
caramel tertidur pulas selama perjalanan pulang menuju rumah baru nya sementara alfino yang duduk di samping nya membaca semua pesan masuk.
betapa kaget nya ia ketika membaca pesan dari kilan yang mengatakan bahwa adiknya telah meninggal dunia.
ia sudah menganggap kilan dan rido sebagai adiknya sendiri meskipun ia mengetahui bahwa ada maksud tersembunyi dari kilan yang menyukai nya.
" halo, kamu dimana ? "
terdengar suara bariton khas milik alfino sedang menghubungi seseorang di sambungan telepon dari ponsel nya yang berwarna gold dengan kamera tiga dibelakang nya.
*****
DRRTTTT...DRRRTTT....DDRRRTTTT
ponsel kilan berbunyi dan betapa bahagia nya ia ketika melihat nama alfino di layar ponsel nya.
" aku sedih al, aku butuh kamu al "
ucap kilan yang pura-pura menangis di balik layar ponsel nya ketika alfino menghubungi nya.
" aku tunggu ya "
sambungan telepon di matikan dan kilan yang sedang berada di kantor melompat bahagia.
__ADS_1
*****
devan sengaja tidak berangkat ke kantor karena ia ingin menunggu apakah benar bahwa caramel dan alfino akan pulang ke rumah yang berada tepat di depan rumah nya.
sudah dua jam devan mondar mandir di balkon kamar nya dan tiba-tiba ia melihat sebuah mobil alphard putih tampak berhenti didepan gerbang rumah itu dan melaju masuk ke dalam.
" caramel, alfino "
" ternyata benar kalian akan tinggal di rumah itu " batin devan yang sedang menguntit dari jendela kamar nya.
*****
" kalau kamu masih ngantuk , tidur dikamar kita aja ya biar barang-barang nya dibereskan oleh bi tuti " ucap alfino yang sedang memeluk caramel yang baru bangun ketika turun dari mobil.
" bi tuti siapa sayang ? " tanya caramel yang masih mengantuk dan mengusap mata nya.
bi tuti dan pak bahar menyambut alfino dan caramel di depan pintu rumah.
" nah ini bi tuti , ini pak bahar suami nya "
alfino memperkanalkan kedua asisten rumah tangga yang telah ia siapkan.
" saya caramel bi, pak tolong dibantu ya pekerjaan di rumah ini " caramel tersenyum kepada kedua nya.
__ADS_1
alfino dan caramel langsung naik ke lantai dua dimana kamar mereka berada.
alfino hanya menggelengkan kepala nya melihat seisi rumah mewah ini berwarna merah muda bahkan kamar mereka terdapat beberapa furniture berwarna pink termasuk seprei yang mengalasi kasur mereka.
" sayang aku ke kantor sebentar ya ada urusan penting mendadak dari deni "
ucap alfino yang telah selesai mandi dan berpakaian kantor.
sementara caramel masih berada di kasur karena merasa badan nya sangat capek dan pegal semua.
alfino bergegas ke garasi basement yang dapat di akses melalui pintu samping rumah nya dan dapat keluar langsung ke depan.
sebelum kepergian nya ke korea, ia sudah memerintahkan deni mengurus mobil-mobil nya untuk di pindahkan ke rumah yang diberikan daddy.
" ****, kenapa mobil ini di buka begitu saja ! "
pekik alfino yang melihat mobil sport berwarna kuning tidak di selubungi kelambu mobil.
mobil yang sudah lama sekali tak pernah ia gunakan, mobil yang dia anggap membawa kesialan sebab sudah pernah menghilangkan nyawa seseorang.
alfino memerintahkan pak dadang untuk menyelimuti mobil kuning itu dan jangan sampai ada yang membawa nya keluar.
"hai bro gimana bulan madu nya oppa "
__ADS_1
deni bertanya centil menggoda bos nya yang sudah duduk di kursi kebangsaan nya yakni kursi kerja nya di ruangan CEO.
HAI LIKE DAN KOMEN BANYAK BANYAKKKK YAA 🥰