "
viona menguap serta merasakan lapar sampai akhirnya ia tertidur dengan posisi duduk dan meletakkan kepala nya di samping alfino sambil menggenggam tangan nya.
hari sudah menjelang malam, namun deni dan tim belum juga menyelesaikan pekerjaan nya di lokasi proyek.
jika hingga tengah malam belum selesai juga, deni sudah memutuskan untuk membawa para staff menginap di bungalow milik penduduk desa.
hingga ia lupa kalau alfino dan viona sedang berada di rumah sakit.
*****
caramel bergegas ke resepsionis karena tadi ia tak sempat menanyakan di kamar mana alfino di rawat.
" permisi sus, saya mau tanya kamar nya alfino gilberto di sebelah mana ya ? "
tanya caramel namun wajah para suster melihat nya dengan tatapan aneh.
" entah mengapa mereka menatapku seperti itu ? "
batin caramel.
" maaf ya bu, ada keperluan apa ibu mencari pria tampan itu ? "
" karena setahu kami, pacar nya lah yang merawat nya sejak siang tadi "
__ADS_1
ketus salah seorang perawat yang bertubuh gemuk.
" pacar ? "
caramel semakin bingung.
seketika lamunan nya buyar ketika ia mengingat kembali alfino yang sedang sakit.
" cepat katakan atau panggil direktur rumah sakit ini "
ancam nya.
" kamar vvip 206 lantai 2 "
jawab si perawat malas sambil memutar kedua bola mata nya.
caramel sangat kesal dengan perlakuan para perawat di rumah sakit ini.
sangat berbanding terbalik dengan rumah sakit mewah milik rini di pusat kota.
tapi karena ia ingin cepat sampai di kamar dimana alfino di rawat, maka ia mengabaikan para perawat yang sewot dengan nya.
setelah menaiki tangga menuju lantai dua tanpa lift akhirnya caramel tiba di depan kamar alfino.
CEKLEK
Caramel membuka pintu bercat putih milik kamar inap vvip.
" hei siapa kamu "
" apaan sih pake acara tidur di lengan suami orang "
caramel panik melihat kebersamaan suami nya dengan wanita lain.
" lancang sekali kamu "
pekik caramel kesal dengan nada naik satu oktaf.
__ADS_1
sehingga alfino perlahan membuka kedua mata nya dan mencoba bangun efek suara bentakan yang sedikit kuat.